
Pagi itu seperti pagi-pagi sebelumnya,key masih berada di kamar menunggu panggilan dari budhe Rani untuk sarapan.Entah kenapa budhe Rani membuat peraturan seperti ini,key boleh makan jika suami budhe Rani sudah keluar untuk berkerja.Budhe Rani tidak pernah membebankan perkerjaan pada keysila namun sikap seperti inilah yang membuat key kadang sedikit binggung.
Suara ketukan terdengar dari balik pintu kamar keysila,diapun beranjak dan membuka pintu.
"Kamu makan key,"ucap budhe Rani yang langsung meninggalkan key begitu saja.
Apa budhe sudah bosan merawatku,kenapa sikap budhe seperti itu sama aku.Tuhan aku paham kalau aku sudah banyak ngerepotin budhe,tapi mau gimana lagi.Sabar budhe..Sebentar lagi key lulus terus key bakal bisa ngasih budhe uang...
Setelah sarapan key langsung berpamitan pada budhe Rani yang saat ini menjadi penganti orang tuanya.
"Nanti kamu langsung pulang atau belajar kelompok dulu key?"Tanya budhe Rani yang saat ini berdiri di hadapan Keysila.
"Aku nggak tahu budhe tergantung nanti ada PR atau tidak,"Tersenyum.
"Kalau kamu langsung pulang,kamu beli makan sendiri ya,soalnya bik iyem kesini sore jadi nggak bisa masakin kamu,terus budhe juga ada keperluan arisan,"
"Iya budhe,"
"Ingat key,kamu lewat pintu samping saja mungkin pak de kamu sudah pulang ke rumah,"Tutur budhe Rani dengan nada ketus.
"Iyaa budhe,,key nggak pernah lupa kok,"Tersenyum meski budhe Rani tidak pernah membalas senyuman keysila.
"Ya sudah kamu berangkat, hati-hati ya,"
Keysila pun berangkat dengan menaiki bus umum dan dia selalu tidak kebagian tempat.Keysila berdiri sambil berpegangan pada kursi penumpang sebab dia terlalu kecil untuk meraih pegangan penumpang yang di sediakan.Seorang lelaki baru saja masuk,dia berdiri tepat di samping keysila.Lelaki tersebut memakai baju biasa namun rapi seperti anak kuliahan.Dia melirik sebentar ke arah keysila dan tersenyum sejenak karena berfikir tentang tubuh key yang menurutnya mungil.
Ketika ada penumpang turun,bus berhenti sejenak di sebuah Halte,tiba-tiba seseorang mengambil dompet lelaki tersebut dan turun begitu saja.Saat penarikan karcis dan akan membayar,lelaki tersebut kebingungan mencari dompetnya.
Dompet aku di mana ya... Meraba saku celananya.
"Adaa nggak?"Ucap kondektur bus yang mulai kesal.
"Aduhh pak dompet saya sepertinya kecopetan."
"Apa mau alesan karena nggak mau bayar?"
"Bukan seperti itu pak,perasaan tadi saya sudah bawa dompet tapi kok tidak ada ya,"Masih mencoba mencari-cari di tas.
Key memperhatikan lelaki tersebut dan merasa kasian.
"Alesan saja!!ngomong saja nggak mau bayar..!!"Tutur kondektur kasar.
"Berapa pak bayarnya,"sahut keysila dan sontak membuat lelaki tersebut melihat ke arah Key.
"Nggak usah adek,kamu tuh masih sekolah,nggak usah bayarin penipu seperti dia,"Ucap kondektur sambil menujuk ke arah lelaki tersebut.
"Nggak apa-apa pak,menolong itu tidak perlu melihat siapa yang di tolong,niat kita kan cuma nolong,berapa Pak biar saya bayar ongkos kakak ini,"tersenyum ke arah kondektur.
Gadis ini sangat baik...
"30 ribu,"
Key memberikan uang 30 ribu pada kondektur.
"Untung ada yang nolong,"kondektur memberikan karcis pada lelaki itu dan berjalan kedepan.
"Makasi adek,uang kamu jadi habis donk,"Ucap lelaki tersebut ramah.
"Sama-sama kak,masih ada kok."Jawab keysila ramah.
"Besok kalau kita bertemu lagi aku ganti uang kamu ya,apa kamu selalu naik bus ini??"
"Hmm iya kak,setiap pagi aku selalu naik bus ini,emm baik kak aku turun dulu,permisi.."Tersenyum sebentar dan berjalan turun sebelum lelaki tersebut mengucapkan terima kasih.
Aku lupa bertanya siapa namanya...
Bus pun melaju cukup jauh meninggalkan halte tempat key turun,saat tak sengaja melihat ke bawah,lelaki tersebut melihat sebuah benda mengkilap berbentuk kalung.Diapun memunggutnya dan langsung memasukkan pada saku celana.Lelaki itu tak bermaksud buruk,entah kenapa dia yakin jika kalung itu milik keysila.
Lelaki tersebut turun di sebuah perusahaan terbesar yang berada di kota tersebut,dengan langkah tenang dia segera masuk namun langkahnya di hadang oleh satpam perusahaan tersebut.
"Sudah ada janji,"Tanya satpam tersebut menyulut emosi lelaki tersebut.
"Apa aku harus membuat janji jika ingin bertemu ayah sendiri...!!"Jawabnya ketus.
"Maaf,apa ayah anda berkerja di sini??"Tanya satpam tersebut lagi.
"Bilang pak Handoko, Deandra ingin bertemu dengannya..!!!"
Lelaki itupun duduk di lobby perusahaan sementara salah satu satpam menyampaikan pesan tersebut.Beberapa saat berlalu,satpam itupun kembali dengan wajah pucat,dia membisikkan sesuatu pada satpam satunya.
"Maaf tuan silahkan masuk,"Ucapnya ketakutan.
"Lain kali jangan menilai sesuatu dari penampilannya saja,saya bisa pecat kalian kalau kerja kalian nggak bener seperti ini..!!"
"Maaf tuan kami hanya menjalankan tugas,"Jawab satpam tersebut serayap menunduk.
Lelaki tersebut menerobos masuk dan langsung menuju ruang Presdir.
"salam ayah,"ucapnya sambil duduk di hadapan pak Handoko.
"emosimu masih sangat buruk Dean,wajar mereka seperti itu,mereka tidak tau kalo kamu anak ayah,"
"maksud ayah aku belum layak pimpin perusahaan ini?"
"bukan seperti itu Dean,Setelah kamu melalui hukuman 3 tahun terakhir,ayah salut padamu karena kamu sanggup melaluinya.Jadi ayah mau cabut semua hukuman itu,pulanglah ke rumah kamu sudah membuktikan kalau kamu sanggup untuk jadi pimpinan,"ucap pak Handoko serayap menepuk lembut pundak Dean.
Dean adalah putra tunggal dari Prasetyo Handoko yang merupakan pemilik perusahaan terbesar di negara Noveltoon.Usia pak Handoko yang hampir berkepala 6 membuat beliau menumpukan segala harapannya pada Dean,putra tunggalnya.Dulunya Dean di kenal sebagai badboy,suka tawuran, minum-minum bahkan beberapa kali Dean terlibat tindakan kriminal.Hal itu membuat pak Handoko sangat kecewa,dan harus beberapa kali memberi uang tutup mulut pada media agar beritanya tidak sampai menyebar.Bukan hanya itu,Dean yang dulu kerap kali bertindak semena-mena di balik nama sang Ayah,padahal dalam kenyataan pak Handoko sangatlah baik meskipun terhadap karyawannya sekalipun.Dengan segala keterpaksaan,pak Handoko menghukum Dean dengan mencabut semua fasilitas yang di berikan.Dean di kontrakan sebuah rumah kecil di sudut kota.Pak Handoko juga memberikan Dean sebuah usaha kecil toko kelontong berharap Dean bisa mengelolanya dengan baik.Darah pengusaha mungkin sudah mengalir di dalam tubuh Dean,usaha toko kelontong tersebut kini menjadi mini market dan sudah mempunyai dua cabang.Namun sikap arogan Dean masih tidak bisa di hilangkan,mungkin itu sudah ciri dari seorang "Deandra prasetyo Handoko".sehingga hari ini pak Handoko memutuskan untuk mencabut semua hukuman tersebut karna merasa jika Dean memang sudah bisa menjadi seorang pimpinan.Saat perjalanan menuju perusahaan,mobil Dean mogok dan masuk bengkel.Pihak bengkel bilang jika sore mungkin perbaikannya baru akan selesai,karna Dean tidak sabaran untuk menemui sang Ayah diapun naik bus dan bertemu keysila Agatha.
"Aku belum bisa pulang yah,"Ucap Dean saat mengingat keysila.
"Kenapa begitu?kamu masih marah sama ayah?"
"Bukan,ada satu hal yang sedikit menganggu pikiranku,"
"Ayah terlanjur senang kamu pulang ke rumah apalagi mama kamu,"
"Aku bakal menemui mama nanti,cuma aku belum bisa pulang,"Melihat ke arah sang Ayah.
"Apa usaha mini market itu membuat kamu tidak tega untuk pulang,"Tanya pak Handoko yang masih ingin tahu Alasannya.
"Apa soal wanita,,"Ucap pak Handoko serayap terkekeh.
"Itu paham,"
"Siapa dia?Hebat sekali bisa menarik perhatian lelaki sepertimu."Ucap pak Handoko mengoda.
"Aku menemuinya tadi pagi,dia menolongku karena hari ini aku kecopetan,Aaaahhhh ya...Aku harus mengurus surat kehilangan karena identitas ku ada di sana,"Runtuk Dean saat mengingat soal dompetnya.
"Ohh jadi ceritanya kamu cinta pada pandangan pertama,"
"Aku belum mencintainya ayah,aku hanya sedikit tertarik,dia masih sekolah tapi dia membantuku tadi,dan aku merasa dia gadis yang sangat baik."Tersenyum.
"Kamu jatuh cinta dengan anak SMA atau SMP?Pilihlah wanita dewasa Dean,agar kau segera menikah.."
"Kupikir SMA tapi aku belum jatuh cinta ayah..! Kenapa malah membahas soal pernikahan?"Jawab Dean Kesal.
"Ayah ingin kamu segera menikah dan punya anak,apa karyawan kamu tidak ada yang kamu sukai selain anak SMA itu??"Tanya sang ayah lagi .
"Ayah gila??Kenapa ayah jadi membahas hal itu terus..!!"
"Mungkin selera kita sama Dean,mamamu dulu itu karyawan kakek kamu sendiri,dan Ayah jatuh cinta padanya,mama kamu memang karyawan biasa tapi cantiknya luar biasa,"Pak Handoko pun kembali tertawa mengingat saat muda dulu.
Mana mungkin aku jatuh cinta pada gadis itu,aku hanya kagum dengan kebaikannya tadi.Hmm lagian...Aku harus mengembalikan kalung miliknya,setelah itu aku akan menuruti permintaan ayah untuk jadi CEO di perusahaan ini..
"Aku hanya ingin mengembalikan barang miliknya yang jatuh tadi,"Ucap Dean yang paham jika terkadang ayahnya sering berkata yang tidak-tidak.
"Hmm begitu,ya sudah lebih baik kamu urus dompet kamu yang hilang itu di kantor polisi.Ini ayah kembalikan semuanya,"Pak Handoko memberikan sebuah amplop coklat besar yang berisi,kunci mobil,ATM dan kartu kredit.
"Makasih yah,aku ambil ATM nya saja,"Mengambil ATM dan mengembalikan kunci mobil dan kartu kredit.
"Katanya mau ke kantor Polisi?"
"Aku naik taksi saja,Ayah punya uang tunai untuk naik taksi??"
"Astaga...Bukannya lebih baik kamu naik mobil?"
"Sudahlah ayah,bagi aku uang 100 ribu untuk naik taksi,"Mengulurkan tangannya.
Pak Handoko memberikan beberapa lembar uang pada Dean.
"Makasih yah,setelah dari kantor polisi aku akan mampir ke rumah untuk menemui mama,"Tersenyum.
"Baik hati-hati."Dean pun berjalan keluar dari ruangan sang Ayah.
***
🏫SMANJAYA33🏫
Keysila mencari keberadaan Dion yang mengirim pesan singkat agar Key segara menemuinya di taman sekolahan.Sejak menginjak kelas dua SMA Dion dan keysila terpisah kelas,meski begitu tetap saja Dion selalu meminta keysila mengerjakan tugasnya meski mereka beda jurusan.
Keysila menarik nafas panjang melihat pemandangan yang ada di hadapannya sekarang,apalagi kalau bukan memergoki Dion berpacaran.
Ini sangat menyakitkan.. Batin Keysila yang terus berjalan ke arah Dion.
"Ehhemmm,"keysila berdehem agar Dion sadar akan kehadirannya.
Dion tersenyum melihat ke arah sahabat yang di panggil sebagai kesayangannya.Bagaimana tidak jadi kesayangan Hampir setiap hari keysila selalu membantunya dalam beberapa hal.
"Siapa dia..!!"Ucap kekasih Dion ketus.
"Dia Key yang sering aku ceritain,"Tersenyum ke arah Keysila.
"Ohh kacung kamu itu,"Melirik malas ke arah Keysila.
"Heii jangan begitu sayang,tanpa dia kita nggak bisa jalan setiap hari,"Menyentuh dagu kekasihnya sebentar.
"Oke maafin aku ya Key,"Ucap si cewek yang terlihat tidak ikhlas mengucapkannya.
"Ada perlu apa sama aku Dion?"Ucapan keysila terdengar begitu lembut.
"Sebentar sayang,"Dion berdiri dan menarik lembut tangan keysila untuk menjauh dari kekasih Dion.
"Kamu ada uang nggak?"Ucap Dion berbisik.
"Buat apa??"
"Aku mau ngajak dia makan nanti pulang sekolah,Aku cuma bawa 400 ribu,tambahin 100 ribu donk takut kurang Key."Kata Dion serayap memperlihatkan giginya.
"Aku nggak bawa kalau segitu.."Jawab keysila lirih.
"Sekarang bawa berapa?"
Keysila mengambil uang di sakunya."50 ribu saja,yang 20 ribu aku pakai naik bus nanti."
"Ya sudah nggak apa-apa,daripada nggak ada,aku pinjem dulu ya."Mengambil uang dari tangan keysila.
"Ambil saja,pinjem juga nggak pernah kembalikan."Tersenyum.
"Hahaha iya..maaf cantik,"Mengusap lembut puncak kepala Keysila.
"Kalau ada maunya saja panggil aku cantik.Huuuuhhh dasar..!!"
"Sahabat terbaik deh pokonya,ya sudah kamu balik buruan..!! Aku mau mojok dulu,makasih ya,"Dion pun pergi dan kembali duduk berdua dengan kekasihnya.
Terpaksa deh aku nggak makan,tadi cuman bawa uang segitu.Ya sudahlah kan ikhlas jadi nggak baik kalau mengeluh. Keysila melihat Dion sejenak dan pergi meninggalkan taman sekolahan.-
Silahkan like👍
Komentar 💬
Klik♥️
Vote juga please 😘
Terimakasih 😘
Salam sayang♥️