
Dean menarik nafas panjang sebelum melontarkan keputusan yang akan di ambil saat ini.Dia sungguh tidak sampai hati melihat keysila menitihkan air mata di hadapannya seperti sekarang.
"Lepaskan dia."Tutur Dean lirih.
"Aku tidak akan mau pergi jika tidak membawa keysila bersamaku.."Sahut Dion yang mengira jika Dean akan membawa keysila lagi.
"Bawalah keysila ikut serta bersamamu."Ucap Dean serayap menatap lekat ke arah keysila,perlahan Dean melangkahkan kakinya mendekati keysila yang masih mematung dengan wajah yang penuh dengan air mata."Tidak ada yang lebih sakit dari ini Key."Perlahan Dean mengangkat kedua tangannya dan mengusap lembut kedua pipi keysila yang terlihat basah karena air mata."Mungkin benar jika aku terlalu egois untuk ini,memaksakan kehendak sendiri dengan kekuasaanku.Tapi aku melakukan ini karena aku benar-benar menyukaimu.."
Deg...!!
"Jika kau keberatan dengan semua ini,hmm baiklah...Aku akan belajar melupakan segalanya,pergilah dengan dia lebih baik aku melepaskanmu daripada harus melihatmu menangis seperti ini."Dean merengkuh erat tubuh keysila dan dengan kasarnya keysila mendorong tubuh Dean agar menjauh darinya.
"Aku membencimu tuan..!!"
"Ini milikmu,bawalah.."Memberikan semua kantung belanjaan meski emosi Dean rasanya menjalar di seluruh tubuhnya saat ini.
"Aku tidak mau menerima ini..!"Ujar keysila yang tidak mau menerima barang itu.
"Hmm baik,besok pagi biar anak buahku yang mengantarkan semua barang-barangmu ke apartemen milikmu."
"Hmm baik aku permisi tuan,terima kasih untuk semuanya,aku akan menyuruh om Iwan mengembalikan semua yang sudah kau berikan padanya."Tutur keysila yang tidak berani menatap manik milik Dean.
"Tidak perlu..Aku sudah mengikhlaskan itu semua,anggap saja itu untuk membayar waktumu selama ini."
"Hmm aku permisi."Ucap keysila yang berjalan ke arah Dion tanpa melihat ke arah Dean sedikitpun.
Keysila meraih lengan Dion dan membantunya untuk berdiri,Dion tersenyum meledek ke arah Dean sebab dia merasa jika dia yang jadi pemenangnya.Dean sendiri masih mematung meski keysila sudah terlihat pergi meninggalkan parkiran mall dengan mobil milik Dion.
"Berarti kita sudahi penyelidikan ini tuan"Tanya Alex.
"Lanjutkan saja,aku tidak ingin terjadi apa-apa pada keysila,jika ada sesuatu yang mencurigakan hubungi saya."Tutur Dean yang pergi begitu saja dengan membawa belanjaan milik keysila.
***
๐Mobil Dion๐
Meski wajah Dion terlihat lebam namun bibir Dion tersungging sebab dia merasa senang saat ini,Dion meraih jemari keysila erat serayap menciuminya beberapa kali.
"Aku sangat merindukan mu sayang."Tutur Dion sambil fokus menyetir.
"Aku juga Dion."Tersenyum dengan rona merah di wajahnya."Bagaimana bisa kamu tahu aku di sana?"
"Aku mengikutimu sejak dari rumah milik Dean."
"Itu berarti kau mengikutiku waktu itu?"
"Hmm iya sayang aku tidak ingin kehilanganmu."Dion kembali mencium punggung tangan milik Keysila.
Sesaat Keysila terdiam,sebab ada yang aneh saat ini,ada sedikit rasa sesak yang entah datang darimana.Dia terbayang saat Dean mengusap pipinya dengan lembut tadi,di tambah dengan wajah sedih Dean yang rasanya mulai melekat dalam ingatan Keysila saat ini.
Apa aku sudah mengambil keputusan yang benar?Pasti benar kan?Sebab ini memang yang ku mau...
"Kamu memikirkan apa sayang?"
"Tidak ada Dion..."Tersenyum.
"Kita langsung ke apartemen milikmu ya."Ucap Dion yang tangannya masih mengengam erat jemari keysila.
"Hmm iya Dion..."Jawab keysila yang masih mengingat raut wajah Dean tadi.
***
Setibanya di rumah miliknya,Dean langsung bergegas menuju kamarnya,dia langsung duduk di tepian tempat tidur,tanpa menyalakan lampu kamar,dengan tangan yang mengepal kuat,sebab saat ini emosinya sedang meluap-luap.Jika dia mau,dia bisa langsung menyingkirkan Dion saat itu juga,namun wajah keysila kembali menciutkan amarahnya.Air mata yang memenuhi raut wajah keysila selalu meluluh lantahkan amarahnya yang biasanya tidak bisa terkontrol.
"Sebegitu bodohnya dirimu Keysila,hingga kau sangat ingin melindungi lelaki s#alan itu..!! Aku tidak memahami jika cinta sebodoh ini..!! jika bisa memilih,aku juga tidak ingin jatuh cinta kepadamu,apa aku yang salah sudah melabuhkan cinta di hati yang salah.Atau keysila yang salah telah melabuhkan cintanya di hati yang salah?Dasar cinta bodoh..!!! Aku tidak akan jatuh cinta lagi..!!! Jika keysila tidak dapat kumiliki,selamanya aku akan seperti ini..!! Aaaaaggggghhhh sial..!!!"Dean berdiri dan mengobrak-abrik isi kamarnya sendiri.
***
๐ Apartemen keysila๐
"Bagaimana rasanya berada di istana sana sayang?"Tanya Dion tersenyum ke arah Keysila.
"Tidak terasa apa-apa Dion sebab aku tidak mengharapkan hal seperti itu."Membalas senyuman Dion.
"Pikirkan lagi Key,aku tidak sekaya Dean yang bisa mempersembahkan istana seperti itu,aku hanya mempunyai sebuah cinta yang tidak akan membuatmu kenyang bahkan mungkin bahagia.."
"Itu saja sudah cukup Dion,aku memang mencari ketulusan di sini,aku tidak membutuhkan itu semua."Jawab keysila yang membuat Dion semakin mencintai gadis di hadapannya.
"Terima kasih sudah memilihku."
"Hmm iya...Tapi aku akan menagih janjimu untuk berubah,tadi siang Dean memperlihatkan beberapa foto tentangmu yang masih berjalan dengan banyak wanita."
Deg...!!!
Apa dia tahu jika aku juga berjalan dengan Tante Rani?
"Terus..?Jika kau tahu itu,apa kau akan membenciku keysila?"
"Aku ingin menjadi satu-satunya Dion bukan salah satunya."Tutur keysila tegas.
"Baik sayang akan ku putuskan semua kekasihku besok."
Aku harus bergerak cepat,aku harus meninggalkan Tante Rani agar keysila tidak sampai mengetahui hal itu.Setelah itu kita akan segera menikah sayang,aku tidak ingin lagi kehilanganmu seperti kemarin.
"Apa kau ingin menikah denganku keysila?"Ucap Dion dan sontak hal itu membuat keysila menghentikan aktivitasnya.
"Menikah??"Jawab keysila lirih.
"Hmm iya,hidup bersamaku,kejadian kemarin cukup membuatku semakin takut kehilanganmu."Tutur Dion dengan jemari yang terangkat dan perlahan mengusap lembut pipi halus keysila."Jika kau mau,aku akan mempersiapkan hal itu secepatnya,aku ingin resmi memilikimu Key agar tidak ada lagi yang bisa mengambilmu dari tanganku."Imbuh Dion menjelaskan.
Berarti Dion sangat mencintaiku bukan?Aku sangat bahagia tuhan..
"Emm aku mau Dion..."Jawab keysila lirih.
"Terima kasih sayang,aku akan segera mempersiapkan semuanya."Tutur Dion yang masih memainkan jemarinya di wajah cantik keysila membuat tubuh keysila bergetar saat ini.Beberapa kali nafas panjang di keluarkan keysila agar dia bisa mengendalikan perasaanya saat ini."Apa aku boleh menyentuh ini keysila."Telunjuk Dion menyentuh lembut bibir keysila.
"Emm Tapi Dion..?"
"Buktikan jika kau juga mencintaiku,aku sudah menahan ini sejak lama Key.Apa kau ingin aku menyentuh wanita lain hanya untuk menyalurkan hasrat ini?Kau ingin melihatku seperti itu lagi Key?Kau paham kan jika aku bergonta-ganti pasangan hanya karena tidak ingin merusakmu?Jika kau ingin aku seutuhnya hanya milikmu,aku meminta hal itu sekarang."Ucap Dion yang terasa seperti sebuah ancaman.
"Tapi Dion,aku tidak ingin melakukan itu sebelum kita menikah."
"Aku hanya ingin ini."Jemarinya masih bermain di bibir merah keysila.
"Hmm baiklah,hanya sebuah ciuman bukan."
"Iya sayang..."
Dion mulai mendekatkan wajahnya dan mel#mat lembut bibir keysila,Dion mengigit bibir bawah keysila membuat keysila membuka mulutnya sehingga Dion bisa memperdalam ciuman mereka.L#matan yang tadinya lembut berubah jadi sedikit kasar saat Dion mulai menjelajahi tubuh keysila dengan jemari tangan yang satunya.Keysila bahkan tidak tahu jika Dion sudah sangat Ahli dalam melakukan hal ini,dia begitu lihai membuat lawan mainnya terhanyut dalam setiap sentuhannya.
Aku bukan tidak bisa keysila,aku hanya tidak mau menyentuhmu,lihatlah sekarang,kau bahkan sudah terbawa suasana bukan.Maaf keysila,aku harus melakukan ini agar kau tidak bisa lari dariku lagi..-
Haiiii๐๐
Terimakasih yang masih setia ๐
Silahkan like ๐
Komentar ๐ฌ
Klik โฅ๏ธ
Vote juga please ๐
Salam sayang
You are mine!! Keysila..๐