
🏥Rumah sakit🏥
Dean Duduk di sofa ruang VIP di rumah sakit terdekat,dia masih memakai kemeja basah dengan selimut yang membungkus tubuhnya.Alex sempat menyarankan Dean untuk pulang dahulu untuk menganti bajunya namun Dean tidak mau beranjak dari ruangan itu sebelum dia melihat keysila sadar.
Sementara Alex dan Nino sedang menunggu dan duduk di tepian jendela rumah sakit serayap memperhatikan wajah tuannya yang terlihat gelisah.
Tuanku memang tidak pernah jatuh cinta,tapi sekali jatuh cinta kenapa dia seperti itu.Dia terlihat sangat bodoh,tapi aku salut,di tengah kesempurnaannya ternyata dia mempunyai cinta yang luar biasa.Ku doakan setelah ini mereka bisa bersatu,jujur sekali aku sangat lelah mengurus ini,aku bahkan harus rela tidur di jalan hanya untuk mengawasi nona Keysila saja.. Batin Alex.
Kelopak mata Keysila terbuka perlahan,dia memandangi sekeliling yang terlihat putih.
Apa ini di surga..? Batin Keysila yang belum sepenuhnya sadar. Seharusnya aku berada di neraka karena dosaku sangat besar. Imbuhnya sebab belum masih melihat ke arah samping.
"Kau sudah sadar Key.."Suara itu sontak membuat Keysila menoleh ke arah Dean.
Keysila kaget melihat ke arah Dean yang terlihat pucat dengan baju yang terlihat basah sedang tersenyum ke arahnya.
Aku pikir sudah mati,ternyata aku masih hidup..
Dean berjalan ke arah tempat tidur Keysila dan duduk di tempat duduk yang tersedia di sana.
"Bagaimana keadaanmu."Tutur Dean yang langsung meraih jemari Keysila dengan kedua tangannya yang dingin.
"Kenapa kau menyelamatkanku Tuan.."Ucap Keysila tanpa melihat ke arah Dean.
"Aku mencintaimu...Itulah alasannya."
"Dasar bodoh..!!"Menyingkirkan tangan Dean dari tangannya.
"Ya aku memang bodoh sejak aku mengenalmu.."Imbuh Dean yang merasa jika dirinya memang bodoh.
"Ganti bajumu tuan,aku takut kau sakit."
"Iya setelah membawamu pulang aku akan ganti baju."Jawab Dean yang sejak tadi tidak mengalihkan pandangan pada Keysila."Kenapa kau melakukan itu Key?Daripada bunuh diri seperti itu,menikahlah denganku."Kata Dean yang memang sangat tidak sabar untuk memiliki Keysila.
Astaga,tuanku benar-benar sudah hilang wibawanya.. Batin Alex.
"Tidak ada lagi yang ku tuju di sini,jadi untuk apa aku hidup.Bukannya lebih baik aku menyusul ibu dan Ayahku."Jawab keysila lirih.
"Memangnya kau yakin jika bisa bertemu mereka?Bisa saja kau akan jadi penunggu jembatan itu selamanya."Tutur Dean berusaha menghibur Keysila.
Keysila mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban dari Dean."Itu lebih baik tuan...!!"Melirik malas ke arah Dean yang masih terlihat tampan meski wajahnya sangat pucat.
"Menikah denganku adalah pilihan terbaik,sebab percuma saja,jika kau mati terus menjadi penunggu jembatan,aku pasti juga akan menemanimu di sana."Menatap manik Keysila.
"Kenapa seperti itu?"Membalas tatapan Dean.
"Dimanapun ada kamu,aku pasti ada di situ."Tersenyum ke arah Keysila.
"Kau terlihat pintar mengombal tuan."
"Tidak Key,itu isi hatiku.Mari pulang bersamaku,agar fikiranmu kembali tenang, bagaimana?"Mengusap lembut kening Keysila.
Jika aku ke aparteman,Dion pasti ada di sana.Dan melihat tuan Dean seperti ini,aku sangat merasa kasihan padanya jika aku tidak ikut pulang dengannya.Biarlah aku pikirkan masalah ini nanti..
"Hmm baiklah tuan."
Dean berdiri dan langsung mengangkat tubuh Keysila,sontak hal itu membuat keysila kaget dan melingkarkan tangannya ke leher Dean.
"Tuan aku kuat untuk berjalan,kenapa kau selalu memperlakukan aku tanpa izin terlebih dahulu?"Pekik Keysila kaget.
"Diamlah,protesanmu tidak akan berlaku di sini."Dean akan melangkah keluar namun Alex mencegahnya.
"Em tuan maaf,dokternya saja belum datang jadi sebaiknya tuan tidak membawa nona keysila pulang dahulu."Tutur Alex serayap menunduk.
"Dia sudah sehat,urus sisanya,aku mau pulang."Jawab Dean melewati Alex begitu saja.
"Astaga..Jika seperti itu kenapa tadi di bawa ke rumah sakit."Gumah Alex mengeluh.
"Sudahlah turuti saja apa perintah tuan muda,apa kau bisa melawan jika dia sudah berbicara?"Sahut Nino yang masih duduk di tepian jendela.
"Ohhh lelahnya..."Eluh Alex berjalan keluar ruangan.
***
"Aku tidak mau kehilanganmu Key,sial..! Kenapa nenek itu tiba-tiba datang seperti itu..!! Dia sungguh tidak tahu diri,apa dia tidak sadar jika dia lebih pantas berada di kuburan daripada di pelaminan..!!"Runtuk Dion membelokkan mobilnya ke parkiran Apartemen.
Saat Dion turun dari mobil,Budhe Rani segera menghampiri Dion dan langsung memeluk Dion dari belakang.
"Jangan tinggalkan aku sayang,aku sangat mencintaimu.."Ucap budhe Rani yang tangannya langsung di tampis kasar oleh Dion.
"Dasar orang tua gila .!! Kenapa kau ada di sini..!!"
"Aku nggak mau kehilangan kamu Dion..!!Aku rela ngasih kamu apa saja asal kamu nggak ninggalin aku."
Urat malu budhe Rani benar-benar sudah putus,bukannya perbuatan yang di lakukannya sekarang sangat tidak pantas.Bukankah seharusnya dia mengurus suaminya bukan malah merayu anak muda seperti Dion yang lebih pantas menjadi anaknya.
"Aku mau menikah dengan Keysila bukan dengan tua Bangka sepertimu..!! Ini kunci mobilnya ku kembalikan,nanti aku akan bereskan semua barang yang pernah kamu berikan padaku termasuk uang tunainya..!!"Dion memberikan Kunci mobil pada budhe Rani dan pergi begitu saja dari tempat tersebut.
"Aaaaggghhhhh.... Dion..!! Aku nggak mau pisah sama kamu pokoknya..!! Dasar Keysila.!! Anak sama ibu tidak ada bedanya..!! Lihat saja Keysila,aku tidak akan membuat hidupmu jadi tenang jika kau berani merebut perhatian Dion dariku,aku tidak akan membiarkanmu melakukan sesuatu yang dulu pernah ibumu lakukan padaku..!!!"Teriak budhe Rani yang semakin membenci Keysila.
.
.
.
🏠Kamar Keysila🏠
Keysila kembali menempati kamar yang dulu pernah di tempatinya,masih ada beberapa baju yang tergantung di lemari meski Dean sudah mengantarkan baju milikinya ke apartemannya kemarin.Dia duduk di tepian tempat tidur serayap sesekali menghembuskan nafas panjang.Bola matanya melirik ke arah kakinya yang terdapat beberapa luka akibat hantaman batu di sungai tadi.Luka itu tidak terasa sebab apa yang di rasakan saat ini lebih menyakitkan dari luka apapun.Dia merasa di hianati selama ini,Dion orang yang sudah di percayanya secara penuh sangat tega melakukan hal sekeji itu.
"Astaga...Aku tidak sanggup memikirkan hal itu,kenapa Tuan Dean tidak membiarkanku mati saja.Bagaimana mungkin Dion bisa melakukan hal seperti itu.."
Tok..tok...tok...
Keysila langsung menoleh ke arah pintu dan berdiri sambil mendesis lembut sebab kakinya cukup terasa perih saat di pakai untuk berjalan seperti ini.
Cklekk..
Bik Ira tersenyum ke arah Keysila serayap membawa satu nampan makanan berserta minumnya.
"Makan dulu non."Tutur bik Ira ramah.
Aku pikir tuan Dean...
"Hmm tuan Dean kemana bik?"
"Emm di kamarnya non,saya di suruh tuan mengatarkan makan siang untuk nona."
"Kenapa tidak sekalian makan bersama?"
"Bibik kurang tahu non."
"Ya sudah bik,biar aku yang bertanya langsung sama tuan Dean,"Tersenyum.
"Terus makanannya non?"
"Bawa lagi saja,emm saya juga nggak seberapa lapar kok."Jawab Keysila serayap menutup pintu kamarnya.
"Baik non permisi."Tutur bik Ira menunduk sebentar dan pergi.
Keysila berjalan ke arah kamar Dean yang berada di samping kamarnya,dia mengetuk pintu beberapa kali namun pintu kamar Dean masih saja tertutup.Beberapa saat kemudian gagang pintu terlihat bergerak dan Dean keluar dengan keadaan pucat pasi namun bibirnya masih mencoba tersenyum menyambut kedatangan Keysila.-
Holla😁
Silahkan like 👍
Komentar 💬
Klik♥️
Vote juga please biar Author semangat...
Terimakasih 😘
salam You are mine, Keysila ♥️