You Are Mine...!!Keysila

You Are Mine...!!Keysila
chapter 23



Setibanya di rumah kediaman Dean,keysila tidak banyak bicara dan langsung masuk ke dalam kamarnya.Dean sendiri membiarkan hal itu terjadi sebab saat ini perasaannya sedang tidak baik.Dean masuk ke kamarnya dan melepaskan jas lalu menaruhnya ke sembarang tempat,dia duduk di tepian tempat tidur serayap menelungkup wajahnya sendiri dengan kedua tangannya.Beberapa kali nafas berat terdengar berhembus karena Dean sedang berusaha mendinginkan Fikirannya saat ini.


Aku baru tahu jika jatuh cinta sesulit ini rasanya.. Kalau bisa milih,,aku lebih baik merasakan sulitnya mengurus bisnis daripada harus memikirkan hal seperti ini..ingin rasanya aku Singkirkan semua pria yang berada di sekelilingmu keysila... Kembali menarik nafas panjang. Aku sudah membuat dia takut tadi...aku sudah berusaha menahannya tapi emosiku rasanya ingin segera menuntaskan ini semua agar kamu langsung menjadi milikku..astaga keysila..apa aku harus memaksamu untuk menikah?padahal baru sehari aku bersamamu tapi keinginanku untuk memilikimu rasanya semakin membuatku gila...


Sementara di kamar keysila,seusai membersihkan diri,keysila duduk di meja rias dan menatap dirinya dari pantulan cermin tersebut.


"Kenapa hidupku jadi berantakan seperti ini."Bergumah serayap mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk."Aku pikir tuan Dean baik tapi ternyata dia orang yang sangat kasar, padahal aku baru satu hari bersamanya tapi sikap asli dia sudah kelihatan.Aku harus berbuat apa biar bisa keluar dari sini dan kabur,di sini penjagaannya sangat ketat,jendela rumah bahkan di pasangi trali besi sebesar itu."menatap lekat ke arah cermin,tiba-tiba bibir keysila tersenyum tipis."Sepertinya aku tahu bagaimana caranya agar tuan Dean bisa membebaskanku,aku harus membuat dia percaya padaku agar aku di beri kebebasan untuk keluar sendiri,setelah itu aku akan meminta Dion membawaku pergi dari sini."ucap keysila mendesah lembut saat ingatannya mengingat sesuatu."Bik Iyem,,aku sudah lama tidak kesana?bagaimana kabarnya?aku ingin sekali kesana tapi...apa tuan Dean akan mengizinkanku??"


"Asal bersamaku tentu aku mengizinkan itu keysila .."


Keysila memutar badan sebab terkejut dengan sosok Dean yang ternyata sudah berdiri di pintu kamarnya.


Sejak kapan dia di sana?apa dia mendengarkan semua ucapanku tadi...


"Bisakah sebelum masuk kamu mengetuk pintu dulu tuan?"ucap keysila melanjutkan aktivitas menyisirnya.


"Iya maaf..aku lupa,kamu ingin kemana keysila?aku mendengarkan ucapanmu tadi?"


"Ke bik Iyem...orang yang menolongku dulu."


Aku rasa tuan Dean hanya mendengarkan ucapanku yang terakhir..


"Di mana rumahnya?akan ku antarkan besok."Tersenyum dan berjalan mendekat ke arah keysila.


"Bukannya kamu harus kerja tuan?"


"Itu bukan masalah besar keysila.."Duduk di sofa kamar dan menghadap ke arah keysila yang masih sibuk menyisir.


"Aku tidak ingin menganggu perkerjaanmu,jadi aku akan menunggu saat tuan tidak sedang sibuk.."jawab keysila yang sesekali melirik ke arah Dean dari pantulan cermin.


"Aku tidak akan merasa sibuk jika itu untuk memenuhi keinginanmu.."


"Tidak tuan..Ini bukan masalah besar jadi tidak perlu terlalu terburu-buru."Jawab keysila lirih."Emm tuan bisakah aku meminta sesuatu kepadamu?"


"Katakan saja.."


"Aku ingin ini jadi kamar pribadiku tuan,emm aku merasa tidak nyaman jika tuan bisa keluar masuk seperti ini.Aku meminta tuan memberikanku kunci kamar ini agar aku punya prifasi di sini."jawab keysila serayap berdiri dan menatap ke arah Dean.


Dean tidak merespon pertanyaan yang di lontarkan keysila,dia hanya merasa terhipnotis dengan sosok mungil yang saat ini berada di hadapannya.Dean makin ingin memiliki tubuh mungil tersebut, karena hanya tubuh mungil itulah yang bisa mengobrak-abrik perasaannya saat ini.


"Tuan .."ucap keysila mengulang.


"Hmm ya..."jawab Dean singkat.


"Apa tuan tidak mendengarkan ucapanku tadi?"


"Emm maaf keysila,boleh kamu ulangi permintaanmu apa?"


Aku sungguh sudah terjerat dengan gadis kecil ini..


"Aku meminta sebuah kunci untuk kamarku tuan,aku tidak ingin tuan keluar masuk seperti ini."


"Tentu sayang,nanti akan ku berikan kunci itu."


"Terima kasih tuan.."Tersenyum.


"Emm..apa malam ini kamu mau makan malam bersamaku?"Tanya Dean serayap berdiri lalu berjalan mendekati keysila.


"Lantas aku harus makan malam bersama siapa jika tidak bersamamu,"


"Maksudku..aku ingin mengajakmu makan malam di luar,di sebelah barat ada restoran yang tempatnya cukup bagus."Jawab Dean basa-basi Karena sebenarnya Dean ingin mengajak keysila berkencan.


"Baik tuan."


"Aku akan memesan reservasi tempat untuk kita, sebaiknya kamu bersiap-siap karena ini sudah hampir petang."


"Apa baju ini tidak cukup bagus tuan?"


Dean memperhatikan keysila dari atas sampai bawah. Apa kamu tidak ingin menghargai ajakanku keysila,aku ingin sekali berbicara jujur ingin mengajakmu berkencan tapi kenapa sulit sekali untuk berbicara hal itu?Apa aku terlalu tua untuk mengenal hal seperti ini?. Dean kembali berdebat dalam hatinya hingga tidak memperhatikan keysila yang merasa kebingungan dengan raut wajah Dean saat ini.


"Emm baik tuan aku akan menganti baju ini jika memang tuan merasa baju ini tidak cocok untuk di pakai makan malam."


"Tidak keysila..tidak perlu mengantinya, karena kita hanya makan malam biasa bukan untuk berkencan."Dean berharap keysila mengerti dengan maksud ucapannya saat ini.


"Tuan benar sekali."Tersenyum."baju ini sudah sangat bagus jika di pakai untuk makan malam biasa bukan berkencan."jawab keysila menimpali.


"Hmm iya key...Aku sudah memesan tempat di sana,sebaiknya kita berangkat sekarang."


"Iya tuan mari.."


Skip


.


.


.


Setibanya di restoran tersebut,keysila mengedarkan pandangannya di sekeliling,dia hanya melihat banyak pasangan kekasih yang makan di sana.Keysila masih belum paham dengan maksud Dean membawanya ke tempat tersebut.


"Bagaimana menurutmu tempat ini keysila?"Sambil menyantap hidangan di depannya.


"Suasananya sedikit aneh tuan,makanannya juga tidak seberapa enak,kenapa tuan menyukai tempat seperti ini?"jawab keysila yang membuat Dean makin binggung dengan apa yang harus di katakannya Dan jawaban tersebut langsung menurunkan nafsu makannya saat ini.


Kenapa obrolannya jadi sangat krispi seperti ini?


"Hm begitu ya key,berarti kamu tidak menyukai tempat ini?"Tanya Dean lirih.


"Sedikit tuan tapi ya sudahlah asal bisa makan,"Tersenyum.


Aku ingin membuat dia terkesan tapi endingnya malah seperti ini..


"Umur tuan Dean berapa?"Tanya keysila mencoba membuka obrolan.


"25 tahun key..Kenapa?"


"Hanya ingin tahu saja tuan."


"Hm begitu...Aku pikir tadi kamu takut kepadaku key?Maaf aku sering lepas kontrol kalau sedang marah seperti tadi."Ucap Dean menjelaskan.


"Tidak masalah tuan,aku hanya perlu adaptasi dengan ini,dulu saat aku baru awal berkerja di club aku cukup sulit untuk membiasakan diri membaur dengan tempat tersebut.Bau Alkohol yang memuakkan,suasana di sana juga sangat aneh awalnya tapi...hmm aku sudah terbiasa melihat hal seperti itu sekarang,jadi mungkin untuk saat ini aku hanya perlu beradaptasi saja."


Aku akan mulai membuat dia percaya jika aku sudah menerima semua ini dengan baik,,setelah itu aku akan mencari cela untuk kabur bersama Dion...Maaf tuan Dean..yang aku cari hanyalah kenyamanan bukan hal yang seperti ini,meskipun Dion tidak sekaya dirimu tapi aku sangat mencintainya...


"Setelah ini kita pergi ke outlet ponsel untuk mengantikan ponsel yang sudah aku hancurkan tadi,"Tersenyum.


"Baik tuan..Sebenarnya tidak perlu mengantinya, karena aku akan berada di rumah tersebut bukan?Dan lagi...Semua kontakku sudah hilang jadi aku tidak seberapa membutuhkannya,"Tersenyum.


"Meskipun begitu,aku harus menggantinya agar komunikasi kita lancar saat aku mulai berkerja besok."


"Apa tuan mulai berkerja besok?"


"Hmm hanya mengecek saja,kalau tidak aku cek aku takut perkerjaanya tidak beres."


"Bagaimana dengan Martin?bukannya dia membantumu tuan?"


Dean menarik nafas lembut mengingat Martin tidak datang sore ini."Dia tidak bisa di andalkan,perkerjaannya terlalu banyak."


"Apa kamu ingin ikut besok pagi key?"Tanya Dean lembut.


"Aku di rumah saja tuan,aku merasa sedikit lelah hari ini."Keysila kembali tersenyum dan hal itu makin membuat jantung Dean berkedut.


"Baik habiskan makanannya,setelah ini kita membeli ponsel untukmu sebentar lalu pulang,"Jawab dean yang masih ingin melihat setiap inci wajah cantik keysila.


Keysila hanya mengangguk pelan serayap melemparkan senyuman manisnya,dan hal itu membuat Dean makin ingin menghabiskan malam ini bersama wanita yang sudah mencuri hatinya sejak lama.-


🙂🙂


Silahkan like👍


komentar 💬


Klik♥️


Vote juga😉


Terimakasih 😘