
Pak de Yanto langsung memeluk keysila erat sebab selama ini dia merasa bersalah sudah menelantarkan Keysila yang merupakan amanah yang harus di jaga.Keysila sendiri merasa sangat bahagia sebab pak de Yanto sudah di anggapnya seperti ayahnya sendiri meski dulu jarang bertegur sapa.
"Maafkan budhemu Key,pak de ikut merasa bersalah."Tutur pak Yanto serayap menitikan air mata sebab merasa terharu.
"Key nggak apa-apa pak de,Key tahu kok kalau key memang sudah sangat merepotkan."
"Tidak Key..! Itu memang sudah kewajiban budhemu sebagai saudara dari ibumu,budhemu memang nggak waras,apalagi sekarang."Ucap pak Yanto yang membuat Keysila melebarkan matanya menatap pak Yanto.
"Bagaimana keadaan budhe sekarang?"
"Pak de sudah capek Key,setiap hari budhe kamu semakin menjadi-jadi sejak dia kenal dengan berondong itu."Ucap pak Yanto yang semakin membuat Keysila kaget.
"Maksudnya pak de?"
"Budhe kamu sudah bosan sama pak de Key,pak de sudah hilang wibawa di depan budhe kamu,jika kamu tidak percaya kamu boleh bertanya pada bik Iyem.Dia setiap hari tahu bagaimana sikap budhe kamu."Tutur pak Yanto menjelaskan membuat Keysila semakin kaget.
"Iya non,nyonya makin hari semakin nggak bisa menghargai tuan."Tutur bik Iyem lirih.
"Pak de tahu siapa berondong itu?"
"Pak de nggak tahu Key,soalnya dulu pak de masih sibuk kerja saat mereka sering janjian di rumah,sedangkan sekarang berondong itu hanya menjemput budhemu dengan mobilnya yang selalu bergonta-ganti."
Aku yakin jika lelaki tadi itu pacar Bu Rani...
Di tengah obrolan mereka,Dion terlihat masuk dan ikut duduk di samping Keysila.Dion sempat mencium tangan pak Yanto sebab Dion juga tidak tahu jika pak Yanto adalah suami dari budhe Rani.Bik Iyem sendiri membungkam mulutnya karena masih kurang yakin,dia takut jika dia salah melihat karena mata tuanya,apalagi dia tahu jika Dion adalah calon suami Keysila,bik Iyem sangat takut membuat Keysila tersinggung dengan semua kecurigaannya.
"Astaga siapa lelaki tampan ini."Tanya pak Yanto tersenyum ramah.
"Dia calon Key pak de,emm sebentar lagi kita akan menikah."
Pak de..? Batin Dion yang mulai curiga.
"Astaga...ternyata ponakan pak de sudah mau nikah ya.."
Ponakan ..! Tidak ini nggak mungkin! Dion melihat ke arah pak Yanto.
"Sebenarnya pak de ada tujuan nemuin kamu Keysila."
"Katakan saja pak de,mungkin keysila bisa bantu?"Jawab Keysila lembut.
"Pak de ingin ikut kamu Key,emm soalnya pak de sudah nggak tahan sama sikap budhe kamu yang seperti itu.Tapi jika diizinkan Key, jika tidak ya sudah pak de nggak apa-apa."
"Emm untuk saat ini mungkin Key belum bisa ajak pak de,soalnya aparteman Key nggak seberapa luas.Nanti kalau Key sudah menikah sama Dion,pak de boleh ikut kok sama kita,nggak apa-apa kan sayang."Kata Keysila melihat ke arah Dion.
"Tentu nggak apa-apa sayang."Jawab Dion yang terpaksa berkata seperti itu meski dia merasa curiga jika pak Yanto adalah suami dari budhe Rani.
"Syukurlah pak de sangat senang mendengarnya,emm ya sudah pak de permisi ya Key,sudah malam juga nanti pak de malah kena omel budhe kamu."
"Iya pak de.."Tersenyum.
"Simpan nomer pak de ya."
"Sudah pak de.."
"Baik pak de pulang dulu,kabari pak de kalau sudah di tentukan hari pernikahan kalian."
"Pasti pak de."Mencium tangan pak Yanto sebagai tanda hormat diikuti oleh Dion.
"Titip Keysila ya nak.."Tutur pak de Yanto melihat ke arah Dion.
"Hmm iya pak de."Jawab Dion tersenyum.
"Pak de pulang ya Key."
"Iya pak de hati-hati di jalan."Tutur keysila yang tersenyum ke arah pak Yanto yang berjalan keluar.
.
.
.
.
🚗Mobil Dion🚗
"Emm sayang aku boleh bertanya sesuatu?"Kata Dion lirih.
"Iya sayang tanya soal apa?"
"Apa pak de tadi itu yang tinggal di daerah jati raya,rumah yang kamu tempati dulu?"
"Hmm iya sayang,aku kan cuma punya satu saudara itu."
Deg...!!!
Rencanaku akan berantakan gara-gara si tua itu,tapi hmmm sepertinya dia tidak tahu jika aku adalah pacar istrinya.Benar saja si Tante itu bilang bosan,lelaki tadi sangat tua sekali..
"Kenapa bertanya hal itu sayang?"Imbuh Keysila yang melihat Dion hanya tersenyum tipis.
"Tidak apa-apa sayang,aku cuma tidak suka jika ada yang mencampuri urusan rumah tangga kita nanti."
"Maksud kamu?"Tanya Keysila binggung.
"Aku tidak setuju jika pak de kamu ikut numpang hidup sama kita,lebih baik aku membelikan rumah kecil untuknya daripada dia harus ikut sama kita."Kata Dion menjelaskan.
Deg..!!
Kenapa Dion berkata seperti itu?
"Aku merasa kasihan dengannya sayang sebab istrinya sudah tidak menghargainya sebagai seorang suami."Kata Keysila berusaha merajuk.
"Aku tetep nggak mau sayang oke.."Jawab Dion yang seolah tidak bisa di gangu gugat.
Nggak biasanya Dion memaksa aku seperti itu??
.
.
.
Setibanya di apartemen Dion langsung meninggalkan Keysila di sana sebab dia ingin berniat menemui om Iwan.Keysila melangkah kakinya ke arah lobby apartemen dan terperanjat kaget saat melihat seseorang yang berada di sana.
Tuan Dean...?Ada apa lagi dia ke sini?
Dean langsung berjalan menghampiri keysila dengan membawa sebuah tas besar.
"Tidak perlu berekspresi seperti itu,aku hanya ingin mengantarkan semua bajumu."Dean meletakan tas di depan kaki keysila.
"Hmm iya tuan terima kasih."Jawab keysila tanpa melihat ke arah Dean.
"Sebegitu bencinya kau Keysila,hingga melihat ke arahku saja kamu tidak mau."Kata Dean yang sedari tadi menatap lekat ke arah keysila.
"Aku tidak membencimu tuan,aku hanya membenci kelakuanmu saja..!!"
"Kelakuan yang bagaimana Key,aku hanya melakukan yang seharusnya kulakukan,hmm ya sudahlah..Jika kau suatu saat sadar akan ini semua,berjalanlah ke arahku,aku selalu membuka tangan selebar-lebarnya untukmu..Aku permisi."Dean menyentuh lembut pipi keysila sebentar dan melangkah pergi meninggalkan keysila yang masih mematung serayap menatap ke arah tas hitam yang di bawa Dean tadi.
Getaran yang aneh...Padahal aku mencintai Dion kenapa setiap kali Dean menyentuhku tubuhku langsung bergetar seperti ini.
Keysila mengangkat tas tersebut dan berjalan masuk lift.-
Haiii🙋
Silahkan like 👍
Komentar 💬
Klik♥️
Vote juga please 😘
Terima kasih atas kunjungan dan dukungannya 😘
Salam..
You are mine!! Keysila..😘