
kediaman Deandra
Pukul 22.00 malam tiba-tiba keysila terbangun dari tidurnya,dia merasakan nyeri di perut yang sering di rasakannya saat akan tiba datang bulan.
"astaga jangan sekarang,"keysila duduk dan melihat ke arah jam dinding."aduhh tapi rasanya sudah akan keluar,gimana ini??bik ira sudah pulang belum ya?"
Keysila terpaksa bangun dan keluar dari kamar,dia menuruni tangga berjalan menuju ke arah dapur namun tidak ada bik ira di sana.Bahkan kamar pembantu pun terlihat kosong.
"aduhh gimana ini,"
keysila mengusap-usap perutnya sambil mengerutkan keningnya dan berjalan ke arah depan.Terlihat ada satu orang penjaga di depan pintu sedang menikmati secangkir kopi hangat.
"hei nona mau kemana??"penjaga itu meletakkan kopi pada meja dan berjalan menghampiri keysila.
"bolehkan saya keluar pak?"
"tidak boleh nona,ini sudah sangat malam,jika nona membutuhkan sesuatu nona bilang saja sama saya biar saya belikan,"jawab penjaga sopan.
masa aku harus menyuruh dia membeli pembalut sih??.
"saya mohon pak,izinin saya keluar sebentar,saya mau mencari mini market yang masih buka jam segini,setelah itu saya berjanji akan balik ke sini lagi,atau bapak bisa ikutin saya juga tidak apa-apa,"
"maaf nona..ini perintah dari tuan Dean..jadi saya tidak bisa mengizinkannya."
apa aku harus izin sama Dean?.
"baik pak saya akan izin tuan Dean dulu."
keysila tersenyum sejenak lalu menaiki tangga menuju ke arah kamar milik Dean yang berada tepat di samping kamarnya.Keysila mematung beberapa saat padahal tangannya sudah hampir menyentuh pintu karna berniat akan mengetuknya.Namun tiba-tiba pintu itu terbuka dengan sendirinya membuat keysila kaget dan berjalan mundur menjauhi pintu.
"apa kamu takut tidur sendiri sayang??"goda Dean tersenyum ke arah keysila yang terlihat kaget.
Deg...!!
"kenapa kamu berfikir seperti itu??"jawab keysila menatap Dean melotot.
"lantas kenapa kamu berada di depan pintu kamarku,jika kamu takut tidur sendirian,aku sangat siap menemanimu,"
"dasar mesum..!"runtuk keysila lirih.
Dean tertawa terkekeh mendengar ucapan tersebut."aku mendengar suara berisik,apa itu kamu sayang??"
"hm iya tuan..aku mau keluar tapi anak buahmu tidak mengizinkannya,"jawab keysila lirih.
"ini sudah sangat malam,jika kamu membutuhkan sesuatu kamu bilang saja ke mereka,"
"aduuuhhh...,"eluh keysila lirih serayap memegang perutnya.
"apa kamu lapar sayang?"
"tidak tuan...ada sesuatu yang mewajibkan ku untuk keluar sekarang.."keysila menatap Dean dengan wajah memelas.
"kamu ingin membeli sesuatu??"
"iya...bisakah kamu memberiku izin tuan,rasanya aku sudah tidak sanggup menahannya,"keysila kembali mengusap perutnya serayap mengerutkan keningnya.
"apa yang kamu butuhkan,biar aku belikan?"
"kamu tidak akan paham dengan ini tuan,aku mohon izinkan aku keluar,aku hanya ingin mencari mini market yang masih buka saja,"
"baik mari aku antar.. sebentar..."
Dean masuk kamar untuk mengambil kunci dan sebuah jaket,namun jaket itu tidak di pakainya melainkan hanya di bawanya keluar.Dean tersenyum dan berdiri tepat di hadapan keysila.Dengan lembut dia memakaikan jaket tersebut ke tubuh keysila yang terlihat mungil baginya.
"apa tidak ada jaket yang lebih besar lagi tuan??"
"maaf sayang,,aku lupa membelikanmu jaket untuk keluar saat malam begini,besok kita beli jaket untukmu,sementara pakai ini saja ya."ucap Dean yang masih fokus memakaikan jaket.
Keysila menatap wajah Dean saat ini,namun dia langsung menunduk saat di rasa Dean melirik ke arahnya.
Dean sangat baik padaku..apa perkataannya benar jika sampai saat ini Dion hanya memanfaatkanku??tapi...selama ini dion sudah tidak pernah meminta uang padaku seperti dulu,dan terakhir kali bertemu sikap Dion begitu manis.Tuhan..baru saja aku merasa bahagia karna cintaku yang berbalas,tapi kenapa aku jadi terjebak di sini??..aku merindukanmu Dion...
"kamu memikirkan sesuatu??"tanya Dean yang melihat keysila seolah tidak fokus.
"hm ya..aku merindukan Dion.."jawab keysila yang membuat jantung Dean seolah berhenti berdetak."aku baru saja menjadi kekasihnya kemarin tuan,tapi kamu malah mengambilku dengan cara seperti ini.Aku sudah menyukai dia sejak SMP dan baru kemarin kita jadian,lantas sekarang aku bersamamu,kamu pasti paham perasaanku seperti apa saat ini tuan?..Sejak aku di usir dari rumah budhe,Dion adalah orang yang paling berarti di hidupku,sebab aku tidak mempunyai siapapun di sini,jadi wajar jika aku menumpukan hidupku padanya."
Dean menarik nafas panjang mencoba mencerna semuanya dan memadamkan api cemburu yang mulai menjalar di otakknya.aku tidak boleh egois untuk saat ini,karna memang aku sudah mengambil nya secara paksa,jika suatu saat aku bisa memiliki hatimu,aku tidak akan membiarkan lelaki manapun masuk ke fikiranmu.
"emm mulai detik ini,bisakah aku yang menjadi tumpuan hidupmu keysila??"
keysila tertawa kecil mendengar jawaban dari Dean saat ini."aku bahkan tidak memahami kamu lelaki seperti apa tuan.."
"suatu saat kamu akan memahami aku lelaki seperti apa keysila..,"Dean tersenyum ke arah keysila meski rasanya dia sangat kecewa mendengar ucapan keysila tadi.
"hmm iya tuan,,kamu sudah membeliku jadi aku sudah pasrah atas semua hidupku.Bisakah kita berangkat sekarang??"keysila menatap ke arah Dean yang jauh lebih tinggi darinya.
"tentu sayang.."
mendengar kenyataan bahwa kamu terpaksa bersamaku itu membuatku sakit keysila...tapi aku tidak akan membiarkanmu berada di dunia yang kamu tempati kemarin..dan yang paling penting adalah..aku mencintaimu...jadi aku tidak akan melepaskanmu dengan mudah..
skip..
.
.
.
Seperti biasa Dean membukakan pintu mobil untuk keysila namun keysila tidak langsung masuk dan malah melihat ke arah Dean.
"kenapa lagi?"
"kamu tunggu di sini tuan,biar aku yang masuk,"
"aku ingin mengatarkanmu sampai ke dalam,"
"tidak bisa tuan,aku malu...,"jawab keysila lirih dan ada rona merah di pipinya sehingga membuat Dean makin menggila.
astaga...aku ingin mengigit pipi merahnya saat ini juga..
"hmm baik aku akan menunggumu di sini,masuklah.."Dean mengeluarkan dompet dan menyodorkan beberapa lembar uang pada keysila.
"maaf tuan,aku masih mempunyai sedikit simpanan,"keysila memperlihatkan dompetnya.
"ini sudah kewajiban ku, terimalah,"Dean memegang tangan kanan keysila lembut dan memberikan uang tersebut.
"terima kasih,"ucap keysila yang terpaksa menerima uang tersebut.
"hm iya,buruan aku tunggu di sini,"Dean menyandarkan tubuhnya ke mobil mewahnya.
"aku hanya sebentar tuan...permisi..,"Keysila berlari kecil masuk ke dalam mini market tersebut.
Saat keysila sudah benar-benar masuk ke dalam,Dean berjalan perlahan dan mengikuti keysila dari belakang.Keysila mengambil dua buah pembalut dan menaruhnya ke dalam keranjangnya,tidak lupa dia membeli minuman peredah rasa sakit khusus untuk datang bulan,karna minuman itu memang selalu di konsumsi keysila saat datang bulan seperti sekarang.
"apa kamu tidak ingin aku ikuti karna malu dengan barang yang kamu beli?"
Mata keysila melebar dan langsung berbalik badan.
"tu..tuan kenapa kamu mengikutiku??"kata keysila terbata-bata.
"aku hanya penasaran dengan barang yang kamu beli,"
Keysila langsung menyembunyikan keranjang belanjaannya.
"tidak perlu seperti itu,aku sudah melihatnya,"
"kamu sangat tidak sopan tuan,bukannya kamu berjanji untuk menungguku di luar,"runtuk keysila kesal.
"iya maaf,itu juga salahmu,kenapa membuatku penasaran, sebaiknya langsung kamu bayar,ini sudah larut sayang,"
"hmm...,"keysila langsung balik badan lalu berjalan ke arah kasir.
apa itu sesuatu yang sangat memalukan bagi wanita??kenapa wajahnya jadi makin memerah hahaha...
Di dalam mobil,suasana kembali mencekam karna keysila hanya berdiam diri dan masih berusaha menyembunyikan belanjaan miliknya.Sementara Dean senyum-senyum melihat sikap konyol keysila.
"aku sudah melihatnya,kenapa kamu masih sembunyikan?"tanya Dean yang masih terus tersenyum.
"apa ini kelihatan lucu tuan?kenapa daritadi kamu tidak menghentikan senyumanmu itu,"jawab keysila melirik malas ke arah Dean.
"maaf..maaf..aku hanya menertawakan sikap konyolmu bukan barang yang kamu beli,"
"hm.."keysila menatap fokus kedepan."Tuan bukankah dulu kamu bilang jika kamu pegawai mini market tapi kenapa penampilan kamu saat ini berbeda?apa dulu kamu berbohong padaku?"tanya keysila tanpa menatap ke arah Dean.
"hm entahlah kenapa saat itu aku berbohong padamu,tapi saat itu aku memang serius dengan perkerjaan itu,hanya saja posisiku bukan sebagai pegawai tapi pemilik mini market itu,"jawab Dean menjelaskan.
"berarti tadi mini market milikmu??"keysila langsung menatap ke arah Dean.
"bukan sayang,mini market ku tidak ada yang beroperasi selama 24 jam,"
"hm begitu?"
"apa lagi yang kamu ingin tau dariku,kamu boleh bebas bertanya padaku,"
"untuk apa kamu mencariku tuan?bukannya itu hal yang sangat bodoh?"
"awalnya aku hanya berniat mengembalikan kalung itu,tapi semakin hari rasanya perasaanku semakin aneh saja.Aku tidak bisa melupakan saat pertama kita bertemu,rasanya suara lembutmu selalu terngiang-ngiang di otakku.Aku bahkan masih mengingat suaramu saat pertama kali kamu sebut namamu°aku key,,keysila°,"
Keysila tertawa kecil membuat Dean langsung tersenyum ke arahnya."aku bahkan sudah melupakan hal itu tuan, kenapa kamu masih mengingatnya...astaga...,"ucap keysila mencoba tersenyum ke arah Dean.
"hmm aku terlihat bodoh ya.."
"iya sedikit,"keysila kembali tertawa dan itu membuat Dean ikut merasa senang.
"ibumu pasti cantik key?"
"kenapa bertanya soal itu tuan??"
"kamu cantik sekali,apa wajahmu mirip dengan ibumu?"
"hmm entahlah tuan,mungkin juga seperti itu.
"kok mungkin?"
"ibu meninggal saat aku masih kelas 4 SD dan sudah sejauh ini aku tidak pernah berkunjung ke sana..."Raut wajah keysila berubah sedih.
"kenapa tidak kesana?mau aku antar??"Dean menatap serius ke arah keysila.
"maaf tuan,aku lupa tempat tinggalku dulu,jika aku ingat mungkin aku memilih pulang ke sana saat budhe mengusirku dulu,"
"apa kamu tidak bertanya pada budhemu nama dusunnya apa?"
"hmm pernah??tapi dia selalu marah jika aku membahas itu,sudahlah tuan mungkin aku terlalu bodoh hingga tidak tau nama desaku sendiri,"
"bagaimana dengan surat kelahiran,ijazah atau surat-surat lain yang menjelaskan soal tempat lahirmu dulu??"tanya Dean yang merasa sedikit aneh dengan sikap budhe Rani.
"hmm budhe menyimpannya dan aku tidak pernah tau surat itu berada di mana,dia hanya meletakan ijazah SMP saja di tasku dulu,"
"jadi selama ini kamu gag pernah berkunjung di pusaran ibumu,"
Keysila hanya mengelengkan kepalanya."aku merindukannya tuan,hanya saja aku takut membuat budhe Rani marah karna hal itu,jadi aku memilih diam."
"bolehkan aku tau alasan kenapa budhe kamu tega mengusir kamu seperti ini?"
apa aku harus bercerita soal itu??aku juga merasa ada yang aneh dari budhe Rani,padahal dulu waktu ibu masih ada,budhe Rani itu sangat lembut dan baik padaku.Tapi setahun lalu..kenapa dia jadi semarah itu??padahal aku hanya berbincang dengan pak de Yanto yang sudah aku anggap ayahku sendiri.Dan satu hal yang membuatku makin binggung...budhe Rani seolah mencegah aku untuk datang ke desaku yang dulu,dia bahkan tega menghukum aku saat aku ingin bertanya tentang masalah itu..banyak pertanyaan yang belum terjawab di sini,dan sampai saat ini aku masih takut untuk kembali kesana,rasanya aku masih ingat mata merah budhe Rani waktu itu serayap berucap°dasar wanita murahan!!pelakor!!perebut suami orang!!°aku bahkan tidak mengerti maksud ucapan itu apa??..
Keysila tersadar dari lamunannya saat Dean menyentuh lembut pipinya dan mengusap air mata yang mengalir di sudut matanya,sontak hal itu membuat pandangan keduanya bertemu.Hembusan nafas Dean bahkan terasa hangat menerpa wajah keysila saat ini,Sesaat seperti itu hingga keysila menyadari jika bibir Dean terbuka sedikit seolah akan menciumnya.
apa dia akan menciumku??"
"maaf tuan..."keysila mendorong lembut dada Dean agar menjauh.
astaga hampir saja aku tidak bisa mengendalikan perasaanku..
"maaf key aku tidak bermaksud begitu,"
"hmm iya tuan tidak masalah,"ucap keysila gugup.
kenapa aku jadi bilang tidak masalah??harusnya kan aku marah kepadanya karna dia berniat menciumku..
Suasana yang terasa aneh membuat keysila ingin cepat keluar dari sana,dia berusaha membuka pintu mobil namun tidak terbuka.
"apa kamu akan turun di sini sayang?"
"maksudnya tuan?"
"ini belum sampai sayang,lihatlah sekitarmu,"Dean tersenyum melihat tingkah konyol keysila.
"astaga maaf tuan aku tidak melihatnya,lantas kenapa anda berhenti?"keysila kembali duduk tegak.
bodoh banget sih aku,,,jadi kelihatan makin aneh rasanya...
"aku hanya ingin menenangkan perasaanmu saja key,kita lanjut ya.."Dean kembali melajukan mobilnya.
Dan suasana mobil kembali mencekam...-
**silahkan like dan komen di bawah
minta Votenya donk biar Author makin semangat dalam berkarya 🤗
makasi 😘😘😘**