
Pagi itu keysila baru saja keluar dari kamarnya dengan wajah pucat,Setiap kali datang bulan wajah keysila memang terlihat seperti orang sakit.Keysila melangkah menuruni tangga karna mendengar suara berisik di dapur,saat perjalanan ke arah dapur,sesaat dia melirik ke arah samping rumah dan terlihat Dean sedang melakukan gerakan olahraga.
Tuan Dean rajin juga ternyata....
Keysila melanjutkan langkahnya menuju ke arah dapur dan mendapati bik ira sedang memasak sesuatu di sana.
"astaga non kenapa ke sini??"
"bibik masak apa??"jawab keysila makin mendekat.
"buat sarapan non,mending non ke depan aja,bibik takut kena marah tuan kalau non berada di sini,"
"hm bisakah bibik membuatkanku teh hangat?"
Bik ira baru menyadari jika wajah keysila terlihat pucat."non sakit ya??"
"tidak bibik,"tersenyum."aku hanya datang bulan saja,jadi aku ingin minum teh hangat agar perutku terasa lebih baik,"
"iya non bibik buatin,tapi non ke depan aja nanti bibik anterin."
"aku tunggu di sini saja bik,"keysila duduk di kursi yang berada di dalam dapur.
"bibik takut kena marah tuan non,"ucap bik ira sambil menyalakan kompor yang lain untuk memasak air.
keysila hanya tersenyum menatap ke arah bik ira saat ini.jadi inget ibu...aku bahkan tidak tahu bagaimana keadaan pusaran ibu sama ayah di sana..aku merindukan mereka...
"kok malah melamun non,"bik ira meletakkan satu cangkir teh hangat di hadapan keysila.
"iya bik maaf,cuma lagi kangen ibu saja,"jawab keysila meminum teh di hadapannya.
"memangnya ibu non sila ke mana??"
"astaga bik,kalau bibik manggil aku gitu,rasanya makin kangen saja,"
"kok gitu non,"
"hmm cuma ibu aku yang manggil aku dengan nama sila,"tersenyum manis ke arah bi ira.
"lantas ibu non sila kemana?"
"udah meninggal bik,"ucap keysila lirih.
"maaf non,bibik gag tahu,"
"tidak apa-apa bik,itu udah lama kok.."
"aku pikir belum bangun sayang.."Sahut Dean yang sudah berdiri di depan pintu dapur.
Bik ira cepat-cepat pergi dari hadapan keysila dan melanjutkan aktivitas memasaknya.
"lantas kenapa kamu duduk di sini?"Dean berjalan menghampiri keysila yang masih menikmati teh hangat nya.
"aku hanya minum ini tuan,"menunjukan cangkir teh yang di bawanya.
"apa kamu sakit sayang,"mata Dean melebar saat melihat wajah pucat keysila saat ini."mari aku antarkan ke dokter."wajah cemas Dean membuat keysila tersenyum ke arah Dean."kenapa malah tersenyum seperti itu?"
"aku baik-baik saja tuan,aku tidak sedang sakit,"
"lantas kenapa wajahmu jadi sepucat ini?"Dean mengusap lembut wajah keysila sehingga membuat jantung keysila bergetar hebat.
Deg..!!
"aku baik-baik saja tuan,"keysila pura-pura menunduk dan minum sisa teh yang masih ada.
"kenapa wajahmu pucat jika memang kamu merasa baik-baik saja?"Tanpa aba-aba Dean mengangkat tubuh mungil keysila,membuat keysila terpekik kaget sehingga cangkir terlepas dari tangannya dan Pyaaaarrrrr..!!! cangkir pun pecah.
"astaga tuan apa yang kamu lakukan?"secara spontan tangan keysila melingkar erat ke leher Dean.
"kamu harus istirahat,"
"cangkirnya tuan,"
Perasaan keysila menegang saat dia merasakan otot-otot lengan Dean yang bersentuhan langsung dengan tangan lembutnya.
"em tuan..aku bisa berjalan sendiri,aku baik-baik saja tuan,"ucap keysila lirih dan tanpa melihat ke arah Dean,karna keysila tahu jika saat ini Dean menatapnya.
astaga...apa yang harus aku lakukan,,kenapa rasanya aku tidak bisa menolak sentuhan dari tuan Dean..Keysila hanya bisa menarik nafas panjang karna Dean seolah tidak merespon ucapannya tadi.
Dean mendudukan keysila di pinggiran tempat tidur,tatapan Dean masih tetap sama sehingga membuat keysila menunduk karna ingin menyembunyikan perasaan yang menurutnya aneh.
kenapa rasanya seperti ini?apa karna aku terlalu takut dengannya..
"kenapa kamu menunduk sayang?apa hatimu terasa bergetar karna ulahku,"Dean mengeser tempat duduk dan meletakkannya di hadapan keysila sehingga keduanya duduk saling berhadapan.
"tidak tuan..emm hanya saja aku tidak terbiasa di perlakukan seperti itu,"jawab keysila lirih.
"aku hanya menghawatirkanmu keysila.. istirahatlah..."
"aku tidak mau istirahat,aku mau menagih janjimu kemarin,"kata keysila serayap mengangkat kepalanya perlahan dan menatap pria berpenampilan dewasa yang ada di hadapannya.
"kamu sedang sakit,jangan memikirkan hal itu dulu."
"aku memang seperti ini saat datang bulan,"ucap keysila lirih."tapi aku baik-baik saja tuan..."keysila kembali menundukkan pandangannya.
"hmm baik... tapi bisakah kamu memanggilku kak Dean saja sayang...aku bukan tuanmu.."
"kamu sudah membeliku,sudah seharusnya aku menghormatimu dengan memanggilmu tuan,"
"jangan membahas itu lagi sayang,,aku juga terpaksa melakukan hal itu,,sungguh aku tidak ada niat merendahkanmu..."Dean masih menatap lekat gadis kecil di hadapannya meski saat ini keysila sedang menunduk.
"hmm iya tuan tidak masalah,,aku sudah bisa menerima keadaan ini karena memang aku sudah terbiasa terombang-ambing seperti ini.."
"jangan berbicara seperti itu sayang,,aku menyuruhmu tinggal di sini karna tidak ingin kamu terpengaruh dengan mereka lagi.."
Keysila menarik nafas panjang karna merasa tersinggung dengan kalimat yang di lontarkan Dean.
"seburuk-buruknya mereka...tetapi mereka sudah menolongku dengan memberi perkerjaan itu tuan,jadi sebaiknya kamu tidak perlu berucap seperti itu lagi,itu sama saja menyakitiku karna aku sudah mengangap mereka saudaraku.."ucap keysila menatap Dean tajam.
"hmm maaf..."berdiri."aku akan menyuruh bik ira menyiapkan sarapan untukmu terus setelah ini kita pergi ke tempat Dion.."ucap Dean yang langsung meninggalkan keysila begitu saja.
"ini sungguh membuatku binggung,mana yang harus aku benci?!Dion atau Dean??nama mereka juga ternyata mirip..dan aku merasa binggung siapa yang berkata jujur di antara mereka..aku ingin mempercayai Dion tapi aku merasa tuan Dean juga bukan orang yang jahat,tapi jika aku mempercayai Dean??aku tidak yakin jika sampai saat ini Dion masih memanfaatkanku,,bahkan kemarin dia berjanji akan berubah bukan?? Entahlah...mungkin hanya waktu yang bisa menjawab semua pertanyaanku ini..."keysila menghembuskan nafas berat dan berbaring di tempat tidurnya yang empuk.
***
Tangan Dean mengepal kuat serayap duduk di ruang kerjanya yang berada di ujung bangunan lantai dua.
Tok..tok..tok...
"masuk...!!"ucapnya tanpa melihat ke arah pintu.
Seseorang masuk dan berdiri di hadapan Dean sambil menunduk."ada perlu apa tuan memanggil saya.."
"saya mau kamu selidiki tentang seseorang!!!cari info sebanyak-banyaknya tentang dia..!!"
"boleh saya lihat fotonya tuan??"
Dean memberikan selembar foto Dion yang entah di dapatkannya dari mana.
"cari tahu soal dia!!kamu bisa memulai penyelidikan di club' ****, apapun yang di lakukannya,kamu laporan sama saya,"
"baik tuan,"
"hmm pergilah..."
"permisi tuan.."
entahlah keysila..kenapa aku jadi seegois ini memikirkan dirimu,,aku ingin menepisnya karna aku tahu jika masih ada Dion di hatimu,,tapi rasanya emosiku meluap saat kamu menatapku tajam karna aku membicarakan fakta buruk soal dia...akan aku tunjukkan pria yang kamu cintai itu seperti apa?kamu bahkan tidak pantas untuk sekedar memikirkan pria benalu seperti dia..!!-
**silahkan like dan komentar di bawah ๐
maaciiii๐๐๐๐**