You Are Mine...!!Keysila

You Are Mine...!!Keysila
Chapter 42



Sore itu mobil Dean terparkir di depan rumah sederhana milik Bik Iyem,Keysila segera turun bersama Dean dan langsung di sambut hangat oleh Bik Iyem yang sudah menunggu kedatangan mereka sedari tadi.Dean kembali menaruh sembako di samping meja televisi tabung yang terletak di ruang tamu rumah.Bik Iyem tersenyum menatap Dean dari atas sampai bawah sebab perasaannya jadi tenang karena Keysila tidak lagi bersama Dion.


"Aduh Non kok bawa begituan lagi."Tutur Bik Iyem lembut.


"Nggak apa-apa Bik,emm anak-anak masih di rumah neneknya?"


"Iya non..Lantas ini siapa?"Melihat ke Dean yang terlihat sangat tampan dan dewasa.


"Saya Deandra Bik."Mencium tangan Bik Iyem.


"Astaga nak,kamu sangat tampan,cocok sekali dengan Non Keysila yang cantik."


Wajah Keysila langsung memerah saat Bik Iyem berkata seperti itu.


"Iya Bik satu Minggu lagi aku akan segera menikahi Keysila."Kata Dean menjelaskan.


Bik Iyem tidak merasa kaget dan malah tersenyum ke arah Keysila.


Syukurlah Tuhan,Non keysila tidak jadi menikah dengan lelaki itu..


"Kata Tuan Yanto,dia nunggu Bu Rani berangkat arisan dulu baru bisa datang ke sini."


"Hmm iya Bik nggak apa-apa."


Belum sempat Keysila berhenti berucap terlihat pak Yanto sudah berada di ambang pintu rumah milik Bik Iyem.Pak Yanto terkejut melihat lelaki yang berada di samping Keysila bukan lelaki yang sama.Pikiran buruk mulai menjalar di otak pak Yanto sebab dia menyamakannya dengan kelakuan istrinya.


Semoga tidak seperti dugaanku..


"Maaf pak De telat Key."Tersenyum.


"Tidak apa-apa Pak de.."Mencium tangan pak Yanto di ikuti oleh Dean.


"Dia siapa?"Tanya pak De yang langsung duduk bersila di samping Keysila.


"Hal itu yang ingin Keysila bahas di sini Pak de."Jawab Keysila lirih.


"Maksud kamu Key."


"Maaf sayang,emm jika kamu tidak ingin mendengarkan obrolan ini lebih baik kamu keluar saja,"


"Tidak sayang, bicarakan saja aku akan menyimak,aku tidak ingin ada yang di tutupi di sini."Jawab Dean tegas.


"Hmm baik.."


"Pak de binggung Key,bukannya ini bukan lelaki yang bersamamu kemarin?"


"Iya Pak de,dia Dean dan yang kemarin itu Dion,aku membatalkan niat untuk menikah dengannya karena.."Menarik nafas panjang."Emm itu Pak de karena Dion ternyata berondong yang telah berpacaran dengan Budhe Rani.."


Deg...


Mata Pak Yanto melebar mendengar pernyataan dari Keysila."Jadi lelaki yang bersalaman dengan Pak de kemarin adalah pacar Rani..??"Kata Pak Yanto terkejut.


"Iya pak de maaf,Key juga baru tahu kemarin saat Key akan membeli cincin untuk pernikahan kita,hmm tiba-tiba Budhe Rani datang dan menjambak rambut Key begitu saja."Kata Keysila menjelaskan dengan perasaan yang masih bergemuruh sebab rasa kecewa yang teramat dalam atas kenyataan tersebut.


Ohh jadi seperti itu kejadiannya.. Batin Dean.


"Astaga Key Budhe kamu benar-benar sudah gila..!! Pantas saja kemarin dia marah-marah dan minta cerai dari Pak de,dia juga menyebutkan namamu kemarin dengan kata-kata yang kasar dan kotor."Jawab Pak Yanto menjelaskan.


"Hmm iya Pak de,kemarin juga dia berucap seperti itu sama Key.."Jawab Keysila lirih.


"Lantas lelaki ini siapa?Kenapa kamu dengan cepat mendapatkan ganti?"


"Hmm Tuan Dean ini yang sudah banyak membantu Key Pak de,dan dia juga calon suami Key."Jawab Keysila menjelaskan.


"Syukurlah Key, kamu tidak jadi menikah dengan lelaki kemarin."


"Iya Pak de."Tersenyum.


"Minggu ini Pak de.",Sahut Dean seolah semua sudah pasti.


"Bukannya itu belum pasti sayang."Kata Keysila menatap ke arah Dean.


"Itu sudah pasti sayang tenanglah."


"Aku belum menyerahkan surat-suratku sayang,bagaimana bisa kamu mengurus semuanya."


"Buktinya bisa,aku hanya membutuhkan kartu identitasmu nanti."Mengusap lembut puncak kepala Keysila.


"Hmm ya sudah padahal aku baru saja akan bilang pak de untuk mengambil surat-surat itu di rumah."


"Percuma saja Key,yang menyimpan itu semua adalah budhemu jadi Pak de nggak bisa mengambilnya,tapi jika benar-benar di butuhkan biar nanti Pak de usahakan."


"Tidak perlu Pak de sebab Keysila sudah yatim piatu jadi sekertaris saya sudah mengurus itu semua.Hari Minggu ini kita menikah sayang,nanti biar mama yang urus masalah catering dan yang lainnya."Jawab Dean tegas.


"Syukurlah jika seperti itu,Bik Iyem ikutan seneng Non,Astaga.."Memeluk Keysila."Non itu sudah seperti anak Bibik sendiri,semoga selalu bahagia Non."Bik Iyem mencium pipi kanan dan Kiri keysila.


"Terima kasih Bibik atas doanya."


"Sama-sama Non."


"Lantas nasip Pak de bagaimana Key,Pak de sudah senang akan ikut bersamamu kemarin,hmm kamu tahu kan Key kalau Pak de nggak punya siapa-siapa di sini,dan jika sampai Pak de bercerai dengan Budhemu maka Pak de harus keluar dengan tangan kosong."


"Pak de tinggal bersama kita saja jika seperti itu keadaannya."Sahut Dean sehingga Pak Yanto langsung menatap Dean dengan raut wajah terharu.


"Apa tidak apa-apa nak?"


"Hmm tidak masalah Pak de,rumah Pak De di mana biar nanti orang saya akan menjemput Pak de di sana."Jawab Dean tersenyum lembut.


Aku semakin menyukai Tuan Dean dengan sikapnya yang sekarang..


"Apa tidak apa-apa nak?"


"Iya Pak de,tapi mungkin jika Pak de ke rumah kita sekarang mungkin cuma ada pembantu dan penjaga rumah saja sebab Keysila akan tinggal di rumah mama untuk sementara waktu."Jawab Dean menjelaskan.


"Ya sudah nanti biar Pak de hubungi Keysila jika memang Pak de merasa terdesak."Jawab Pak Yanto tersenyum.


"Maaf Pak De karena saudara Ibuku Pak de jadi seperti ini."Tutur Keysila ikut merasa bersalah.


"Ini semua bukan salah kamu atau mendiang Ibu kamu Key,ini semua memang salah Budhe kamu sendiri."


"Hmm Pak de,apa aku boleh bertanya sesuatu?"


"Bertanyalah.."


"Aku ingin tahu nama desa kelahiranku apa?Aku merindukan Ibu."Kata Keysila lirih.


Astaga Tuhan...Istriku sudah sangat berdosa besar telah melakukan hal ini kepada anak adiknya sendiri,mungkin sudah saatnya Keysila tahu ini semua...


"Dusun ### kecamatan ###..Nanti jika kamu memasuki gang itu kamu lurus saja,setelah itu kamu pasti sampai di tempat lahirmu dulu,sebab tempat itu hanya ada satu jalan saja.Pak De minta maaf sebab sudah menyusahkan mu seperti ini Key, Pak de merasa lemah dan gagal untuk mendidik istri Pak de sendiri."Kata Pak Yanto yang menggambarkan sebuah penyesalan.


"Key nggak pernah mikir seperti itu Pak de,Key malah berterima kasih karena Pak de sudah merawat Key selama ini."Tersenyum ke arah Pak Yanto.


Setelah kamu mengetahui kenyataan yang sebenarnya,apa mungkin kamu masih menganggap jika budhemu itu orang yang berjasa untukmu Keysila...


"Emm sayang sebelum kita menikah apa aku boleh pergi ke pusaran Ibu dan Ayahku?Aku merindukan mereka.."Pinta Keysila.


"Tentu sayang,aku yang akan mengantarkanku kesana."Jawab Dean lembut.


Aku mulai menyukainya Tuhan,aku tahu jika kamu merangkai semua ini hanya untuk memperlihatkan kepadaku jika ada lelaki yang lebih baik dari Dion.Aku berjanji akan setia untukmu Tuan,dan aku juga akan belajar memberikan sepenuhnya rasa cintaku hanya untukmu...-


TBC♥️