
🌇 Club 🌇
Dion duduk di salah satu kursi di club dan memesan minuman keras pada pelayan,Om Iwan langsung menghampiri Dion yang terlihat tengah duduk sendirian.
"Mana Keysila?Katamu kau akan membawanya ke sini,aku merindukan dia Dion."Ucap Om Iwan duduk di samping Dion.
"Semua sudah hancur Om gara-gara nenek-nenek itu..!!"Dion meneguk satu gelas kecil minuman keras dalam satu kali nafas.
"Maksudmu Dion?"
"Om tahu, tante-tante yang sering memberikanku uang dan barang-barang Brenden termasuk mobil baru yang sering ku pakai?Dia itu adalah Budhenya Keysila."Jawab Dion lirih.
"Berarti Keysila memergokimu dan kau baru tahu hal itu?"Tanya Om Iwan ingin tahu.
"Tidak Om..Aku memang dari awal sudah tahu jika Tante itu adalah Budhenya Keysila."Jawab Dion lirih.
"Kau memang gila Dion..!! Bagaimana mungkin kau berbuat itu??"Kata Om Iwan yang juga menyalahkan perbuatan Dion saat ini.
"Aku bermaksud hanya main-main Om,tapi Nenek itu menganggapnya serius.Dia melabrak Keysila saat aku membelikan cincin untuk pertunangan kita tadi.Agghhh...!! Aku sangat menyesal melakukan itu."Jawab Dion meneguk minuman satu gelas lagi.
"Itu salahmu sendiri Dion,kau sudah di berikan kesempatan untuk memiliki dia tapi kau hancurkan sendiri kesempatan itu.Ya sudah Om terlanjur senang saat kau berniat akan menikah.Lantas di mana dia sekarang?"
"Aku tidak tahu Om,aku sudah lima kali ke apartemennya sejak tadi siang tapi dia belum juga ada di sana,nomer barunya juga sudah tidak aktif sekarang."
Om Iwan menarik nafas panjang sambil mengelengkan kepalanya."Mungkin kau memang harus melupakan dia,Om ke belakang dulu."Om Iwan menepuk pundak Dion sebentar dan berjalan ke belakang.
Aku harus mendapatkan kata maaf darimu Keysila..Aku masih tidak ingin kehilangan kamu.. Batin Dion serayap meminum gelas ketiga.
🌙🌙🌙
🏠Kediaman Dean🏠
Keysila menghadap keluar jendela serayap melihat ke arah langit yang sangat cerah malam ini,dia masih saja memikirkan kejadian tadi siang.Dia beranjak dari tempat duduknya dan mengambil tas yang di letakkannya di lemari,Keysila mengambil ponselnya dan mengaktifkannya.Dia memandangi layar ponsel yang sangat banyak pesan dari Dion.Tangannya bergetar menyentuh tulisan Blokir,setelah terblokir Keysila lanjut menghapus kontak milik Dion.
Aku menunggu untuk bersamamu dari sejak SMP Dion,tapi yang kau lakukan sekarang sudah sangat menyakitiku.Aku akan melupakan semua kebersamaan kita Dion,sebab kau sudah tidak pantas untuk aku pertahankan.Dan lagi...Aku sudah berjanji untuk menyerahkan hidupku pada Tuan Dean,aku hanya bisa mendoakan semoga kau selalu bahagia atas hidupmu..
Drrrtttt...drrrttt...drrrttt...
Keysila mengangkat panggilan tersebut bersamaan dengan terbukanya pintu kamarnya,Keysila melirik sekilas ke arah Dean yang tengah berdiri di pintu kamarnya.
📲Via Telfon📲
"Hallo pak De."Tutur Keysila berjalan ke arah Jendela kamarnya.
"Apa kau habis bertemu dengan budhemu tadi?"
"Hmm iya Om."Lirih.
"Dia semakin gila saja Key,Pak de binggung harus bagaimana lagi,dia minta cerai dari Pak de."Jawab pak Yanto dengan nada bersedih.
"Key juga tidak tahu Pak de,emm Key juga baru tahu jika..itu.."Menarik nafas lembut.
"Kenapa Key?"
"Apa Pak de punya waktu besok pagi,aku akan ke rumah bik Iyem dan membicarakan hal ini."Melirik ke arah Dean yang duduk di kursi rias.
"Kamu kesana jam Berapa?"
"Sore saja Pak de,sambil nunggu bik Iyem pulang."
"Ya sudah Key,besok Pak de kesana ya."
"Hmm iya Pak de,emm sabar Pak de."Tutur Keysila yang juga merasa kasihan dengan Pak Yanto.
"Iya Key pasti."
"Selamat malam Pak de,sampai jumpa besok sore."
Tut...Tut...Tut...
"Emm Tuan bolehkan aku minta tolong."Kata Keysila serayap mengengam erat ponsel pemberian Dean.
"Tidak perlu berucap minta tolong,katakan saja apa yang kamu mau."Tersenyum ke arah Keysila.
"Antar aku ke rumah bik Iyem besok sore Tuan,aku ingin bertemu dengan Pak de Yanto."Jawab Keysila lirih.
"Pak de kamu?"Keysila mengangguk."Baik sayang tapi sepulang dari sana,kau harus mau ku ajak berkenalan dengan orang tuaku,bagaimana?"
"Jangan memanggilku seperti itu sayang,aku bukan Tuanmu,aku calon suamimu,besok mama akan ku suruh menyiapkan semua keperluan pernikahan kita."Dean beranjak dari tempat duduknya dan berdiri di hadapan Keysila.
"Hmm aku harus memanggilmu apa Tuan?"Mendongak menatap manik Dean.
"Sayang juga tidak masalah,asal jangan Tuan."Mengusap lembut puncak kepala Keysila.
"Emm baik sayang."Tersenyum gugup.
Kenapa rasanya lebih sulit daripada saat berakting dulu.. Batin Keysila.
"Mari makan malam,em kita mencari restoran dekat sini saja,sebab bik Ira sudah pulang tadi."
"Apa Tuan emm maksudku."Menarik nafas panjang."Apa kamu sudah lebih baik sayang."Jawab Keysila merasa gugup.
"Lihatlah."Memegang tangan kanan Keysila dan mengiringnya ke dahinya."Sudah nggak demam Kan."Mencium tangan Keysila sebelum menurunkannya.
"Hmm baiklah,pakailah jaket sayang,emm aku takut sakitnya kambuh lagi."
"Iya sayang..Aku ada jaket di mobil."
"Hmm baik."
Dean mengengam jemari Keysila dan berjalan keluar kamar,saat menuruni tangga dia melihat Alex sedang duduk bersama dengan Nino di ruang tamu.
"Alex..!! Sini.."Alex segera berjalan ke arah Dean sambil menunduk.
"Ada apa Tuan."
"Kenapa kau membelikanku obat tadi?Kau tahu kan jika aku membenci itu,kau mau ku pecat?"
"Emm maaf Tuan,Tuan pernah berkata pada saya untuk menuruti apa permintaan Nona Keysila jadi saya tadi hanya menjalankan tugas saja."Tutur Alex serayap tersenyum sedikit.
"Hmm iya sayang,tadi Alex sudah berkata begitu padaku tapi aku yang menyuruhnya untuk membeli obat itu."Sahut Keysila menjelaskan.
Tuan Dean tidak akan bisa berkutik jika Nona Keysila yang berucap hahaha,lucu sekali,jadi tidak perlu takut sebab sudah ada pengendali emosinya..
"Awas jika kau ulangi lagi Alex."
"Hmm iya Tuan saya tidak akan mengulanginya kecuali Nona Keysila yang meminta."Tersenyum.
"Itu kan demi kebaikanmu,kenapa kau memarahi Alex seperti itu??"
"Tapi dia tahu jika aku membenci obat sayang."Jawab Dean dengan nada rendah.
"Sudahlah sayang buktinya kamu sembuh karena obat itu.Ayo cepatlah..Aku lapar."Tutur Keysila beralasan agar Dean tidak lagi memperpanjang masalah ini.
"Hmm sayang mari."Dean melirik kesal ke arah Alex dan berjalan keluar bersama Keysila.
Alex kembali terkekeh serayap berjalan kearah Nino yang duduk dan tersenyum ke arahnya.
"Aku rasa Nona Keysila membela kita."Alex kembali ke tempat duduk awal.
"Rasanya juga seperti itu,jadi sedikit tenang sebab Tuan Dean tidak akan marah-marah yang tidak jelas seperti biasanya."Tersenyum ke arah Alex.
"Dan kudengar tadi Nona Keysila sudah memanggilnya sayang,apa itu pertanda jika Tuan kita akan melepas masa lajangnya."
"Kita doakan yang terbaik saja."
Nino dan Alex merupakan orang kepercayaan Dean yang sudah mengabdikan hidup mereka sejak kecil.Mereka berdua biasanya di berikan kuasa untuk mengurus mini market milik Dean namun di karenakan Dean butuh orang untuk mengawasi Keysila,perkerjaan mereka menjadi bertumpuk.Jasa Dean pada keluarga mereka berdua membuat mereka tidak keberatan jika harus memenuhi keinginan Dean yang terkadang menyukai sesuatu yang instan.Apalagi Dean memberikan fasilitas yang sangat baik untuk keduanya hal itu semakin membuat mereka patuh pada Tuannya.-
Holla🙋
Silahkan like 👍
Komentar 💬
Klik♥️
Vote juga please 😘
Terimakasih 😘
Salam... You are mine keysila ♥️