You Are Mine...!!Keysila

You Are Mine...!!Keysila
chapter 22



Dion berdiri dari tempat duduknya setelah melihat pemandangan yang cukup membuat hatinya memanas.Meskipun keysila sering kali di sewa oleh beberapa pengusaha muda,namun satu kalipun Dion tidak pernah melihat pemandangan seperti yang saat ini di lihatnya.


Apa-apaan ini...!!!


Dean sengaja merapatkan tangannya yang melingkar di pinggang ramping keysila saat dia melihat raut wajah Dion yang merah padam.Meski dari kejauhan kedua manik Dean dan Dion sudah saling bertemu seolah tidak sabar ingin menyerang satu sama lain.Sementara keysila hanya bisa menunduk dan pasrah sebab tidak ingin terjadi apa-apa pada Dion.


"Keysila..! apa ini? kenapa kamu biarkan dia menyentuhmu seperti itu?"Raut wajah kekecewaan terpatri jelas pada wajah Dion saat ini.


"Maaf Dion...bukanya om Iwan sudah cerita?"


"Tapi tidak seharusnya kamu sepasrah itu key?kamu nggak mikirin perasaan aku gimana saat ini..!"


"Sayang bicarakan apa yang ingin kamu bicarakan,setelah ini kita pulang karena aku tidak mau mendengar sesuatu yang tidak ingin ku dengar."Dean masih menatap lekat ke arah Dion.


"Duduk dulu Dion.."ucap keysila dengan nada Datar.


Dion terpaksa harus duduk mengikuti perkataan keysila.


"Aku mencarimu dari kemarin.."


"Hm aku tahu Dion,tapi..om Iwan sendiri yang menyerahkan aku pada tuan Dean.."jawab keysila lirih.


"Jangan berlagak bodoh Dion..!! aku yakin kamu sudah mendapatkan bagian dari uang tersebut..!"


Deg...!!


Darimana dia bisa tahu hal itu??


"Jangan Asal ngomong s*alan..!!!"


"Mengumpat saja sesukamu,dia sudah menjadi milikku sekarang."


Dion baru tersadar jika saat ini dia terjebak dengan permainannya sendiri,sudah bertahun-tahun dia memanfaaatkan keysila meski dia sadar jika dia mencintainya.Dia tidak menyangka jika harus berhadapan dengan keadaan yang seperti ini.


Aku tidak tahu harus berbuat apa keysila..aku bahkan tidak tahu posismu sekarang ada di mana..


"Keysila katakan padaku jika itu semua tidak benar??"tanya Dion yang melihat raut wajah keysila yang sudah pasrah.


"Itu benar Dion..."


Hati Dion seakan di sambar petir pada siang hari,rasanya dia ingin membunuh Dean saat ini juga dan membawa keysila kabur jauh ke luar negri.Namun Dion tahu jika tidak mudah untuk melawan Dean dengan kekuasaannya sekarang.


"Aku menemuimu untuk mengakhiri hubungan kita..."


Aku ingin bicara sesuatu kepadamu Dion tapi aku tahu jika Dean tidak akan mengizinkan hal itu...


"Kita bahkan baru jadian kemarin key,aku juga berniat akan melamarmu dalam waktu dekat ini.."


"Dasar lelaki tidak tahu diri..! kamu ingin melamar seorang gadis dengan uang hasil menipu? aku sangat menyanyangkan dengan wajah tampanmu Dion...!!"ucap Dean penuh dengan penekanan.


"Lantas kamu apa hah ..!! memaksa dia untuk memenuhi permintaanmu dengan cara curang seperti ini??"


"Aku hanya membebaskan dia dari pria sepertimu,apa jadinya hidup keysila jika terus-menerus kamu manfaatkan seperti itu.."


"Aku mencintainya bukan memanfaatkanya..!!"


"Jika kamu mencintainya kenapa kamu tega memperkerjakannya seperti itu?"menatap tajam manik Dion."Lelaki macam apa yang tega melihat wanita yang di cintai ya berjalan berdua dengan lelaki lain...! aku bahkan tidak rela jika dia di tatap oleh lelaki manapun,lantas cinta seperti apa yang ingin kamu bicarakan Dion..!!"


Deg...!!


Aku membenarkan ucapan tuan Dean saat ini,hanya saja aku tahu jika Dion tidak cukup uang buat membiayainya kehidupanku dulu.Dia juga tidak mempunyai orang tua sepertiku,aku semakin binggung dengan mana yang harus ku percaya saat ini...


"Aku menjaganya dengan sangat baik Tuan!! aku tidak memperbolehkan satu orangpun menyentuhnya.."jawab Dion yang masih berusaha membela diri.


"Itu bukan menjaga Dion.. tapi karna kamu membutuhkan uang yang dihasilkan keysila bukan? Ayo jawab itu dengan jujur,agar dia sadar betapa busukknya dirimu..!!"


Sial...sial..!! aku bahkan tidak tahu harus berkata apalagi...


"Emm...tuan Dean sebaiknya kita pergi.."


"Kenapa sayang?? kamu tidak rela jika aku membicarakan dia seperti tadi?"


"Sudahlah tuan..Aku sudah menjadi milikmu bukan jadi tidak ada gunanya tuan membicarakan hal itu.."


"Hmm baik sayang...aku turuti apapun kemauanmu,"


"Apa kamu serius mau meninggalkanku keysila?"tanya Dion dengan tatapan sendu.


Aku cari jalan keluar dulu untuk ini Dion..Untuk sementara biar kita seperti ini dulu,mungkin jika tuan Dean sudah percaya padaku dia akan membebaskanku untuk keluar sendiri...


"Aku tidak bisa berbuat apa-apa Dion maaf..em..tuan sebaiknya kita pergi.."keysila berdiri di ikuti oleh Dean."Dion aku berterima kasih karena selama ini kamu sudah baik kepadaku,"


"Tidak keysila...kamu yang sudah baik kepadaku..aku akan cari cara untuk membebaskanmu keysila.."


"Coba cari saja...aku menunggu hal itu terjadi,"jawab Dean menantang ucapan Dion.


Maaf Dion...aku tidak ingin dia menghinamu lebih banyak lagi...


Rasanya sungguh sakit...!! S#alan...!!! aku akan benar-benar membunuhmu Dean!!!


"Baik sayang kita pulang,"Dean memegang jemari keysila yang saat ini berada di lengannya.


"Dion aku permisi dulu,"ucap keysila tanpa melihat ke arah Dion.


"Tapi key..."


"Sudahlah Dion aku permisi..jaga dirimu baik-baik,"keysila mengedipkan mata seolah ingin memberikan kode pada Dion.


Ikuti aku Dion...biar kamu bisa membawaku lari dari sana,semoga meskipun aku tidak bisa mengucapkan ini secara langsung,kamu bisa mengerti isyarat yang aku maksudkan..


Lutut Dion terasa lemas saat ini,dia melihat tangan keysila dengan mesrah menyentuh lengan Dean serayap berjalan keluar.


"Aku bahkan belum pernah menyentuhmu sedikitpun keysila,kenapa kamu menyerah begitu saja.Ini adalah kesalahan terbesarku keysila...seharusnya aku tidak memperlakukanmu seperti itu,aku menyesal.. Sekarang aku tidak tahu harus bagaimana agar bisa membawamu lari dari lelaki itu.."bola mata Dion masih menatap ke arah keysila yang sudah berada di luar kafe."tidak keysila ..aku tidak mau kehilangan kamu sekarang..Aku harus mengikutinya..."Dion mengambil kunci mobil yang terletak di atas meja dan keluar kafe lewat jalan samping agar Dean tidak curiga terhadapnya.


***


Di dalam mobil Dean..


Suasana mobil kembali mencekam seperti biasanya,keysila hanya berdiam Karena dia berfikir jika Dion tidak mengerti akan maksud isyarat matanya tadi.


Setelah pertemuan tadi,aku merasa jika aku masih mencintaimu Dion..


Drrrtttt...drrrtttt...drrrtttt..


Keysila mengambil ponsel dari tasnya dan melihat layar ponselnya yang tertulis nama Dion.Keysila melirik ke arah Dean karena merasa takut jika Dean akan marah.Dia menolak panggilan tersebut namun Dion terus menghubunginya.Dengan spontan Dean meminggirkan laju mobilnya membuat keysila sangat terkejut.Tanpa persetujuan dari keysila,Dean mengambil ponsel keysila dan menatap layar ponsel tersebut.Tanpa berucap satu katapun,Dean membuka kaca mobil lalu melempar ponsel tersebut di tengah jalan.Sebuah truk lewat dan melindas ponsel tersebut hingga hancur berkeping-keping.Dean kembali melajukan mobilnya dengan perasan yang terasa panas.


Aku bahkan tidak sanggup untuk berprotes...aku merasa kemarah tuan Dean lebih besar dari saat dia kesal kepada sekretarisnya tadi..Keysila melirik ke arah wajah dan mata Dean yang terlihat merah.


"Kamu harus tahu sesuatu tentangku keysila.."ucap Dean penuh dengan penekanan karena dia tidak ingin lepas kendali dan membentak keysila saat ini.


"Hmm tuan tentang apa?"jawab keysila lirih.


"Kamu boleh bebas melakukan hal apapun saat bersamaku seperti ini,kecuali segala sesuatu yang berhubungan dengan lelaki lain..Tidak ada kompensasi untuk itu keysila,terserah kamu mau menyebutku lelaki yang kejam atau semacamnya.Tapi aku tidak pernah main-main dengan ucapanku,aku kan membunuh Dion seketika jika aku melihat kamu mendekatinya lagi,"ucap Dean menghembuskan nafas berat.


"Kamu sudah membawaku seperti ini tuan,bagaimana mungkin aku bisa mendekati Dion lagi.Terus bagaimana dengan janjimu tadi tuan?bukankah kamu berjanji akan melepaskanku jika Dean terbukti tidak melakukan tuduhan yang kamu pikirkan soal dia?!"


"Karena aku tahu jika Dion memang lelaki yang seperti itu,"


"Tapi aku mau sebuah bukti tuan bukan hanya tuduhan.."


"Hmm nanti aku berikan buktinya jika aku sudah mendapatkannya."Dean mencengkram erat kemudi mobilnya berusaha menahan luapan emosi dan cemburu yang menjadi satu di kepalanya.


Satu notif pesan masuk di ponsel Dean,Tanpa pikir panjang Dean langsung menelfon balik nomer tersebut.


Via telfon📲


"Biarkan saja.."


"Nanti dia akan tahu kediaman tuan Dean di mana?"


"perketat penjagaan saja,aku juga ingin tahu sejauh apa usahanya."melirik ke arah keysila yang tidak mengetahui soal obrolan tersebut.


"Jika dia berhasil membawa nona keysila kabur bagaimana bos?"


"Aku membayarmu untuk apa Nino...!!! jangan membicarakan hal yang membuat aku ingin membunuhmu sekarang..!! ingat!!! jika itu sampai terjadi aku akan langsung memecatmu dan anak buahmu..!!"


Dean meletakan ponsel di sampingnya dengan kasar,Keysila hanya terdiam sambil merapatkan kedua tangannya erat.Dia sangat ketakutan saat ini,awalnya dia pikir Dean bukan orang kasar.Namun setelah melihat kejadian hari ini,dia baru menyadari jika bahaya sudah mengancamnya.Keysila berfikir jika Dean akan menghabisinya tanpa ampun jika dia sampai tidak menuruti semua keinginannya.


Keysila tersentak kaget bahkan jantungnya hampir terlepas saat jemari Dean tiba-tiba mengengam erat kedua tangannya yang mungil.Namun perasaan aneh kembali menjalar ke seluruh tubuh keysila.Gengaman tangan Dean tidak membuat keysila makin ketakutan,namun perasaannya terasa sangat nyaman.


"Maaf sudah membuatmu takut keysila..tapi tujuanku hanya ingin melindungimu....."


Deg....!!


Bola mata keysila langsung melihat ke arah Dean,lelaki yang sudah membuat perasaannya terasa aneh..-


Aku usahain buat update nih😁


silahkan like👍


komentar 💬


dan klik♥️


Vote nya donk😁


terimakasih 😘


♥️♥️♥️♥️