
Mobil Dean terparkir di depan gedung 10 lantai yang menjulang tinggi,Dean tidak langsung turun namun malah memutar badannya melihat ke arah keysila yang sedari tadi hanya berdiam diri.Hati keysila cukup tegang dengan adegan yang terjadi tadi,hal itu cukup membuat perasaan keysila makin terasa aneh.Apalagi sekarang,Dean kembali menatap ke arahnya dengan senyuman tipis di sudut bibirnya.
apa yang sedang di lakukan tuan Dean saat ini.Keysila mencoba berpaling namun Dean terus melihatnya hingga membuat pipinya merona kemerahan.
"tuan sedang apa??"tanya keysila tanpa melihat ke arah Dean.
"apa kamu tidak nyaman saat bersamaku keysila??"
"biasa saja tuan,"
"lantas kenapa kamu selalu diam seperti itu?"
"aku masih terlalu asing denganmu tuan jadi mungkin seperti itu,dan lagi.. memang tidak ada yang perlu ku tanyakan jadi aku diam saja.."jawaban itu cukup untuk memberi penjelasan pada Dean.
"saat kita turun, bolehkan aku menyentuhmu keysila??"
"maksudnya tuan??"menatap ke arah Dean.
"aku ingin kamu bersikap hangat seperti saat di acara amal dulu,"
"hmm baik tuan."jawab keysila mengangguk dan tersenyum.
"tunggu di situ,aku akan membukakanmu pintu,"Dean melepas sabuk pengaman,dan segera keluar lalu membukakan pintu untuk keysila.
keysila turun dan langsung melingkarkan tangannya ke lengan Dean,dan hal cukup membuat Dean sangat senang.
"tuan apa ini perusahaanmu?"tanya keysila lirih.
"punya ayah sayang...aku hanya melanjutkannya saja."jawab Dean tersenyum.
"hm..begitu..."
apa yang tuan Dean cari dari wanita sepertiku??dia bahkan sangat kaya,aku tahu ini adalah perusahaan terbesar di sini.Apa alasannya hanya cinta??masih banyak wanita yang lebih baik dariku?kenapa malah memilih wanita yang tidak jelas asal usulnya seperti diriku..??.
Setibanya di ruangan,Dean menyuruh keysila duduk di sofa,sementara Dean duduk di kursi kokohnya sambil memeriksa beberapa map yang terlihat menumpuk.Sesekali keysila melihat ke arah Dean yang saat ini sedang fokus pada perkerjaannya.Keysila sendiri hanya berdiam diri sambil sesekali melihat ke arah ponselnya,dia masih berharap agar Dion segera menghubunginya sebelum menjelang sore.
"sial...!!"runtuk Dean tiba-tiba sambil meraih gagang telfon di depannya."elena..!! kesini..!!"meletakkan gagang telfon pada tempatnya.Keysila hanya melihat raut wajah Dean yang terlihat kesal.
Beberapa menit kemudian,elena datang dengan wajah tertunduk berjalan dan lalu berdiri di depan meja Dean.
"ini laporan macam apa hah!!!"melempar beberapa map pada wajah elena.
kenapa wanita secantik itu di bentak sih..Keysila menatap ke arah elena yang memang terlihat sangat cantik dan begitu menarik.
"ma maaf pak..biar saya rapikan ulang."ucap elena lirih serayap menundukkan kepalanya.
"saya sudah sering memperingatimu elena..!!saya membutuhkan orang yang bisa berkerja..!! bukan hanya pintar bersolek..!!jika kamu seperti ini terus,ini bisa sangat merugikan perusahaan..!!"suara Deandra mengema di setiap sudut ruangan dan hal itu cukup membuat keysila begidik ngeri.
kalau aku di bentak seperti itu..aku pasti sudah menangis... ternyata tuan Dean orang yang sangat kasar...Keysila tidak tahu jika dulunya Dean adalah mantan seorang badboy yang sering terlibat masalah kriminal,jadi sudah sangat wajar jika Deandra merupakan orang yang kasar terutama untuk hal menahan emosi.
"maaf pak tolong maafkan saya,saya akan memperbaiki semuanya pak."elena membereskan kertas-kertas yang berceceran di lantai.
Keysila berdiri dan membantu elena mengumpulkan kertas-kertas tersebut.
"biar saya saja nona.."ucap elena dengan wajah pucat.
kasian sekali wanita ini..
Dean menghampiri keysila yang sedang membantu membereskan kertas yang berceceran di lantai.
"sayang kenapa kamu ikut membereskannya?biar dia sendiri yang membereskan."kata Dean menarik lembut lengan keysila.
"kamu tidak merasa kasian padanya sayang,"jawab keysila yang memang saat ini sedang menjalankan sebuah skenario atas permintaan Dean.
"kenapa harus kasihan..,aku membayarnya untuk berkerja,jika perkerjaanya tidak beres sudah seharusnya aku marah kan sayang.Aku memperkerjakannya untuk meringankan perkerjaanku sayang,bukannya makin membuatku pusing dengan membaca laporan berantakan yang sudah dia buat.."
"jika melihatmu seperti tadi,itu membuatku takut sayang...emm biarkan aku membantunya sebentar."keysila kembali berjongkok dan membantu elena membereskan kertas-kertas itu.
Dean menarik nafas panjang saat dia sadar bahwa dia telah membuat keysila ketakutan karna ucapannya tadi.
"terima kasih nona,"ucap elena tersenyum ke arah keysila.
"iya sama-sama,"keysila memberikan sisa kertas ke tangan elena.
"saya akan segera membereskan berkas-berkas ini pak, permisi.."ucap elena lirih dan pergi dari hadapan Dean.
"aku hanya emosi tadi.."
"tuan tidak perlu menjelaskannya padaku,emm tapi mungkin jika aku yang berada di posisi wanita tadi,aku pasti sudah menangis.."jawab keysila lirih.
"aku tidak akan berucap seperti itu padamu key,dia kan karyawanku sedangkan kamu adalah orang yang ku cintai"ucap Dean dengan nada penuh penyesalan.
deg...!!!
Keysila mendongak ke atas menatap ke arah Dean yang jauh lebih tinggi darinya."aku juga seorang wanita tuan, jadi bisa saja suatu saat tuan akan mengucapkan hal itu padaku,"
deg..!!
Ucapan tersebut terlihat sangat sederhana,namun bagi Dean rasanya ucapan tersebut cukup membuat hatinya menciut.
aku harus sebisa mungkin menahan emosiku...aku tidak mau keysila menilai ku sebagai lelaki yang kejam..astaga aku menyesal sudah berbicara seperti tadi..
"maaf keysila aku tidak akan mengulanginya lagi.."ucap Dean lirih.
"tidak perlu meminta maaf tuan,sudah seharusnya seorang bos marah pada bawahannya,Namun semua akan terdengar baik jika tuan mengucapkannya dengan sedikit lembut..."keysila melepaskan gengaman tangan Dean dan berjalan ke arah sofa.
melihat ekspresi wajah keysila seperti itu...membuatku sangat tidak nyaman..ahhh...kenapa jatuh cinta rasanya serepot ini...
Dean pun mengikuti keysila dan duduk di samping keysila.
"kamu marah padaku sayang?"
"tidak tuan..aku hanya merasa kaget mendengar tuan berteriak seperti tadi.."
"iya aku minta maaf masalah itu,"
"tuan tidak perlu minta maaf padaku.."jawab keysila dengan nada bicara yang datar.
"kenapa kamu tidak memaafkanku key,aku janji tidak akan mengulanginya lagi,aku tadi hanya refleks saja karna pusing melihat laporan yang berantakan seperti itu.."Dean mengangap keysila tidak mau memaafkannya,sementara keysila menganggap jika Dean tidak perlu meminta maaf padanya.
"iya tuan aku tahu kok.."
"lantas apa kamu memaafkanku??"
kenapa ucapannya jadi berputar-putar,aku menganggap semua itu adalah kuasa tuan Dean jika harus marah seperti tadi,kenapa dia malah minta maaf padaku??
"emm tuan...kenapa tuan minta maaf padaku??"keysila bertanya balik pada Dean.
"karna aku sudah membuatmu takut keysila..ini sungguh membuatku tidak nyaman.."jawab Dean dengan nada memohon.
aku merasa aneh dengan sikap tuan Dean...
"aku tidak sedang merasa kesal tuan.."keysila menatap ke arah Dean yang saat ini menatap ke arahnya.
"lantas kenapa kamu berkata begitu tadi??"
"berkata apa??"
"kamu takut padaku.."
"aku merasa takut atau tidak,tidak ada yang berubah tuan,aku akan tetap bersamamu bukan?karna kamu sudah membeliku jadi tidak perlu tuan berucap kata maaf padaku."
"aku mencintaimu keysila...itulah alasannya kenapa aku melakukan hal itu,aku membelimu karna aku tidak ingin kamu di manfaatkan.Kamu boleh meninggalkanku jika suatu saat nanti ucapanku sudah terbukti,apa kamu mengerti maksudku keysila..??"ucap Dean dengan nada tinggi membuat keysila terdiam sejenak.
"hm..iya tuan aku mengerti,tapi jika tidak terbukti apa tuan akan membebaskanku??"jawab keysila dengan nada datar.
"hmm baik.."
apa yang sudah ku katakan padanya,entahlah..rasanya aku tidak tahu lagi harus bagaimana menjelaskannya..setelah orang suruhanku mendapatkan bukti soal Dion,aku akan langsung memberitahukanmu bukti itu keysila...
aku akan membicarakan hal ini pada dion...sampai saat ini aku masih binggung siapa yang harus ku percaya...-
silahkan like ♥️
komen💬
di bawah👇👇
makasi 😘