You Are Mine...!!Keysila

You Are Mine...!!Keysila
Chapter 33



🌅Apartemen keysila🌅


Keysila mendesah lembut serayap melihat tempat tidur di sebelahnya yang kosong,dia paham jika semalam Dion tidak kembali ke sini.Fikiran buruk mulai terlintas di benak keysila,dia berfikir jika Dion belum sepenuhnya berubah dan masih ingin bermain dengan wanita-wanita yang berada di club.


"Katanya mau berubah tapi seperti ini..!"Gumah keysila serayap membereskan tempat tidurnya.


Tiba-tiba ponsel keysila berdering,dia langsung mengambil ponsel tersebut dan menerima panggilan dari Dion.


📲Via telfon📲


"Apa kau sudah bangun sayang?"


"Hmm ya kenapa?Kamu di mana semalam?Pasti masih main-main sama mereka kan?"Jawab keysila ketus.


"Mereka siapa sih?"Kata Dion santai.


"Sudahlah .."


"Cemburu ya hehe,aku tidur di mobil semalam sayang,karena ku pikir kau sudah tidur jadi aku tidak ingin membangunkanmu."Kata Dion menjelaskan.


Apa dia serius tidur mobil?Astaga...kasian sekali..


"Sayang .."


"Hmm..."


"Cepat bukakan pintu,aku sudah ada di depan kamar Apartemen nih."


"Iya sebentar."


Keysila meletakan ponselnya dan berjalan ke arah pintu apartemen,dia melihat dari CCTV dan melihat jika Dion melambai ke arahnya.


Cklek...


Dion langsung masuk lalu menutup pintu dan menghujani keysila dengan banyak ciuman di sekitar wajah.Tangan keysila melingkar ke leher Dion saat Dion mulai m#***** lembut bibir keysila.Keduanya menarik nafas panjang sebelum Dion melepaskan ciuman tersebut dengan posisi tubuh yang masih merapat.


"Kau merindukanku kan sayang semalam?"Tersenyum memandangi setiap inci wajah cantik keysila.


"Tidak,aku hanya berfikir jika kau bersama dengan salah satu dari pacarmu itu."Jawab keysila dengan wajah merona merah.


"Aku sudah berjanji untuk menjadikanmu satu-satunya jadi itu tidak mungkin ku lakukan."


"Syukurlah jika seperti itu."


"Emm apa kau ingin melakukannya lagi sayang,"Dion mulai mengusap punggung Keysila agar Keysila bisa terangsang dengan sentuhannya.


Namun keysila mendorong dada Dion serayap memasang wajah kesal."Dasar mesum..!! Singkirkan tanganmu itu sayang,kau fikir aku seperti mereka yang mudah kau perdaya untuk melakukan hal itu terus?"Dengus keysila.


Dion terkekeh melihat raut wajah keysila yang sama sekali tidak pantas untuk marah."Apa kau baru sadar sayang,jika aku ini si tampan yang mesum."Mengedipkan sebelah matanya ke arah keysila."Hehehe maaf aku hanya bercanda,mandilah setelah ini kita mencari sarapan."Tutur Dion mengusap-usap puncak kepala keysila.


"Hmm iya.."


Saat Keysila akan beranjak ke arah kamar mandi ,Dion tidak sengaja melihat tas hitam besar yang ada di bawah tempat tidur Keysila.


"Ini tas siapa sayang?Aku baru melihatnya.."Tanya Dion mengambil tas itu.


"Jangan di buka..!!"


"Kenapa??"Dion mengurungkan niatnya untuk membuka tas itu.


"Itu hanya baju lamaku,aku sudah menatanya di situ.Jika kau buka nanti baju itu berantakan lagi."Jawab keysila.


"Ohh begitu baiklah..."Dion mengeser kembali tas tersebut ke tempat semula.


Untuk apa tuan Dean memberikan perhiasan sebanyak itu,jika Dion tahu aku takut dia marah.Aku akan mengembalikannya jika ada waktu luang... Batin Keysila yang langsung masuk ke dalam kamar mandi.


***


Keysila dan Dion memutuskan untuk sarapan pagi di sebuah depot bubur ayam yang tidak jauh dari apartemen Keysila,keduanya makan sambil berbincang hangat dan sesekali Dion memberikan perhatian kecil untuk Keysila.Sehingga hal itu membuat hati Keysila semakin jatuh cinta pada lelaki tampan di hadapannya.


"Sayang setelah ini kita ke toko cincin ya,jika surat-suratnya sudah selesai nanti kita akan tahu kapan kita bisa menikah."Tutur Dion serayap meniup-niup bubur.


"Kok beli cincin dulu?"


"Hmm iya,,aku ingin melamarmu dengan cincin itu,sekalian kita beli cincin untuk pernikahan kita nanti."


"Hmm baiklah,aturlah sesuai kemauanmu sayang."Jawab Keysila semakin merasa bahagia.


"Aku kemarin sudah ngomong sama om Iwan untuk mencarikan rumah minimalis untuk kita,nggak apa-apa kan sayang jika rumahnya kecil?"


"Pastilah sayang,,aku kan nggak mau nyakitin hati kamu lagi,rencananya aku mau ganti nomer biar wanita-wanita itu tidak bisa menghubungiku lagi."


"Itu ide yang sangat bagus sayang."


"Hmm habiskan makananmu,kita akan pergi setelah ini."Tutur Dion meraih jemari keysila dan mengecupnya sekilas.


Aku sangat mencintaimu Keysila,aku berjanji setelah ini aku akan hidup dengan benar, semua itu aku lakukan untuk kamu dan calon anak-anak kita kelak..


Apa mungkin jika awal yang tidak baik akan berakhir dengan baik tanpa sebuah penyelesaian?Dion tidak sadar jika dia sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal akibat menuruti semua hawa nafsunya yang tidak pernah puas hanya dengan satu wanita.Memang niat awalnya hanya ingin bermain-main namun dia tidak sadar jika saat ini permainan itulah yang akan menghancurkannya.


.


.


.


🏠Kediaman budhe Rani🏠


Hari ini budhe Rani berniat akan pergi ke arisan dengan para sahabat-sahabatnya,dia memakai baju ketat sehingga lekuk tubuhnya yang sudah tidak muda lagi terlihat semakin tidak menarik.Dia tidak menyadari hal itu dan selalu menganggap jika dirinya masih sangat cantik,padahal dalam kenyataan budhe Rani memang terlihat sudah tidak menarik mengingat umurnya yang sudah menginjak 50 tahun lebih.


"Mau kemana kamu ma?"


"Pergi arisan sama ibu-ibu,terus aku nanti langsung mau jalan-jalan jadi mungkin pulangnya malam."Jawab budhe Rani kasar.


"Jangan malam-malam ma pulangnya,nggak enak di lihat tetangga."


"Terserah aku donk,aku bosen ada di rumah lihatin kamu melulu,sudah tua..!! Penyakitan.. !! Nggak berguna banget jadi suami..!! Uhhhh ngeselin..!!!"Dengus budhe Rani mengambil tas mahalnya dan berjalan keluar kamar.


"Astaga Tuhan...Istri aku benar-benar sudah di butakan dengan hawa nafsu."Gumah pak Yanto serayap menahan sakit di hatinya yang sudah lama di rasakannya sejak satu tahun terakhir.


***


Keysila tersenyum serayap memandangi perhiasan yang berjajar rapi di hadapannya,Dion menyuruhnya memilih salah satu,dan Keysila memilih sebuah perhiasan yang simpel dan sederhana.


"Aku memilih ini sayang."Memperlihatkan pada Dion.


"Kenapa yang itu sayang?Kan masih banyak yang lebih bagus."Tanya Dion sebab melihat jika Keysila memilih perhiasan yang paling sederhana diantara semuanya.


"Hmm iya...Aku suka yang ini."


Aku memilih itu karena tidak ingin terlalu memberatkanmu Dion...


"Hmm baiklah...Aku memilih yang ini untuk pernikahan kita nanti."Dion memperlihatkan sepasang cincin dengan hiasan permata putih.


"Ini terlalu bagus sayang.."Kata Keysila berprotes."Berapa harganya yang ini."Menunjuk sepasang cincin pilihan Dion.


"Itu sangat murah untuk acara sakral seperti sebuah pernikahan nona."Jawab pegawai tersebut ramah.


"Berapa harganya?"


"500 juta saja untuk satu pasang,emm ada potongan 2 persen untuk diskon hari ini."


Mata keysila melebar serayap melihat ke Dion yang tersenyum ke arahnya."Itu terlalu mahal sayang,uang segitu cukup untuk membeli satu rumah."


"Uang untuk membeli rumah sudah ada sayang,harga segitu tidak seberapa mahal untuk meminang wanita secantik dirimu."Tutur Dion yang membuat perasaan Keysila semakin naik ke atas awan.


Namun tiba-tiba Seseorang menjambak rambut Keysila dengan sangat kasar membuat Keysila menjerit kesakitan.


"Aaaaaggggghhhh sakit...!!!"Pekik Keysila.


"Ohhhh...!!! Pantas saja kau tidak menemuiku lagi..!! Apa ini alasannya..!!!"


Mata keysila melebar saat mendengar suara wanita tersebut. Bu-Budhe Rani...!!.-


Holla...


Silahkan like 👍


Komentar 💬


Klik♥️


Vote juga


Terimakasih 😘


Salam... Arabella Maheswari 😉