
Perasaan Dean saat ini sangat kecewa menerima kenyataan jika wanita yang di cintainya tidak suci lagi,dia terdiam beberapa saat,mencoba mencerna semuanya dengan baik.
Tuan Dean pasti sangat kecewa kepadaku,tapi ini lebih baik.Aku tidak mau menutupi Aib ini dan memanfaatkan kebaikan Tuan Dean lagi.Lebih baik dia kecewa di awal daripada harus berharap dengan wanita kotor sepertiku.
Keysila melepaskan jemari Dean yang saat ini masih mengengamnya meski tidak seerat tadi,dia berdiri dan menghadap ke arah Dean yang masih terdiam tanpa melihat ke arahnya.
"Emm Tuan,jangan fikirkan hal ini lagi,aku paham kekecewaan Tuan di sini.Aku juga tidak berharap Tuan mau setelah tahu hal itu.Tapi bolehkah aku memohon sesuatu,emm izinkan aku tinggal di sini beberapa hari saja Tuan,sebab aku merasa di sini tempat yang aman agar aku tidak bertemu dengan Dion lagi.Dan jika Tuan berkenan Carikan aku sebuah kontrakan yang jauh dari apartemenku kemarin."Tutur Keysila serayap beberapa kali mengusap air matanya yang masih saja jatuh.Dadanya semakin terasa sesak saat ini karena melihat Dean tidak merespon ucapannya tadi.
Tuan Dean bahkan sudah tidak mau melihat ke arahku..Apa aku pergi saja ke rumah bik Iyem.Astaga Tuhan kenapa perasaanku rasanya semakin sesak melihat Tuan Dean bersikap seperti itu..
Karena tidak di respon,Keysila memutar tubuhnya perlahan dan akan keluar dari kamarnya.Namun Dean meraih lengan Keysila lembut lalu menariknya pelan sehingga tubuh Keysila jatuh di pelukan Dean yang saat ini sedang duduk.
Deg...deg...deg...
Keysila merasakannya lagi,namun kali ini perasaannya terasa semakin sesak.Dia menangis sejadi-jadinya mengeluarkan semua perasaan yang mengganjal di hatinya sejak kejadian tadi.Tangan kekar Dean melingkar erat di pinggang belakang Keysila serayap mengusap lembut puncak kepala Keysila yang saat ini berada di pundaknya.
Keluarkan semuanya sayang,aku berjanji ini terakhir kalinya kau menangis di hadapanku..
"Kenapa Tuan begitu bodoh.."Tutur Keysila serayap melepaskan pelukan dan duduk tegak.
"Bodoh kenapa."Jawab Dean mengusap sisa air mata pada kedua pipi Keysila.
"Memeluk wanita kotor sepertiku."Keysila menunduk sebab merasa malu sudah menangis di depan orang yang menurutnya masih asing.
"Aku bukan hanya akan memelukmu sayang tapi juga akan menikahimu."Tersenyum menatap Keysila.
"Masih banyak wanita terhormat lain Tuan."Jawab Keysila yang masih menunduk.
Dean perlahan mengangkat dagu Keysila agar menatap ke arahnya."Memang sangat banyak wanita terhormat lain sayang,tapi aku hanya mencintaimu.Aku tidak pernah basa basi atas perasaanku sayang,jika aku bisa mengantikanmu dengan yang lain,sudah aku lakukan itu dari dulu.Jadi....Kau mau menikah denganku Keysila.."Tutur Dean serayap meperhatikan setiap inci wajah Keysila yang perlahan memerah.
"Aku takut kamu menyesal Tuan."
"Aku akan menyesal jika melepaskanmu, jawablah apa kau mau menikah denganku?"
"Tapi..."
"Jawablah intinya saja sayang,jangan fikirkan yang lain.Maukah kau menikah denganku Keysila.."Masih menatap lekat ke arah Keysila meski bola mata Keysila berlari kemana-mana.
Keysila menarik nafas panjang dan berkata."Iya Tuan aku mau..."
"Astaga sayang terima kasih,aku bahagia sekali."Memeluk erat Keysila."Jika aku tidak sakit,kau akan kucium saat ini juga."Imbuh Dean yang membuat Keysila mengangkat kepalanya dari pundak Dean.
"Ternyata semua lelaki sama,belum juga resmi tapi sudah menuntut macam-macam."Jawab Keysila melirik malas.
"Maaf sayang aku terlalu senang untuk ini."Keysila melihat pancaran Kebahagiaan di mata Dean."Satu Minggu lagi kita menikah."Imbuh Dean mengusap lembut puncak kepala Keysila.
"Bagaimana bisa Tuan,bukannya prosesnya tidak akan bisa secepat itu."
"Apa yang tidak bisa aku lakukan sayang,jika tidak memerlukan surat-surat dan lain sebagainya.Malam ini juga kita akan menikah,aku tidak ingin kamu berubah pikiran dan pergi setelah menyetujui semuanya."
"Aku tidak akan pergi Tuan,emm aku berterima kasih karena kamu sudah menerimaku dengan keadaanku yang seperti ini."Jawab Keysila Tersenyum melihat ke arah wajah Dean yang masih pucat.
"Tidak perlu berkata seperti itu sayang..."
Tok...tok...tok...
"Ahhhh siapa itu .."Desah Dean.
"Biar aku yang membukanya."Keysila berdiri dan berjalan ke arah pintu.
Cklek..
Alex berdiri di balik pintu serayap membawa kantung plastik kecil."Ini pesanan anda nona."Tersenyum serayap memberikan obat pesanan Keysila.
"Emm terima kasih Alex,berapa semuanya."
"Tidak perlu nona,baik saya permisi."Alex menunduk sebentar dan berjalan pergi dari hadapan Keysila.
Selamat menikmati hidangannya Tuan hihihi...
Keysila menutup pintu dan berjalan ke arah Dean."Siapa sayang?"
"Alex Tuan,emm kamu harus minum obat agar kamu cepat sembuh."Keysila tersenyum serayap menyodorkan obat ke hadapan Dean.
"O..Obat...!!!"Kata Dean dengan wajah terkejut dan mata melebar.
"Iya Tuan kau harus minum obat agar cepat sembuh."Keysila duduk di samping Dean dan menyiapkan obat.
"Aku tidak bisa sayang.."Jawab Dean tegas.
"Kenapa Tuan?Biar kamu cepat sembuh."Keysila tetap menyiapkan obat untuk Dean."Minumlah Tuan.."Menyodorkan tablet obat dan air putih.
"Aku lebih baik mati daripada harus minum obat seperti itu sayang,please jangan paksa aku."Tutur Dean memohon.
Keysila memegang kembali dahi Dean."Demammu masih tinggi Tuan jadi kau harus minum obat."Menyodorkan kembali tablet pada Dean.
"Tidak sayang aku tidak mau,besok pagi pasti akan sembuh.."
"Tidak akan sembuh jika tidak di obati Tuan,ayolah..."Tersenyum ke arah Dean.
Aku akan benar-benar memecatmu Alex..Ohh apa aku harus meminum itu...
"Ayolah Tuan demi aku,bukannya kau harus menyiapkan pernikahan kita besok."Ucap Keysila memberi semangat.
Aku pasti bisa,hanya tablet kecil kan..!!
"Ba Baik sayang..."Dean mengambil tablet perlahan dari tangan Keysila,dengan tangan gemetaran Dean memasukkan tablet tersebut kedalam mulutnya dan Keysila segera memberikannya minum namun....
Hooooeeeekkkk...Hoooekkk...
Dean memuntahkan kembali tablet tersebut hingga mengotori lantai kamarnya."Aku tidak bisa meminum benda kecil itu sayang,rasanya sangat memuakkan."Tutur Dean mengusap mulutnya.
"Emm begitu Tuan."Keysila membersihkan lantai dengan tisu.
"Biar bik Ira saja sayang."Cegah Dean yang tidak di hiraukan oleh Keysila.
"Tidak apa-apa Tuan ini sudah beres."Tersenyum."Tunggu sebentar."Keysila keluar kamar dengan membawa tisu kotor bekas membersihkan lantai akibat muntahan Dean.
Astaga...Aku sangat malu pada Keysila,pasti dia sekarang sedang menertawakanku di dapur.
Cklek...
Keysila kembali masuk dengan membawa dua buah sendok makan,dia berdiri di samping meja serayap mengeluarkan satu tablet obat.
"Apa yang kau lakukan sayang,apa kau akan menyuruhku meminum obat itu lagi?"Tutur Dean memasang wajah memelas.
"Diamlah Tuan,aku akan membantumu supaya kau bisa minum obat ini."Tersenyum serayap menghaluskan obat mengunakan sendok,setelah obat terlihat halus,Keysila memberikan air sedikit pada sendok dan mengaduk obat tersebut dengan telunjuk tangannya.Dia berjalan ke arah Dean dengan membawa sendok berserta satu gelas air putih."Minumlah Tuan,ibuku dulu selalu melakukan ini ketika aku tidak bisa minum obat tablet."Tersenyum.
"Aku bukan bayi sayang."
"Hmm iya Tuan,cuma kamu harus minum obat agar sembuh."Kata Keysila memaksa.
"Aku tidak mau sayang,aku yakin besok akan sembuh."
"Hmm oke..!! Padahal aku sudah susah payah naik turun tangga hanya untuk mengambil sendok."Runtuk Keysila kesal.
"Baik sini aku minum."Dean mengambil sendok dari tangan Keysila dan langsung meminumnya.Dia menyengitkan wajahnya dan Keysila langsung memberikannya minum.
Ternyata jika seperti ini rasanya tidak seberapa buruk.. Batin Dean.
"Terima kasih sayang."
"Sama-sama Tuan,istirahatlah agar kau lebih baik nanti."Keysila menata bantal agar Dean merasa nyaman saat tidur.
Aku akan menyerahkan hidupku padamu Tuan,terima kasih untuk semua kebaikan yang kau berikan padaku.Sudah saatnya aku membalas itu semua dengan menghabiskan sisa usiaku untuk selalu di sampingmu..-
๐๐๐
Silahkan like ๐
Komentar ๐ฌ
Klikโฅ๏ธ
Vote juga yah๐
Terimakasih ๐
Salam.. You are mine keysila โฅ๏ธ