
Dean dan Keysila makan di sebuah restoran yang tidak jauh dari kediaman mereka,dari awal datang,Keysila merasa sikap posesif Dean kembali terlihat.Dia tidak ingin di layani dengan pelayan Lelaki dan hanya mau di layani oleh pelayan wanita.Dean bahkan tidak perduli jika harus menjadi tontonan karena permintaanya itu,sebab dia tidak ingin ada lelaki lain yang mendekati Keysila meskipun hanya meliriknya sekalipun.
"Seharusnya tidak perlu berbuat itu sayang,emm aku selalu memegang janjiku jika sudah berucap."Tutur Keysila lembut.
"Meskipun begitu,kamu sekarang milikku Keysila,aku tidak mau milikku di lihat lelaki lain secara berlebihan."Jawab Dean menjelaskan.
"Di sini tidak ada yang lebih baik dari kamu sayang jadi untuk apa kamu mempunyai fikiran seperti itu?"
"Mereka tetaplah seorang lelaki,sudahlah..Tambah makananmu."Tersenyum.
"Aku sudah merasa kenyang sayang.Emm sayang.."Menatap ke arah Dean.
"Iya sayang kenapa?"
"Apa benar kamu tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita?"Tanya Keysila lirih.
"Hmm iya..Aku tidak pernah merasa tertarik pada siapapun kecuali dirimu,dan lagi itu memang bukan duniaku sayang.Aku lebih suka mencoba sesuatu yang memacu adrenalin daripada harus menjual tampangku kepada banyak wanita,menurutku itu membuang waktu saja."
"Termasuk aku?"
"Hmm ya,jika aku bisa,aku sudah melupakanmu satu tahun yang lalu,tapi nyatanya aku tidak bisa melakukan itu.Mungkin kamu sudah masuk di sini sejak awal."Menunjuk dadanya."Emm selama persiapan pernikahan kamu nggak apa-apa tinggal sama mama dan Ayahku,sebab daripada bolak-balik mengurus ini itu."Menatap manik Keysila.
"Aku malah merasa senang jika seperti itu."Tersenyum ke arah Dean.
"Aku tidak percaya jika sebentar lagi kita menikah sayang,aku bahkan sudah menyerah kemarin meski aku tidak mundur satu langkah pun.Setelah ini aku berjanji akan menjagamu dengan baik sayang,meski aku sendiri tidak seberapa paham bagaimana cara memperlakukan wanita dengan baik,tapi aku akan berusaha untuk itu."Tangan Dean mengusap lembut puncak kepala Keysila dan berhenti di pipi kanan milik Keysila yang saat ini mulai berubah warna,sebab Dean tengah memperhatikan setiap inci wajah Keysila yang memang sangat cantik.
"Ehemm sayang,ini di tempat umum."Tutur Keysila yang tidak berani membalas tatapan manik Dean saat ini.
"Aku ingin cepat membuatmu jatuh cinta padaku sayang,agar aku tidak hanya bisa memiliki ragamu tapi hatimu juga."
"Hmm iya tapi tidak seperti ini juga Tuan."Tangan kecil Keysila meraih jemari Dean yang berada di pipinya lalu menurunkannya.
"Jika kamu merasa gugup itu berarti kamu mempunyai perasaan yang sama denganku bukan.
"Hmm entahlah sayang tapi aku selalu berdebar-debar jika bersamamu seperti ini."Tutur Keysila yang tidak pernah berbohong.
"Astaga aku senang sekali."Tersenyum."Apa kamu merasa lelah sayang."
"Tidak sayang.."
"Aku ingin menghabiskan malam ini bersamamu, kita berjalan-jalan sebentar di sekitar sini ya."Keysila mengangguk setuju serayap tersenyum ke arah Dean.
♥️♥️♥️
.
.
.
.
.
🌅🌅🌅
Pagi itu Keysila terlihat bersolek di depan kaca sebab hari ini dia akan ikut serta ke perusahaan Dean.Itu keinginan dari Keysila karena dia tidak ingin melihat Dean terlalu lelah di perjalanan,sebab jarak antara rumah dan perusahaan yang cukup jauh.
Bibir Keysila Tersenyum ketika mengingat semalam,Dean memang tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun,namun Keysila merasa jika sikap Dean sangatlah manis.Meski terkadang sedikit keterlaluan karena Dean sedikitpun tidak ingin ada lelaki lain berada di dekatnya atau sekedar memperhatikannya.
"Sikap Dion juga seperti Tuan Dean namun aku merasa ada perbedaanya sekarang, perasaan berdebar yang di timbulkan Tuan Dean sangat berbeda dengan Dion.Aku baru mengerti jika Dunia sangat banyak tipuan,ketulusan dan kemodusan bahkan tidak ada bedanya.Terima kasih Tuhan sebab engkau telah mengungkap semuanya sebelum aku menikah dengan orang yang salah."Tutur Keysila Seolah berbicara dengan dirinya sendiri.
"Kamu sedang berbicara dengan siapa sayang?"Sahut Dean yang membuat Keysila langsung menatapnya dari pantulan cermin.
"Dulu aku memang tidak berprotes atas permintaanmu itu sayang,tapi untuk saat ini hmm kamu harus terbiasa seperti ini.Apa esok aku harus mengetuk dahulu sebelum masuk ke kamar istriku."Dean berjalan mendekati Keysila dan berdiri tepat di belakang tempat Keysila duduk.
Wajah Keysila langsung memerah saat dia melihat Dean terlihat tampan dengan setelan jas berwarna biru muda. Tuanku memang sangat tampan,kenapa dia memilih wanita sepertiku.Jika hanya cantik,hmm masih banyak wanita yang lebih cantik di luaran sana..
Cup...!!
Satu kecupan mendarat di pipi milik Keysila,membuat Keysila langsung melebarkan matanya.
"Morning kiss baby."Tersenyum ke arah Keysila dari pantulan cermin.
Deg..!!
Aku semalam tidur malam karena ingin belajar bagaimana cara memperlakukan wanita dengan manis.. Batin Dean.
"Terima kasih sayang."Jawab Keysila yang masih tidak berani membalas tatapan Dean.
"Apa kamu sudah siap."
"Hmm sudah sayang,apa aku harus membawa baju untuk tinggal di sana?"Tanya Keysila yang langsung berdiri dan mengambil tasnya.
"Tidak perlu sayang,aku tadi sudah suruh Alex untuk menyiapkan semuanya di sana.Kita sarapan di luar saja sebab hari ini Bik Ira sudah ku liburkan selama kamu tinggal bersama mama,mungkin dia hanya datang nanti siang untuk bersih-bersih."Jawab Dean menjelaskan.
"Ya sudah sayang,aku ikut saja."Tersenyum.
Suara Keysila yang lembut membuat perasaan Dean makin terhanyut,hari ini dia merasa sangat teramat bahagia karena akhirnya dia bisa mendapatkan apa yang dia mau.Dean merasa jadi orang yang paling bahagia di dunia,wajahnya jadi bersinar dan tidak gelap seperti sebelumnya.
🚗🚗🚗
Setibanya di perusahaan Dean di sambut penuh hormat di sana,bahkan para karyawan masih saja bersikap tegang sebab mereka tidak ingin sampai di pecat karena kesalahan kecil.Keysila mengerutkan keningnya melihat keadaan sekitar yang memang terasa sangat kaku,para karyawan bahkan harus berdiri tegak dan menunduk saat Dean tengah melintas.
"Sebentar sayang ."Keysila menghentikan langkahnya saat melihat Elena tengah berdiri dan menunduk seperti yang di lakukan karyawan lain.
"Apa kamu melupakan sesuatu sayang?"Jawab Dean menoleh ke arah Keysila.
"Emm bolehkah aku mengobrol sebentar dengan Elena sayang."
"Kamu ingin membicarakan apa?"
"Sepuluh menit saja setelah itu aku akan menyusul masuk ke ruanganmu."Tutur Keysila tersenyum ke arah Dean serayap mengengam lembut jemari kekar milik Dean membuat Dean tidak bisa menolak permintaan tersebut.
"Lakukan sayang,sepuluh menit ya,jika lebih dari sepuluh menit kamu akan ku hukum."Tersenyum dan mengusap lembut ujung kepala Keysila.
"Hukuman apa?"
"Itu rahasia sayang,cepat selesaikan aku akan ke dalam dulu."Dean langsung masuk ke ruangannya yang hanya berjarak tiga meter dari meja milik Elena.
Tuan Dean ada-ada saja.-
Holla🙋
Silahkan like 👍
Komentar 💬
Klik ♥️
Vote juga please 😘
Terimakasih 😁
Salam sayang you are mine keysila ♥️