
Keysila mengakhiri panggilan dan memblokir nomer Dion dari ponselnya,dia menarik nafas panjang serayap menatap ke arah Dean yang tengah tersenyum ke arahnya.
"Kamu kenapa kembali ke kamarku lagi sayang?"Tanya Keysila berpaling dari tatapan Dean saat ini.
"Entahlah ada yang menyuruhku kembali tadi."Jawab Dean tersenyum."Ternyata ada untungnya juga aku kembali,aku bisa mendengar sesuatu yang membuatku bahagia meski mungkin tujuan kamu mengucapkan itu hanya agar Dion menjauh darimu,tapi aku sudah sangat senang tadi sayang."Dean memeluk keysila lembut dan meletakkan kepala Keysila pada dada bidangnya.
Perasaan nyaman kini sangat terasa ketika Keysila menyadari jika sebenarnya dia menyukai lelaki yang saat ini tengah memeluknya.Dia memejamkan mata dan merasakan detak jantung yang saling memanggil satu sama lain.Perlahan-lahan Keysila melingkarkan kedua tangannya erat ke perut sixpack milik Dean.Keysila merasa bodoh ketika dia mengingat semua kejadian dari awal pertemuannya dengan Dean sampai sekarang.Dia baru menyadari jika sebenarnya Tuhan sudah merencanakan pertemuan ini,merencanakan sesuatu yang ingin di tolak Keysila sekuat tenaga dan perasaan,namun tetap tidak tumbang sedikitpun dan tetap berada di tempat yang sama,memeluk dia seperti sekarang.
Apa aku tidak salah?Kenapa dia membalas pelukanku seperti ini..
"Aku tidak sedang berbohong tadi.."Tutur Keysila lirih membuat Dean langsung menelungkup kedua pipi Keysila lembut agar menghadap ke arahnya.
"Kamu berkata apa sayang?"Tanya Dean yang ingin mendengar ucapan itu secara jelas.
"Aku tidak ingin mengulangnya."Ucap Keysila dengan wajah merona merah.
"Apa kamu mencintaiku sayang?"
"Kurasa seperti itu..."Jawab Keysila yang masih melingkarkan kedua tangannya pada perut Dean."Aku sangat nyaman bersamamu,meski dulu aku belum menyadari hal itu."Imbuh Keysila menjelaskan.
"Terus apa yang membuatmu sadar saat ini."
"Kurasa aku bukan sakit jantung,tapi aku juga menyukaimu jadi jantungku terasa aneh jika sedang bersamamu seperti ini."Jawab Keysila yang selalu berkata jujur.
Meskipun dia dulu pernah berkerja sebagai wanita bayaran tapi dia tetap terlihat polos.Mungkin karena dia tidak pernah mengenal lelaki lain kecuali Dion jadi dia belum mengerti banyak hal..
"Aku sudah mengerti sejak kamu berulang kali mengatakan hal itu ketika kamu tinggal di rumahku.Ekspresi wajahmu saja sudah sangat terlihat jika kamu juga mempunyai perasaan yang sama sepertiku."Mengusap lembut wajah Keysila serayap memperhatikan setiap inci wajahnya.
"Kenapa kamu tidak bicara padaku sayang."
"Hatimu masih salah masuk sayang,jadi seperti apapun aku menjelaskannya padamu,kamu tidak akan mempercayai hal itu."Jawab Dean yang sangat memaklumi posisi Keysila saat itu.
"Hmm iya maaf...Mungkin karena aku terlalu terbiasa dengan Dion jadi aku bersikap sebodoh itu."Tutur Keysila lembut.
"Sudahlah sayang tidak perlu di bahas,jadi sekarang kita jadian?"Keysila melebarkan matanya menatap ke arah Dean.
"Jadian? Kenapa jadi seperti anak kecil."Tersenyum.
"Tidak masalah bukan?Emm berarti sebelum hati pernikahan,kita masih ada waktu beberapa hari untuk berpacaran bukan?"Tanya Dean serayap menahan tangan milik Keysila agar tidak melepaskan pelukannya.
"Untuk apa seperti itu sayang?"
"Seumur hidup aku tidak pernah berpacaran sayang,begitupun kamu kan?Jadi malam ini kita jadian oke."Tersenyum memandangi wajah cantik keysila.
"Terserah padamu sayang tapi lepaskan tanganku."Pinta Keysila.
"Aku tidak ingin ada jarak denganmu meski hanya berbatas tembok saja,biar aku menjaga tidurmu malam ini sayang,boleh kan?"
"Ini rumah orang tuamu sayang,tidak bisa seperti itu sebab aku merasa tidak enak."Jawab Keysila lembut.
"Orang tuaku tahu aku lelaki seperti apa jadi jangan fikirkan hal itu,aku tidak akan menyentuhmu sebelum janji suci terucap di antara kita berdua."Dean kembali mengangkat tubuh Keysila dan membaringkannya di tempat tidur,Dean segera duduk dan sedikit mengeser kepala Keysila agar bertumpu pada pahanya.
Jika seperti ini,aku malah tidak bisa tidur Batin Keysila serayap menatap wajah tampan Dean yang tepat berada di atas kepalanya. Apa benar Tuan Dean tidak pernah berpacaran?Kenapa sikapnya sangat manis..
"kau memikirkan apa sayang?"Tanya Dean mengusap lembut kepala Keysila sambil bersandar pada tempat tidur.
"Tidak ada.."Tersenyum menikmati usapan tangan Dean yang terasa sangat nyaman.
Biasanya ibuku yang melakukan hal ini,aku sudah lama tidak merasakannya...
Aku akan mencoba membuatmu tidak bosan denganku Keysila meskipun umur kita terpaut sangat jauh...
***
🏠Kost-an Dion🏠
Dion mengobrak-abrik kamarnya sendiri setelah mendengarkan ucapan Keysila jika dia mencintai Dean.Meskipun di dalam hati Dion merasa sangat ragu mendengar itu semua,tapi hal itu terdengar sangat menyakitkan untuk dia.
"Nggak mungkin jika Keysila secepat itu bisa jatuh cinta pada Dean..!! Pantas saja aku tidak menemukan dia di mana-mana,ternyata Dean sudah membawanya pergi.Sial...!!! Aku yakin Keysila,jika kamu masih mencintai aku,tidak akan ada orang yang mencintaimu sebesar aku. Aku rela menahan parasaanku agar bisa menjaga kamu dengan baik,jadi aku pastikan jika kamu hanya milikku Keysila..! Tidak akan ada lelaki lain yang boleh menikah denganmu kecuali aku..!! Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan maaf darimu Keysila,setelah itu kita akan menikah dan tidak akan ada yang bisa memisahkan kita..."Kata Dion penuh penekanan sebab sedang merasa emosi.
***
🌅🌅🌅
06:12
Keysila baru saja terjaga dengan berbungkus selimut tebal yang kini melilit tubuhnya,matanya menjelajah mencari keberadaan Dean namun Keysila tidak menemukannya.Wajahnya berseri dengan senyuman yang terlukis di bibir mungilnya saat dia mengingat jika semalam dia sudah jadian dengan Dean.Sesuatu yang sedikit konyol sebab mereka jadian ketika lima hari lagi mereka akan menikah.
"Ku pikir Tuan Dean akan tidur di sini bersamaku."Gumah Keysila berdiri dan membereskan tempat tidurnya."Rasanya aku tidak sanggup bertemu dengan dia hari ini,ucapan semalam terdengar sangat konyol dan kekanak-kanakan."Imbuh Keysila tersenyum dengan rona merah yang menghiasi wajahnya.
Setelah membereskan tempat tidur,dia segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
07:00
Keysila terlihat keluar dari kamarnya dan melihat sekeliling rumah yang terlihat sepi,bola matanya menjelajahi setiap sudut ruangan tapi tidak ada pergerakan apapun.Keysila memutuskan untuk mengetuk pintu kamar Dean sebab dia merasa tidak enak jika harus keluar sendirian.Baru saja dia akan menyentuh daun pintu kamar Dean, tiba-tiba pintu tersebut sudah terbuka dan menampilkan wajah tampan Dean di pagi hari.
Bluuuusss.....
Wajah Keysila semakin memerah saat dia melihat penampilan Dean pagi ini,dengan baju santai yang di pakainya membuat Dean terlihat lebih muda.
"Morning kiss.."Dean menundukkan sedikit kepalanya dan...
Cuuuppp....
Satu ciuman hangat mendarat di pipi merah milik Keysila,tubuhnya kembali mematung sebab perasaanya semakin tidak bisa di kendalikan sejak kemarin,saat dia menyadari mempunyai perasaan yang sama dengan lelaki dewasa yang berada di hadapannya.
Astaga aku semakin gemas melihat ekspesi konyolnya pagi ini..
"Kamu baik-baik saja kan sayang?"
"Hmm iya sayang aku baik-baik saja."Jawab Keysila lirih sambil menundukkan pandangannya.
Tuan Dean terlihat sangat tampan,astaga Tuhan jantungku rasanya mau terlepas dari tempatnya...
"Ini masih pagi sayang,jangan melamun seperti ini."Dean meraih jemari Keysila dan menciumnya lembut.
"Hmm iya sayang,emm kenapa rumah begitu sepi pagi ini,Mama sama Ayah kemana?"Tutur Keysila yang sedang berusaha meredahkan perasaan gugupnya.
"Mereka sedang ke rumah beberapa saudara untuk memberitahukan hari bahagia kita."
"Kenapa tidak dengan undangan saja sayang?"
"Mereka saudara tua katanya,aku juga tidak paham sayang,kita mencari sarapan dulu terus kita ke toko perhiasan untuk memilih cincin pernikahan kita.Setelah itu kita berangkat ke desa tempat kelahiranmu,bagaimana?"Kata Dean yang masih mengengam erat jemari milik Keysila.
"Iya sayang,aku terserah padamu saja.Tapi bagaimana dengan perhiasan yang berada di tas itu, perhiasan yang kamu berikan dulu masih ada di apartemenku."Kata Keysila menanyakan soal beberapa perhiasan yang berada di dalam tas.
"Apa ada orang lain yang punya kunci apartemen tersebut?"
"Tidak ada.."
"Lupakan soal itu dulu,besok kamu akan sibuk dengan semua persiapan pernikahan kita.Setelah kita sudah menikah baru kita akan mengambilnya."Jawab Dean tersenyum.
"Jika hilang bagaimana?"
"Asal kamu masih di sampingku,itu bukan masalah besar oke.Ambil tasmu kita berangkat agar nanti tidak terlalu malam pulangnya."Ucap Dean mengusap lembut puncak kepala Keysila.
"Baik sayang tunggu sebentar."
Saat Keysila melepaskan gengaman tangannya,Dean tersenyum sambil menatap ke arah jemari tangannya sendiri.
Bahkan melepaskan tanganmu untuk mengambil tas seperti sekarang saja rasanya aku tidak rela Tuhan.Aku ingin selalu mengengam tangan dan hatinya untuk selamanya.-
TBC😁
Silahkan like 👍, komentar 💬,klik ♥️,Vote juga please😘, terimakasih 😘♥️♥️
♥️salam♥️