You Are Mine...!!Keysila

You Are Mine...!!Keysila
Chapter 4



Di dalam taksi keysila bersyukur karena mendapat bantuan dari Dean,Namun ada perasaan aneh saat ini,perasaan yang menyuruh dia untuk tidak pulang,namun key tidak menghiraukan perasaan tersebut dan turun dari taksi setelah membayar.


Seperti biasa,key lewat pintu samping karena kamarnya berada di dekat dapur.Dia melepas sepatu dan menaruhnya dalam rak.Saat akan masuk tiba-tiba budhe Rani muncul dan langsung menjambak rambut keysila.


"Ampun budhe...sakit..,"Teriak Key yang tidak sampai hati untuk melawan.


"Dasar j#lang...!!!Mama dan anak sama saja..!!kamu masih untung ya budhe rawat tapi kamu malah seperti itu sama budhe..!!"


"Sakiiiit budhe...Key nggak paham maksud budhe apa...,"Teriak Keysila.


Pak de Yanto yang mendengar teriakan keysila langsung berlari ke arah dapur.


"Ma apa-apa an ini lepasin Key ma,"Ucap pak Yanto mencoba mencegah tangan budhe Rani yang mencengkram erat rambut panjang Keysila.


"Ohh kamu belain dia!!pacar kamu!!Ya kan..!!"Ucap budhe Rani kasar.


"Sakiiit budhe ampun,"


Salah aku apa budhe...


"Apa maksud kamu ngomong begitu ma?Keysila itu anak kita meski bukan anak kandung,kamu jangan seperti itu ma,kasihan dia."


"Kamu belain dia Pa!! Hah...!! Kamu nggak tahu sejarah mama dia itu seperti apa..!! Aku nyesel sudah rawat kamu kemarin!! Aku pikir kamu beda sama ibu kamu..!! Ternyata kalian sama saja p#acur..!!"Budhe Rani masih memegang rambut keysila erat.


"Ampun budhe sakit,Key nggak tahu maksud budhe apa,"Teriak Keysila Meronta.


Air mata mengalir deras dari sudut mata Keysila,namun budhe rani tetap tidak melepaskan cengkraman tangannya.Sedangkan pak de Yanto hanya bisa berusaha membujuk budhe Rani,namun nihil..!! Budhe Rani malah menyeret keysila ke arah kamar mandi.Key tidak sanggup melawan,bukan karena dia lemah,tapi karena dia sudah menganggap budhe Rani itu ibunya.Keysila di jongkokkan di kamar mandi lalu budhe Rani menguyur tubuh Keysila dengan air sampai tiada ampun,sesekali Budhe Rani memukulkan gayung air ke arah kepala keysila dengan sangat keras.


"Kamu pikir aku buta hah..!Aku tahu kelakuan kamu sialan..!!"


"Ke key nggak tahu apa maksud budhe,"Menangis terisak-isak.


"Kamu tadi siang sudah melanggar peraturan aku..!! Kamu pikir kamu bisa leluasa deketin suamiku hah..!!Dasar anak sialan tidak tahu terima kasih kamu ya..!!"


"Aku nggak ada niat seperti itu budhe,aku anggap pak de Yanto adalah orang tua aku..."


"Kamu nggak usah menyangkal anak sialan...!!Anak sama ibu p#lacur semua..!!Tukang rebut suami orang..!"Berkali-kali ucapan itu terlontar dari mulut budhe Rani namun Keysila belum juga paham tentang maksud itu semua.


Kenapa budhe bicara seperti itu terus,aku bahkan tidak tahu maksud dari itu semua apa?


"Rani sudah cukup..!!"Bentak pak de Yanto yang merasa kesal.Budhe Rani meletakan gayung air sembarangan dan berjalan ke arah pak de Yanto.


"Ohh belain ya..!!"


"Aku nggak belain ma,kasian dia...Astaga...Kamu kemasukan setan apa sih ma,sadar ma..!!


dia anak dari adek kamu.."Ucap pak Yanto berharap istrinya sadar.


"Harusnya dia tidak perlu di tolong waktu itu pah..!! Aku kan sudah bilang dia akan mewarisi sifat ibunya,,"


"Astaga ma itu masa lalu,kenapa kamu masih membahasnya.."


"Sudah ku bilang aku tidak bisa melupakan soal itu..!!"


"Kamu sudah sama aku ma!! Apa kamu masih mencintai lelaki itu?"Tutur pak De Yanto.


"Ini bukan masalah cinta mas,tapi dendam..!!"


Budhe Rani masuk ke kamar keysila dan keluar dengan membawa tas yang penuh sesak dengan baju-baju Key.


"Kamu pergi dari sini..!!"Teriak budhe Rani melihat ke arah Keysila yang masih berada di kamar mandi.


"Ma jangan seperti itu..!! Ini sudah malam."


"Ya !! Terus saja bela dia !! Pokoknya anak sialan itu harus pergi dari sini !!"Berjalan ke arah kamar dan menutup pintunya keras.


Brakkkk....


"Maafin pak de Key."Ucap pak Yanto yang merasa bersalah karena sudah mengobrol sebentar dengan Key siang tadi.


Keysila berdiri sambil menangis terisak-isak dan keluar dari kamar mandi.


"Biar pak de ngomong sama budhe kamu dulu,"


"Tidak perlu pak de,Key takut budhe makin marah,Key cuma mau bilang terimakasih sudah merawat Key selama ini."Air mata terus mengalir dari sudut mata keysila.


"Jangan berbicara seperti itu Key,pak de ikhlas rawat kamu,kamu tunggu di sini biar pak de bicara sama budhemu,"Pak de Yanto pun berjalan masuk kamar.


Terdengar jelas jika budhe Rani makin marah saat pak de yanto meminta istrinya memikirkan keputusannya lagi.


Sebaiknya aku pergi saja,aku tidak mau buat budhe semakin marah sama aku.


Keysila menjinjing tas tersebut dan pergi dengan keadaan basah kuyup.Key sengaja memperlambat laju kakinya berharap budhe Rani memanggilnya lagi,namun Key hanya mendengarkan pertengkaran keduanya yang semakin terdengar jelas.


πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™


Tanpa tujuan keysila berjalan meninggalkan kediaman budhe Rani yang selama ini sudah merawatnya.keysila berhenti sejenak untuk mengambil jaket dan dompet dan melihat sisa uang yang dia punya.Hanya 400 ribu yang ada di dalam dompet keysila.


Apa ada kontrakan seharga 400 ribu.. Batin Keysila.


Key mengingat Dion lalu berniat akan meminta bantuan padanya namun Key tidak menemukan ponsel miliknya.Key berfikir mungkin ponsel itu juga di ambil oleh budhe Rani,kemudian dia memutuskan untuk terus berjalan.


Aku nggak tahu ini jam berapa ya,lantas aku harus pergi kemana malam-malam begini..


key pun memutuskan untuk duduk sambil memikirkan ke mana tujuannya akan pergi,dia berniat akan pulang ke kampung namun dia tidak mengerti harus naik angkutan umum yang mana.Tiba-tiba sebuah motor butut berhenti tepat di hadapan keysila.


"Astaga non keysila..."Ucap bik iyem pembantu budhe Rani.


"Siapa dia buk,"Tanya suami bik Iyem.


"Anak angkat bu Rani pak,ngapain di sini malem-malem,"Tanya bik Iyem.


"Key di usir bik,"Ucap key sambil menangis terisak.


"Bibik sudah nebak dari gelagat budhe kamu Key."Jawab Bik Iyem serayap menarik nafas panjang.


"Maksud Bibik?"Tanya Keysila tidak paham dengan ucapan Bik Iyem.


"Sudah ayo ikut bibik pulang,daripada kamu di sini non,banyak orang jahat,"


"Sepertinya motor bibik nggak muat."Jawab Keysila lirih.


"Biar bapak yang bawa,kita jalan kaki,rumah bibik sudah Deket kok,"Ucap bik iyem ramah."Sudah nggak usah nangis,yuk non,"Bik Iyem mengandeng tangan Keysila agar mengikutinya.


Suami bik Iyem membawa motor masuk gang sempit,sedangkan Key dan Bik iyem berjalan kaki."Nanti sampe rumah ganti baju ya,Bibik takut non masuk angin.Aduhh gusti kok Bu Rani tega ya,"Mendecak lembut.


"Aku juga nggak tahu salah aku apa bik,"Tutur Keysila lirih.


"Yang salah itu budhe kamu non."


"Maksud bibik?"


"Bu Rani itu cemburuan non,memang non ngga tahu??makanya dia cari pembantu yang tua seperti bibik,"Tutur Bik Iyem menjelaskan.


"Aku nggak tahu Bik."


"Padahal pak yanto itu orangnya nggak pernah macem-macem non,tapi Bu Rani masih saja curiga macem-macem.Tapi jelas saja Bu Rani cemburu,non Keysila sudah besar dan sekarang makin cantik,"Ucap budhe Rani Mencoba menghibur perasaan Keysila.


Keysila tersenyum mendengar pujian dari bik Iyem,dia paham jika bik Iyem ingin menghibur hatinya saat ini.


Kenapa budhe Rani nilai aku seperti itu ya..


Setibanya di rumah bik Iyem,Keysila di sambut hangat oleh dua orang anak bik Iyem yang masih kecil,Arman kelas 5 SD sedangkan Arin kelas 1 SD.Mereka tersenyum ramah sebelum suami Bik Iyem menyuruh mereka berangkat untuk tidur.Mata keysila menyusuri rumah bik Iyem yang sangat kecil,hanya terdapat dua kamar yang hampir mirip dengan rumah keysila yang di kontrak di desanya dulu.


"Bik maaf aku nggak tahu mesti ngomong gimana,sebenernya aku nggak mau merepotkan bibik tapi uang yang ku punya hanya 400 ribu Bik,"Kata Keysila menjelaskan.


"Astaga non bibik tidak apa-apa asal non juga mau tinggal seadanya,"Tersenyum.


"Iya non,rumah sebab kami seperti ini."Imbuh suami bik Ratih.


"Aku tidak masalah Bik,rumah aku dulu hampir mirip seperti ini,malah lebih jelek.Emm aku bisa tidur di sini saja Bik kalau memang nggak ada kamar,"Tersenyum.


"Non tidur di kamar bibik saja,biar bibik tidur sama anak-anak,"


"Terus bapak,"Keysila menatap ke arah suami Bik Iyem.


"Bapak gampang non,tidur di sini juga nggak apa-apa."Tersenyum.


"Maaf ya pak jadi merepotkan,besok kalau aku sudah dapat kerjaan,aku bakal ngontrak rumah sendiri Bik."Jawab Keysila yang merasa tidak enak.


"Sekolah non gimana kalau non mau cari kerja,"Tanya Bik Iyem.


keysila tersenyum meski hatinya terasa sesak menerima kenyataan jika dia harus berhenti bersekolah.


"Aku..sudah nggak mikirin sekolah Bik."Jawab Keysila lirih.


"Lanjutin non sampe lulus,biar Bibik bantu,"Kata Bik Iyem menawarkan.


"Tidak perlu bik,aku sudah cukup senang di beri tempat tinggal di sini,aku nggak mau terlalu ngerepotin Bibik."Tersenyum.


"Ya sudah jika begitu.Emm non sudah makan belum?"


"Sudah bik..",Jawab Key berbohong sebab saat ini dia sedang tidak ingin makan.


"Ya sudah sekarang non ke kamar buat ganti baju,sekalian istirahat ini sudah malam."


"Baik bik,"


Bik Iyem pun mengantar keysila ke kamarnya,Key menaruh tas di bawah tempat tidur milik bik Iyem yang sama sekali tidak empuk.Sambil mengambil baju ganti keysila menangis terisak,dia teringat mendiang sang ibu dan juga janji budhe Rani pada ibunya untuk selalu menjaganya.Setelah Menganti baju Keysila duduk di depan kaca rias yang terlihat sudah sangat usang.Matanya melebar sambil meraba-raba lehernya,dia baru sadar jika kalung pemberian sang ibu hilang.


"Astaga kalung itu,jatuh di mana?Apa waktu budhe menjambak rambutku tadi?Atau waktu di kamar mandi?Astaga ibu...Maafin Sila,kalung pemberian ibu nggak tahu kemana?"Key mencoba mengingat namun dia memang tidak ingat kalung itu jatuh di mana.Keysila memutuskan untuk tidur karena merasa sangat lelah hari ini.


***


Sementara di tempat lain,tepatnya di rumah kontrakan milik Dean.Dia melihat kalung yang lupa di berikannya saat bertemu dengan keysila tadi siang.


"Ternyata kalungnya putus,pantesan jatuh,untung tadi aku belum sempat memberikannya,biar ku perbaiki dulu baru kukembalikan.."Menarik nafas panjang."Kenapa dia belum menghubungiku sama sekali,apa dia lupa untuk menghubungiku.Kenapa aku jadi bernafsu agar Keysila menghubungiku.Gadis yang manis.Ucapannya selalu terdengar di telingaku,lembut sangat lembut,sesuai dengan wajahnya yang cantik.Jika seperti ini aku jadi teringat pada Ayah.Mungkin selera kita memang sama tapi aku juga belum yakin,perasaan ku ini sekedar rasa kagum atau ada perasaan yang lain."Ucap Dean sambil terus memperhatikan kalung tersebut.-


Holla😁


Silahkan like πŸ‘


Komentar πŸ’¬


Klik β™₯️


Vote juga please 😘


Terimakasih 😘β™₯️


Salam You are mine keysila β™₯️