
Keysila menuju ke arah meja Elena setelah dean terlihat masuk ke ruangannya.Dia tersenyum menatap wajah Elena yang sangat tegang saat ini.
"Haii Lena.."Sapa Keysila ramah.
"Iya nona."Masih berdiri sambil menunduk.
"Apa yang membuatmu bersikap seperti ini?"Tanya Keysila yang langsung duduk di hadapan Lena.
"Saya takut Pak Dean marah Nona,sebab emm kemarin banyak karyawan di pecat karena tidak disiplin."Jawab Elena lirih.
"Memang ada masalah apa Lena sehingga pak Dean bisa marah."
"Saya juga nggak tahu Nona,kata para OB Pak Dean langsung saja marah-marah seperti itu,bahkan kemarin Pak Martin menebak jika Pak Dean bertengkar dengan Nona jadi dia marah-marah seperti itu."Kata Elena lirih.
Apa karena aku kabur dengan Dion yang membuat Tuan Dean marah pada semua karyawannya..Astaga Tuan...Emosimu benar-benar sangat buruk..
"Berkerjalah dengan baik Lena,aku permisi dulu."Tutur Keysila lembut dengan senyuman manis di wajahnya.
"Baik Nona."Keysila pun berjalan masuk ke ruangan Dean."Astaga Nona Keysila sangat cantik, pantas saja Pak Dean jadi gila jika Nona Keysila marah padanya."Elena tersenyum serayap duduk dan mulai berkerja.
.
.
Bola mata Dean memperhatikan Keysila yang baru saja masuk ke ruangannya,Keysila sendiri langsung duduk di sofa serayap melihat ke arah Dean yang saat ini menatapnya padahal laptopnya terlihat menyala.Keysila mengalihkan pandangannya dengan mengeluarkan ponsel miliknya.
"Apa yang kau bicarakan tadi sayang?"Sambil fokus menatap laptop.
"Tidak ada sayang,aku hanya bertanya pada Lena kenapa sikap semua karyawanmu jadi tegang seperti itu padahal terakhir kali aku kesini mereka tidak begitu."
Dean langsung menutup laptopnya dan berjalan ke arah Keysila,dia duduk dan langsung menyelipkan tangan kanannya ke pundak Keysila.
"Terus Lena menjawab apa?"
"Bersikaplah selayaknya seorang Bos yang bijak sayang,jika salah kamu boleh menyalahkannya tapi jika mereka tidak salah tapi kamu asal memecat mereka,kasihan mereka."Kata Keysila melihat Dean dari samping yang terlihat tengah berfikir atas protesan dari Keysila.
"Maaf sayang,jika otakku panas aku tidak bisa berfikir dengan jerni."jawab Dean membelai lembut rambut panjang Keysila.
"Kamu tidak akan bisa berdiri tanpa ada mereka sayang,jangan asal memecat mereka,mungkin saja mereka membutuhkan perkerjaan itu,sebab aku tahu mencari perkerjaan itu sesulit apa."Menatap Dean sendu.
Dean menarik nafas panjang serayap membalas tatapan Keysila."Mau kamu bagaimana?Katakanlah?"Tanya Dean lirih.
"Tarik kembali karyawan yang kemarin sudah kamu pecat,dan jangan pernah mengambil keputusan saat kamu merasa emosi sayang."Jawab Keysila Lembut.
"Hmm baik akan kulakukan,jangan menatapku seperti itu lagi ya."Meraih jemari Keysila dan menciumnya.
"Aku mau sekarang sayang,aku takut kau akan lupa nanti."
"Mau apa?"
"Panggil karyawan yang sudah kamu pecat kemarin."Tutur Keysila merengek.
"Iya nanti aku akan bilang si Ken untuk memanggil mereka lagi,aku tidak akan lupa."Jawab Dean yang masih merangkul kedua bahu Keysila.
"Aku maunya sekarang..!! Bukan nanti !! Sebab aku merasa bersalah atas itu."Tutur Keysila dengan nada tinggi meski suaranya masih terdengar sangat lembut untuk Dean.
"Baiklah sayang.."Dengan terpaksa Dean berdiri dan meraih gagang telfon pada meja kerjanya."Ken cepat ke sini.."Dean menaruh gagang telfon itu lagi serayap melihat ke arah Keysila yang masih menatapnya tajam.
Rasanya semua ucapan yang di lontarkannya adalah perintah untukku..Astaga sayangku..Aku sangat mencintaimu..
Tok...tok...tok...
"Ya masuk."
Seorang lelaki cukup tampan berpakaian rapi masuk keruangan Dean,tanpa sadar matanya langsung tertuju pada Keysila yang tengah duduk di sofa kantor milik Dean.Hal itu sontak membuat amarah Dean langsung mendidih dan naik ke ubun-ubun.
"Kau lihat apa Ken...!!!"Bentak Dean dan hal itu langsung membuat Ken tersadar dari rasa kagumnya saat ini.
"Maaf pak,maafkan saya."Kata Ken menunduk takut.
"Maaf pak,saya hanya sekedar kagum dengan istri Bapak."Jawab Ken gemetaran.
Keysila menarik nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Keluarlah..!! Besok pagi kamu tidak perlu datang..."
"Sayang...Tujuan awalmu apa?"Sahut Keysila yang langsung membuat emosi Dean menciut.
"Aku tidak ada kompensasi untuk dirimu sayang."Jawab Dean sedikit tersiksa.
Keysila hanya menatap tajam ke arah Dean dan lagi-lagi Dean menarik nafasnya panjang,mencoba meredam emosinya yang hampir tidak terkendali.
"Hubungin semua karyawan yang kemarin saya pecat.."Ucap Dean yang masih terdengar kasar.
"Hmm siap pak."Jawab Ken menunduk.
"Sudah pergilah...!!"
"Baik pak permisi."Kata Ken menganguk sebentar dan keluar ruangan.
"Sudah beres kan,jangan marah padaku lagi."
"Ya sudah lanjutkan perkerjaanmu."Tersenyum ke arah Dean.
Aku mulai tertarik dengan sikapmu itu Tuan...
♥️♥️♥️
🏠Kost-an Dion🏠
Suara ketukan terdengar beberapa kali namun Dion masih tidak terbangun dari tidurnya,dia masih sangat mengantuk sebab semalam dia tidak dapat memejamkan mata akibat memikirkan Keysila.Penyesalan yang saat ini di rasakannya membuat dia kehilangan selera untuk melakukan semuanya,termasuk melakukan s#ks pada sembarangan wanita yang biasa dilakukannya setiap malam.Semua nomer wanita-wanita yang sering berkencan dengannya telah di blokirnya termasuk nomer milik budhe Rani.
Di ketukan yang ke sepuluh,Dion mengeliat bangun dengan mata yang masih terpejam.Tubuh sixpack nya sangat telihat sebab saat ini Dion hanya memakai celana dalam saja.Dia berdiri sempoyongan sambil meraih celana pendek yang ada pada sofa kamarnya.
Cklek....
Rasa kantuk Dion langsung menghilang saat melihat siapa yang datang saat ini.Budhe Rani terlihat datang serayap langsung memeluk erat Dion,dengan kasar Dion mendorong tubuh Budhe Rani hingga terdorong ke belakang.
"Bukankah semua barangmu sudah ku berikan kemarin??"Kata Dion kasar.
"Aku nggak mau pisah sama kamu Dion..!! Aku sudah minta cerai suamiku agar bisa bersama denganmu."Kata budhe Rani yang sudah memutus urat malu serta harga dirinya saat ini.
"Itu sudah bukan urusanku,sudah ku bilang jika aku hanya bermain-main denganmu saja."
"Tapi aku serius sama kamu Dion."Kata budhe Rani menangis terisak.
Sepertinya aku harus pindah kost-an agar nenek ini tidak berada di sekitarku lagi..
"Terserah jika kau masih seperti itu,meskipun kau sampai menangis darah..!! Aku tidak ada niat kembali padamu..!!"
Dion langsung menutup kembali pintunya,membuat budhe Rani semakin mengeraskan tangisannya agar Dion mau membuka pintunya dan menemuinya.Namun semua itu hanya sia-sia sebab Dion melanjutkan tidurnya lagi serayap memasang earphone dan memutar musik keras-keras agar dia tidak mendengar teriakan budhe Rani.
Semua ini gara-gara keysila..!! Sialan..!!-
holla🙋
Silahkan like 👍
Komentar 💬
Klik'♥️
Vote juga please 😘
Terimakasih 😘
Salam You are mine keysila ♥️