You Are Mine...!!Keysila

You Are Mine...!!Keysila
bab 12



Pukul 06:20 pagi...keysila masih membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut tebal,beberapa kali bel pintu berbunyi namun dia hanya bergumah setengah sadar.Keysila terpaksa bangun karna bel itu terus-menerus berbunyi,matanya melirik malas ke arah jam dinding yang terpasang di atas lemari baju miliknya.


sudah pagi ternyata...


Dia mengikat rambutnya sembarangan sambil berjalan sempoyongan ke arah pintu apartemennya.Keysila melihat dari CCTV yang terpasang di depan pintunya sebelum membuka pintu tersebut.Hal itu biasa keysila lakukan karna dia sering di datangi pelanggan yang kadang memaksa untuk bertamu di apartemennya.


Bibir keysila tersenyum saat melihat Dion berdiri di balik pintu tersebut,tanpa pikir panjang keysila langsung membuka pintu dan menyambut kedatangan Dion dengan sangat senang.


"pagi sayang...astaga...apa aku mengganggu waktu tidurmu,"ucap Dion yang langsung merangkul kedua bahu keysila dan menggiringnya masuk."aku membawakanmu sarapan sayang,"Dion menutup pintu dan berjalan menuju dapur apartemen tersebut.


"aku belum mandi Dion,ini baru aja bangun,"


"kita makan dulu nanti keburu dingin,"Dion mendudukan keysila di salah satu kursi dan menyiapkan piring dan sendok untuk sarapan bersama.


"kenapa datang sepagi ini?"


"aku merindukanmu,semalam kan kamu pulang cepat,"jawab Dion menyiapkan makanan dalam piring.


Wajah keysila terlihat merah saat Dion mengatakan hal itu.


"makanlah,"Dion meletakan piring tepat di hadapan keysila,Dion baru menyadari jika wajah keysila terlihat merah karna ucapannya tadi.astaga....aku ingin melahap bibirnya saat ini juga...Dion menarik nafas panjang mencoba mengendalikan hasratnya saat dia melihat wajah keysila yang menurut dia sangat mengemaskan.


"makasi Dion.."


"sama-sama sayang,,"Dion duduk tepat di hadapan keysila."udah di telfon om Iwan belum??"


"entahlah...aku belum memeriksa ponselku,"jawab keysila menikmati makanannya.


"kamu langsung tidur kemarin??"


"hmm iya Dion,,kan mumpung pulang cepet.Kamu sendiri?"


"apa harus ku jawab berbohong atau jujur?"jawab Dion bertanya balik pada keysila.


"aku tau jawabannya,kamu pasti belum memutuskan kekasihmu yang lain kan?"kata keysila yang tau soal kelakuan Dion yang hobi berganti-ganti pasangan.


"iya sayang maaf,tapi cintaku cuma sama kamu kok,mereka cuma aku jadiin mainan aja,"


"jangan seperti itu Dion,kamu sama halnya merendahkanku juga karna kita sama-sama wanita."


"aku melakukannya atas dasar suka sama suka sayang,jadi tidak ada yang merasa di rendahkan olehku,"ucap dion menjelaskan.


"bisakah kamu berhenti melakukan itu Dion..!!"ucap keysila menatap tajam ke arah Dion.


"aku akan berusaha sayang."


"hmm baik,aku akan membantumu menjadi pria yang lebih baik,"jawab keysila tersenyum simpul ke arah Dion.


maaf key..aku harus membohongimu..kamu menyuruhku untuk berhenti tapi aku tidak mau menyentuhmu selama kamu belum jadi istriku,aku akan terus melakukan ini untuk melampiaskan semuanya.Aku akan melamarmu dalam waktu dekat ini keysila..karna aku sangat takut dengan ancaman Dean kemarin..aku tidak mau menyia-nyiakan waktuku lagi keysila...aku sungguh takut kehilanganmu..


***


Kediaman Deandra..


Dean menikmati sarapan paginya bersama dengan kedua orang tuanya,sebenarnya Dean sudah mempunyai kediaman pribadi yang di belinya dari hasil omset mini market miliknya yang sudah mempunyai puluhan cabang yang tersebar di seluruh kota.Namun karna keinginan sang mama,Dean jadi terpaksa tinggal bersama kedua orang tuanya.


"yah,,apa aku boleh minta sesuatu?"


"hmm minta apa?"


"aku menginginkan perusahan ayah yang berada di kota ****,"


"tidak perlu seperti itu Dean,itu juga milikmu,ayah akan menyerahkan semua perusahaan untuk kamu,asal cepatlah menikah."


"iya sayang..mama ingin sekali mempunyai cucu,"imbuh sang mama tersenyum ke arah Dean.


Dean tersenyum simpul sambil menatap ke arah sang mama."sabarlah ma,aku sedang berusaha mendapatkan sesuatu yang berharga."


"apa kamu sedang menyukai seseorang Dean?"


"hmm ya,tapi mungkin harganya sangat mahal.mangkanya aku membutuhkan perusahan itu untuk bisa mengeluarkannya dari masalah."ucap Dean menjelaskan.


"astaga Dean,,semua kuasa sudah ayah berikan padamu,"


"meski begitu aku harus izin padamu ayah,"


"ayah setuju apapun itu,"menepuk lembut pundak Dean."ayah gag nyangka kamu bisa berubah jadi sebaik ini Dean,ayah pikir dulu kamu akan jadi Badung dan nakal,ternyata tebakan ayah salah."imbuh ayah Dean tersenyum.


"mama yakin yah..kalo Dean bakal jadi orang hebat kayak kamu."


sebenarnya aku tidak sepenuhnya berubah,,terkadang aku merindukan saat seperti dulu,saat aku menghajar orang dengan kedua tanganku.Aku sangat menyukai sesuatu yang memicu adrenalin,aku suka dengan sebuah tantangan,dan tantangan terbesarku adalah mendapatkan hatimu keysila...kamu sungguh sudah mengikat hatiku erat,hampir setiap malam aku selalu memikirkan wajah polosmu yang sudah membuatku gila...kamu harus jadi milikku keysila..hanya jadi milikku...


Martin memasuki ruangan dengan membawa berkas yang di minta oleh Dean pagi tadi,dia bahkan sedikit kesal karena Dean membangunkannya pagi sekali saat dia masih sangat mengantuk.Jika dia tidak melakukannya,ancaman di pecat selalu di lontarkan oleh Dean.


"untuk apa berkas ini heii Dean,"ucap Martin meletakkan map berwarna biru tua di hadapan Dean.


"jangan terlalu banyak bicara mar,aku bisa memecatmu sekarang juga jika kamu terlalu banyak protes,"jawab Dean mengambil berkas tersebut dan memeriksanya.


"aku hanya bertanya Dean,kamu gag akan menjual perusahaan itu kan?"


"iya aku akan menjualnya...!! ini hanya perusahaan kecil untukku jadi terserah mau aku jual atau aku buang..!!!,sudah kamu siapkan uang yang aku minta?"


"hmm ini,"mengangkat sebuah koper yang tadi di letakkan pada kursi samping tempat duduknya."sebenarnya kamu mau melakukan apa Dean,kepalaku jadi pusing karna ulahmu yang menelfonku sepagi itu,"


"aku menginginkan keysila...dan aku harus mendapatkannya,ikut aku...,"ucap Dean berjalan ke luar ruangan.


"aduuuhhh dasar anak bos...kalo nyuruh enak bener,belum juga minum udah di suruh ikut dia lagi.."


Sebelum berjalan ke arah lift,Dean menghampiri meja elena yang berada tepat di depan ruangannya.


"baik pak,"jawab elena tegas.


"heiii Dean,kamu tidak memberiku sarapan dulu?aku sungguh sangat merasa lapar,"kata Martin yang baru muncul dari ruangan.


"sarapan aja...tapi kamu gag usah datang besok dan selamanya...,"Dean berjalan ke arah lift.


"astaga...dia selalu mengancamku,"Martin buru-buru menyusul masuk ke dalam lift.


Elena tersenyum kecil ke arah Martin yang sering kali mengeluh karna mengikuti keinginan dari Dean.


***


Dengan langkah tenang Dean masuk kedalam club' milik om Iwan dan di sambut hangat oleh om Iwan.Dean langsung di giring masuk ke arah kantor om Iwan yang berada di ujung ruangan.Keduanya duduk saling berhadapan sementara Martin duduk di samping Dean.


"apa anda ingin menyewa rose lagi tuan Dean??"


"bukan...,"


"terus tujuan anda apa hingga mengatur pertemuan sepagi ini,"tanya om Iwan yang belum tahu soal tujuan Dean.


"aku ingin menebus rose..."jawab Dean menatap tajam ke arah om Iwan.


astaga...apa ini alasan Dean membangunkanku pagi-pagi...


"maksudnya tuan??"


"bebaskan Rose,apa ini cukup,"Dean membuka koper hitam besar yang di bawah oleh Martin.


uang...banyak sekali....


"uang ini berjumblah 800 milyar,ini akan jadi milik anda jika anda menyerahkan Rose pada saya,"


keysila sungguh sudah jadi ladang emas buatku,aku tidak pernah menerima tawaran seperti ini sebelumnya..astaga...kalo aku membawa uang itu pulang,istriku pasti akan sangat senang...tapi bagaimana dengan Dion??dia pasti tidak setuju dengan ini...


"bukannya saya tidak mau tuan,tapi ada sesuatu yang harus saya pertimbangkan di sini,"


aku harus memikirkan perasaan Dion juga,,walaupun begitu dia itu keponakanku sendiri...


"saya akan menambahnya dengan ini,"menyerahkan berkas perusahaan pada om Iwan.


"apa ini tuan??"


"perusahaan ini juga akan jadi milik anda jika anda mau menyerahkan rose pada saya."


Dean sudah benar-benar gag waras...


Om Iwan mengambil berkas tersebut dan memeriksanya.


astaga...aku bisa mendadak kayak kalo seperti ini.


"omset perusahaan itu sudah mencapai 200 juta perhari,jadi anda tidak perlu khawatir soal kerugian."


Kalo aku terima Dion bakal marah besar sama aku..


Om Iwan mengembalikan berkas pada Dean."maaf tuan saya tidak bisa,karna ini berhubungan dengan janji saya pada keponakan saya."


"maksud anda bagaiman?"


"Rose adalah wanita yang di sukai oleh keponakan saya,jadi saya tidak berhak atas semua ini."ucap om Iwan yang lebih takut pada Dion ketimbang harus menerima semua itu,sebab om Iwan tahu jika Dion itu tempramen nya sangat buruk.


"Anda serius berkata seperti ini?"tanya Dean menatap lekat ke arah om Iwan dengan senyuman yang lebih mirip seperti sebuah ancaman.


"maaf tuan,saya lebih takut keponakan saya marah daripada harus menerima semua ini,"


"hmm seperti itu."Dean menganggukkan kepalanya seolah dia setuju dengan apa yang menjadi keputusan om Iwan.


"sebaiknya anda menyewa rose sebagaimana mestinya tuan,"kata om Iwan menjelaskan.


"siapa anda hingga anda bisa menyuruh saya seperti itu...!!!!,"Dean mengebrak meja sambil menatap tajam ke arah om Iwan.


"M-maafkan saya tuan,saya sungguh tidak bisa memenuhi keinginan anda."om Iwan bergidik ngeri melihat ekspresi Dean saat ini.


"penawaran terakhir dari saya..jika anda tidak menerima semua ini dan bersih kukuh untuk mempertahankan Rose.!! Saya pastikan dalam waktu 1×24 jam usaha anda akan saya tutup..!!"


Mata om Iwan melebar saat mendengar hal tersebut."jangan seperti itu tuan,anda sama saja mengancam saya,"kata om Iwan memohon.


"saya sudah memintanya secara baik-baik kan tadi tapi anda tidak menerima itikat baik saya,saya bahkan tau tempat ini tidak berizin,jadi fikirkan lagi...kamu terima tawaran saya atau tempat ini akan tutup selamanya,saya tunggu jawaban anda besok pagi,kita pergi Martin.."


Dean membawa berkas diikuti oleh Martin yang membawa koper besar yang berisi uang.


"aku harus bicarakan ini dengan Marni...aku harus berbuat apa,jika aku bicarakan dengan Dion sudah pasti dia tidak akan setuju dengan ini,astaga..kenapa jadi serumit ini masalahnya, sebenarnya siapa keysila??hingga membuat pengusaha seperti Dean rela untuk menebusnya dengan harga mahal..-



NB.ilustrasi dari keysila..



NB.ilustrasi dari Deandra😍


**Silahkan like dan komentar di bawah


Vote Author juga ya please😁biar bisa terus berkarya😊di tunggu ya teman-teman..


makasih 😘😘**