You Are Mine...!!Keysila

You Are Mine...!!Keysila
Chapter 37



Dengan wajah pucat Dean masih menyambut kedatangan Keysila dengan senyuman tipis di wajahnya.


"Emm Tuan sakit?"Tanya Keysila merasa kasihan pada keadaan Dean saat ini


"Tidak Key,aku baik-baik saja."Jawab Dean mencoba menutupi keadaannya.


Keysila menjijitkan kakinya lalu menyentuh dahi Dean dan kaget saat merasakan badan Dean yang demam."Kau berbohong padaku tuan,badanmu deman tapi kau bilang tidak sakit."Tutur Keysila lembut.


"Aku sudah biasa seperti ini Key,nanti juga sembuh sendiri."


"Tidak bisa seperti itu tuan,aku akan mengambikan kompres untukmu."


"Tapi Key??"


Ucapan Dean tidak di perdulikan Keysila sebab Keysila sudah turun tangga tanpa mengunakan Alas kaki.Dean menarik nafas panjang serayap memijat-mijat kepalanya yang terasa pusing.


👣👣👣


Di dapur Keysila menyiapkan keperluan untuk mengompres Dean bersamaan dengan datangnya Alex yang hendak mengambil minum.


"Em maaf nona.."Tutur Alex mengangguk sebentar dan hendak berbalik badan.


"Tunggu Tuan.."


"Nama saya Alex nona,jangan memanggil saya seperti itu."Tersenyum namun tetap dengan posisi menunduk.


"Emm Alex,tuan Dean biasanya meminum obat apa jika sedang demam."


"Tuan Dean demam?"


"Hmm iya,tolong belikan obat di apotek yang biasa tuan Dean minum."Alex tersenyum sejenak mendengarkan perintah dari Keysila."Ada yang lucu Alex?"Keysila mengerutkan keningnya.


"Maaf nona,tuan Dean sekalipun tidak pernah minum obat."


"Apa dia tidak pernah sakit?"Kata Keysila ingin tahu.


"Pernah nona.."Tersenyum.


"Terus kenapa tidak pernah minum obat?"


"Dia memang tidak bisa meminumnya,biasanya jika sakit seperti ini,dia hanya istirahat yang cukup saja."Tutur Alex menjelaskan.


"Demamnya sangat tinggi Alex,kau punya bulpen?"


"Ada nona."Menyerahkan bulpen dan kertas Nota kecil.


Keysila menulis sesuatu lalu menyerahkannya pada Alex."Emm tolong beli obat ini di apotek Alex."Ucap Keysila ramah.


Tuan Dean bilang harus menuruti perintah nona keysila bukan,oke tuan aku akan menuruti semua maunya sesuai dengan perintah anda..


"Baik nona."Tersenyum penuh hormat.


"Jika sudah dapat obat antar ke kamar tuan Dean,aku permisi Alex."Tutur Keysila melewati Alex begitu saja serayap membawa baskom untuk mengompres.


Alex tertawa terkekeh setelah Keysila sudah benar-benar hilang dari pandangannya.


"Kau gila Lex."Ucap Nino yang baru saja datang.


"Kau tahu ini apa?"Memperlihatkan resep obat.


"Aku tidak mengerti Lex."Jawab Nino mengambil minuman.


"Ini obat untuk tuan Dean."


Nino langsung menyemprotkan minuman dari mulutnya ke hadapan Alex serayap ikut tertawa terkekeh.


"S#alan..!!! Kenapa kau semprot aku hah..!!"Runtuk Alex mengusap wajahnya yang basah.


"Siapa suruh bercerita itu ketika aku sedang minum.Astaga itu pasti perintah nona Keysila."Tertawa.


"Hmm iya hahahaha,kau ingat terakhir kali dia memecat seorang pembantu baru sebab pembantu memberikan obat pada Dean."


"Mendingan nggak usah kamu belikan Lex takutnya nona keysila kena marah,kasihan kan jadinya."Kata Nino memberi saran.


"Kita lihat saja nanti,jika Nona Keysila yang memberikannya obat bagaimana reaksinya,apa dia akan mengusir Nona Keysila seperti pembantu barunya dulu.."Alex mengedipkan sebelah matanya.


♥️♥️♥️


Keysila duduk di tepian tempat tidur dan mulai mengompres dahi Dean,wajah Dean terlihat memerah sebab saat ini jantung Dean berdetak tidak beraturan.Namun karena kulit Dean yang sedikit gelap membuat wajah merahnya tidak terlihat oleh Keysila yang tengah fokus mengompres.


Jadikanlah dia milikku Tuhan,aku berjanji akan menjaganya dengan baik..


"Sebenarnya aku tidak apa-apa Key."


"Badanmu demam Tuan,itu semua karena Tuan menolongku tadi,seharusnya tadi Tuan ganti baju dulu agar tidak sakit seperti sekarang."Ucap Keysila lembut.


"Perasaanku tidak tenang jika belum melihatmu sadar tadi,jika aku pulang,aku takut akan menabrak sesuatu di jalan."Melihat ke arah Keysila.


"Terima kasih untuk tadi Tuan,meski sebenarnya aku lebih baik mati daripada harus hidup."Kata Keysila lirih.


"Apa yang terjadi hingga kau memutuskan untuk berbuat itu?"


"Kau benar soal Dion Tuan,dia bahkan lebih menjijikan dari apapun."Jawab Keysila memalingkan wajahnya dan tidak ingin memperlihatkan matanya yang mulai berkaca.


"Apa kau melihatnya selingkuh Keysila?"


"Lebih buruk dari itu Tuan,aku baru tahu jika emmm Dion mempunyai hubungan dengan budhe Rani."Kata Keysila yang memang selalu terbuka dengan masalahnya.


"Budhe Rani??"


"Emm itu Tuan,Budhe Rani itu kakak dari Almarhum ibuku.."Jawab Keysila yang sebenarnya merasa sangat malu menceritakan hal itu.


"Bukannya kemarin kau sudah melihat itu Key,Alex berkata kepadaku jika salah satu dari mereka ada yang sudah berumur,meski aku belum tahu jika itu budhe kamu."


"Foto itu tidak seberapa jelas tuan,dan aku merasa jika itu sangat menjijikkan.Aku tidak menyangka jika Dion Sebejat itu kelakuannya."Ucap Keysila yang mencoba untuk tidak menangis.


"Lupakan dia Keysila...Menikahlah denganku,kau sudah melihat kenyataan itu sendiri bukan.Maaf jika aku terlalu terburu-buru tapi aku sangat takut kehilanganmu Keysila."Kata Dean yang berusaha duduk di samping Keysila.


Aku ingin berkata iya sebab aku membutuhkan perlindungan agar Dion tidak lagi menganggu hidupku tapi..Aku sudah tidak suci lagi,aku bahkan tidak pantas untuk menikah dengan lelaki manapun..


"Aku tahu kau belum mencintaiku Key."Meraih jemari Keysila."Tapi banyak orang berkata jika cinta bisa datang karena kebiasaan,aku akan berusaha membuatmu menyukaiku dan jadi seseorang yang kamu mau."Kata Dean mencium tangan Keysila sebentar.


Aku sudah menyukaimu Tuan meski belum mencintaimu tapi aku merasa tidak pantas untukmu..


"Aku merasa tidak pantas untukmu Tuan."Jawab Keysila lirih dan tertunduk.


"Aku tidak merasa begitu Key,kamu harus tahu jika kamu itu cinta pertamaku dan mungkin juga jadi yang terakhir.Katakan saja apa yang tidak kau sukai dariku,aku akan mengubahnya pelan-pelan."Dean memegang jemari kecil Keysila dengan kedua tangannya.


"Tidak perlu berubah Tuan,kamu itu lelaki yang sangat baik."


"Jika kau berfikir aku baik,kenapa kau menolak pinanganku?"


"Aku sudah tidak seperti dulu Tuan,aku bahkan tidak pantas untuk jadi istri lelaki manapun."Tutur Keysila yang mulai tidak bisa membendung air matanya,dadanya seketika terasa sangat sesak ketika dia mengingat kejadian malam itu.


"Kenapa kau berkata demikian Key,bicaralah padaku sebenarnya apa yang terjadi."Emosi Dean langsung tersulut saat dia melihat Keysila menangis di hadapannya,dia ingin sekali membunuh Dion saat ini juga.


"Aku sudah memberikannya semuanya pada Dion Tuan."Tutur Keysila lirih.


"Memberikan apa?"Tanya Dean yang belum mengerti maksud dari ucapan Keysila.


"Malam itu dia merenggut semuanya dariku,aku mau melakukan semua itu sebab kufikir aku mencintainya dan sudah percaya dengannya.Apalagi setelah dia berjanji akan menikahiku dalam waktu dekat,aku melakukan hal itu Tuan,hal yang tidak seharusnya aku lakukan,aku terbuai dengan semua sentuhannya.Hmm aku sudah tidak suci lagi Tuan,aku terlalu bodoh melakukan hal itu karena cinta."Jawab Keysila serayap menangis terisak.


Deg ....!!


Hati Dean langsung terasa sakit saat mendengar penjelasan dari Keysila saat ini,rasa kecewa langsung memenuhi otak Dean.Dia semakin ingin mendatangi Dion dan membunuhnya saat ini juga.-


Silahkan like 👍


Komentar 💬


Klik'♥️


Vote juga please 😘


Terimakasih 😘


salam You are mine keysila ♥️