
Dean berhenti tepat di hadapan di mana keysila duduk,dia memandangi sosok yang selalu menganggu pikirannya selama ini.Dia bahkan tidak memperhatikan mitra bisnisnya yang sedari tadi sudah berdiri untuk menyambutnya.
Martin terpaksa harus menepuk pundak Dean supaya Dean sadar dengan apa yang di lakukan nya.
"dasar sinting...,"ucap Martin berbisik."kamu melihat apa hah!!..kamu gag tau siapa yang kamu pandangi seperti itu,"Martin berbisik tepat di telinga Dean dan hal itu membuat Dean tersadar dari semuanya.
Dean menyambut tangan Diego namun matanya masih menatap ke arah keysila.
"senang bertemu dengan anda pak deandra,"
Deandra..??sepertinya aku familiar dengan nama itu.Kesyila berusaha mengingat nama tersebut namun dia tidak mengingat apapun.
"saya juga sangat senang bisa bertemu dengan anda,"mata Dean bahkan tak terlepas dari sosok di hadapannya.
"emm perkenalkan..dia rose tunangan saya,sayang bisakah kamu berdiri sebentar,"ucap Diego menatap lembut keysila.
Keysila berdiri dan mengulurkan tangan kepada deandra."Rose....,"
Dean menyambut tangan keysila lembut.deg...!!!..Seketika Dean mengingat nada bicara gadis yang pernah makan berdua dengannya satu tahun silam"namaku key..keysila,".
"emm maaf tuan tangan anda,"keysila tersenyum lembut ke arah Dean agar Dean melepaskan tangannya.
"ohh maafkan saya,emm saya deandra,"Dean mengecup sekilas tangan putih keysila sebelum melepaskannya.
apa bisa seseorang terlihat sangat mirip,meski gadis itu tidak semenarik wanita ini,tapi aku yakin mereka orang yang sama.Namun kenapa dia menyebutkan nama "Rose" .Apa aku sudah benar-benar gila tuhan??.
"silahkan duduk pak Dean,"
"hmm ya terima kasih,"Dean pun duduk diikuti oleh Diego dan keysila."wanita di samping anda sangatlah cantik,"puji Dean yang tatapannya tidak pernah terlepas dari keysila.
"saya sangat beruntung memilikinya,"imbuh Diego yang merasa jika dean mulai tertarik dengan keysila.
untung saja si Dean tidak paham dengan dunia hitam,Diego terlalu ***** sudah menyewa rose untuk jadi pasangannya.bukankah Dean tidak akan berpengaruh jika dia tau kalo rose itu cuma wanita bayaran...tapi melihat rose begitu ..astaga dia cantik sekali,aku bahkan baru melihat dia saat ini,tarif dia begitu mahal hingga aku tidak sanggup membayar untuk sekedar mengajaknya berkencan...
Perbincangan soal bisnis terjadi sekitar 1 jam lebih,setelah mencapai kata deal,Diego mulai bercerita soal masalah pribadinya.Diego ingin Dean merasa iri padanya dan segera mencari pasangan hidup.Padahal Diego tidak tahu jika Dean menginginkan gadis yang saat ini berada di hadapannya.
"bagaimana pak dean??apa anda tidak ingin seperti saya,"
"hmm ya sangat ingin."Dean masih terus memperhatikan keysila.
"apa perlu saya mengenalkan anda kepada beberapa teman saya??"
"tidak perlu,saya sudah mempunyai calon istri."ucap Dean tegas.
kata pak Handoko dia tidak mempunyai pasangan, kenapa jadi begini...Diego merasa binggung dengan ucapan pak Handoko dan Dean yang tidak sama.
"lain kali kita bisa dobel date kan?"kata Diego memancing.
"dia masih tak di temukan sekarang,"
"maksud anda?".
Dean kembali menatap keysila yang terlihat sangat acuh padanya."saya sedang mencari seseorang pemilik kalung ini."Dean merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah kotak putih kecil."saya menginginkan pemilik kalung ini."Dean mengeluarkan kalung tersebut dan sontak hal itu membuat keysila kaget.
itu kan...tidak mungkin?apa hanya mirip..tapi itu kalung aku yang hilang waktu itu."keysila menatap ke arah Deandra seolah ingin bertanya namun tidak berani berucap karna dia tidak ingin identitas aslinya terbongkar di hadapan Diego.
kita lihat saja,apa kamu mengenali kalung tersebut keysila...melihat raut wajahmu sekarang,membuatku semakin yakin kalau itu kamu...tapi kenapa kamu berkata jika namamu Rose??.
"siapa pemilik kalung tersebut pak Dean,"
"emm cerita konyol satu tahun silam,aku bertemu dengannya di sebuah bus umum,dia membantuku dengan bantuan kecil yang cukup membuatku tertarik dengan sikapnya.Aku hanya sempat makan berdua dengannya sekitar 1 jam lantas dia menghilang sampai saat ini,aku terus mencarinya namun aku tidak bisa menemukannya."Dean bercerita tanpa berkedip menatap ke arah keysila.
Deg...!!..aku ingat siapa dia??Astaga...berarti kalung aku jatuh di bus tersebut atau di rumah makan tersebut.Dia kak Dean,,,tapi kenapa penampilannya sangat berubah sekarang??bukankah dulu dia bilang hanya pegawai mini market?apa dia sudah sukses hingga dia menjadi pengusaha seperti sekarang?bagaimana ini..aku mau mengambil kalung tersebut tapi aku takut di salahkan oleh om Iwan,apa sebaiknya aku ngomong ke Dion dulu.Ya setelah itu aku akan mendapatkan kalung tersebut lagi..
"apa anda mencintai gadis tersebut?"
"dia hanya menyita waktuku selama ini,apa itu layak di sebut cinta?niatku hanya ingin mengembalikan ini,juga menemuinya untuk bertanya kenapa dia menghilang selama ini."Dean mengambil lagi kalung tersebut dan memasukkannya kotak.
"mungkin saya bisa lihat fotonya."
"sayangnya saya tidak mempunyai fotonya,"
apa Dean mengenaliku,,kenapa dia menatapku begitu...Keysila baru sadar jika sedari tadi Dean terus menatap ke arahnya.
"bagaimana menurutmu Rose??apa kalung tersebut bagus,"ucap Dean seolah sedang mencari tahu.
"emm sangat indah tuan Dean,"jawab keysila mencoba bersikap biasa saja.
"apa kamu menyukainya sayang,jika kamu mau aku akan membuatkan kalung yang sama persis seperti itu,"ucap Diego serayap melingkarkan tangan kirinya ke pinggang ramping keysila.Diego mencium gelagat jika Dean menyukai key jadi dia mencoba berbuat sesuatu agar Dean percaya jika keysila adalah tunangannya.Apa tujuan Diego??tentu saja karna cemburu,dia tidak ingin keysila tertarik pada Kean yang memang terlihat lebih tampan darinya.
"tidak terima kasih,"keysila mulai tidak nyaman dengan tangan Diego yang perlahan mengusap lembut pinggangnya."Singkirkan tanganmu tuan,atau aku akan pergi dari sini."bisik keysila.
"sebentar saja Rose,aku hanya ingin membuktikan pada Dean kalo kamu milikku,,akan ku tambah honormu nanti"usapan tangan Diego mulai turun ke bawah dan sontak itu membuat keysila langsung beranjak dari tempat duduknya.
"dasar mesum..!!,"ucap keysila yang masih terdengar sangat lembut.
"sayang apa yang kamu katakan,"Diego berdiri seolah ingin merajuk keysila.
"berhenti memanggilku begitu tuan,kamu sudah melanggar perjanjian,"
"aku sudah membayarmu mahal,kenapa kamu tidak mematuhiku dan menyelesaikan tugasmu??"
Dean hanya memperhatikan keduanya karena dia merasa tidak paham dengan apa yang terjadi.
"itu sudah di luar perjanjian tuan,tugasku sudah selesai,kamu hanya membayarku untuk menemanimu bukan menggerayangi ku,"
Saat keysila akan melangkah pergi Diego akan menarik tangan keysila namun di tampis kasar oleh Dion.
"apa yang sudah kamu lakukan tuan?aku melihat kamu menyentuhnya tadi,"Dion meraih kerah Diego dan menatapnya tajam.
"aku beri uang lebih,"ucap Diego tersenyum kecut ke arah Dion.
"aku bukan p*l*c*r tuan,aku rasa anda salah orang,mulai besok saya tidak akan pernah menerima job apapun dari anda,Dion ayo kita pergi,kamu akan di marahi om Iwan jika sampai menyentuh dia,"keysila melirik Dean sebentar sebelum melangkah pergi keluar restoran.
"aku akan benar-benar membunuhmu jika kamu sampai melakukan hal itu lagi...!!!,"Dion mendorong dada Diego dan pergi mengikuti langkah keysila.
"ROSE..!! AKU MENYESAL!! MAAFKAN AKU,"
Teriakan Diego tidak di dengarkan keysila dan dia terus melangkah pergi.
"ohh astaga...dia wanita yang sulit saya dapatkan,saya jadi ketahuan karna sedang berbohong pada anda pak Dean,"Diego kembali duduk di kursinya.
"apa benar dia Rose??,"
"hmm saya mengenal dia dengan nama itu,dia wanita bayaran yang paling terhormat,saya selalu membayarnya mahal hanya untuk sekedar mengajaknya makan,jika saya menyentuhnya sedikit intim, bodyguard nya akan datang menghampiri saya seperti tadi.Saya sangat ingin memilikinya namun dia selalu menolak niat baik saya untuk mempersuntingnya,"
"siapa nama panjangnya??,"
"saya hanya mengenal dia sebagai rose pak,selebihnya saya tidak tau kehidupan pribadinya seperti apa.Apa anda tertarik padanya,"
Deandra hanya berdiam diri lalu berdiri."saya masih ada beberapa urusan setelah ini,anda bisa menyelesaikan sisanya dengan elena sekertaris saya"
"baik pak senang bisa berbisnis dengan anda,"Diego berdiri dan bersalaman dengan Dean.
"Martin kamu ikut saya,elena ..kamu bisa selesaikan ini kan,"
"baik pak saya siap,"
"kenapa aku harus ikut denganmu Dean??,"
"jika kamu tidak ikut denganku,aku pastikan honor kamu akan di kurangi!!"Dean berjalan keluar restoran tersebut.
"dia selalu mengancam,maaf pak Diego saya permisi,"Martin bersalaman pada Diego kemudian pergi mengikuti deandra.
Martin segera ke mobil deandra dan menatap penuh tanya ke arah Dean tentang raut wajah dean yang sangat aneh.
"apa yang terjadi padamu heii Dean,"
"dia keysila Martin,aku yakin dia keysila,"
"aku tidak mengerti ucapanmu,"
"kamu ingat gadis pemilik kalung yang sedang ku cari-cari,itu adalah dia,wajah mereka sangat mirip meski saat ini penampilannya berbeda."
"mungkin mirip aja Dean,"
"aku merasa dia keysila Martin,raut wajahnya aneh saat melihat kalung ini tadi,"
"entahlah Dean,terus kenapa kamu menyuruhku mengikutimu??"
"kamu tau info soal dia?"
"hmm,,dia sudah terkenal di kalangan atas,wanita bayaran yang paling terhormat dengan tarif tertinggi di sini,"
"kenapa aku tidak mengetahuinya,"ucap Dean menatap Martin.
"kamu aja yang kurang gaul,makanya bergaul,nongkrong di club' biar tau dunia malam itu seperti apa,"
"apa kamu tau aku bisa menyewa dia di mana,"
"itu masalah gampang Dean asal ada pelicinnya,"
Dean mendecak kesal dan menatap Martin geram.
"gag mau ya udah,cari tau sendiri,dia tidak bisa di sewa sembarangan jika tidak di satu kafe,dan aku tidak akan menyebutkan nama kafe tersebut,"
"baik nanti aku transfer,sebutkan kafenya,"
"aku mau tunai,aku tidak bodoh Dean,"
"kita ke ATM,"Dean langsung melajukan mobilnya untuk mencari ATM terdekat.
aku masih tidak paham dengan pertemuan singkat kemarin keysila,,aku sangat yakin jika itu bukan sebuah kebetulan,apa ini sebuah takdir untuk kita??jika aku sudah yakin dengan semua perasaanku,aku akan berusaha untuk mendapatkan hatimu.-
NB.ilustrasi seorang keysila
NB.ilustrasi seorang Deandra
NB.ilustrasi seorang Dion
**silahkan like dan komen di bawah
vote Author juga biar author makin semangat dalam berkarya ๐ค
makasih ๐๐**