
Dean dan keysila masuk ke sebuah outlet ponsel yang cukup dekat dengan tempat makan tadi.Seluruh pegawai lelaki menatap kagum pada keysila yang terlihat begitu cantik dengan dress rumahan yang sekarang di pakainya.Tentu saja hal tersebut membuat Dean merasa cemburu,dia bahkan bersyukur tidak menyuruh keysila Menganti baju tadi.Dean menarik lembut lengan keysila untuk berhenti,belum sempat keysila bertanya tujuannya,Dean sudah melepaskan jas yang di pakainya lalu memakaikannya pada keysila.
"Bajumu terlalu tipis key,jadi aku tidak ingin mereka melihat apa yang ada di dalam sana,"Bisik Dean beralasan,padahal dia tidak ingin semua orang menatap lekuk tubuh keysila saat memakai dress mini itu.
"Benarkah tuan?Kenapa tidak bicara daritadi?"
"Emm tadi tempat makannya kan agak gelap sayang jadi aku belum menyadarinya."Tersenyum sambil memperhatikan setiap inci wajah keysila.
"Syukurlah tuan,aku pikir daritadi sudah terlihat."Tersenyum mendongak menatap Dean.
"Baik mari kita pilih ponsel sesuai dengan kemauanmu lantas kita pulang."Dean merangkul erat pinggang keysila dan mengiringnya untuk memilih ponsel.
Dean masih saja menatap tajam sekeliling,seolah ingin menyingkirkan semua pegawai lelaki yang ada di sana.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"Sambut salah satu pegawai ramah.
"Apa tidak ada pegawai perempuan di sini??"Jawaban Dean sangat membinggungnya pegawai tersebut juga keysila.
Kenapa orang ini bertanya soal hal itu? Pegawai tersebut merasa binggung dengan pertanyaan Dean saat ini.
Tuan Dean kenapa bertanya soal itu?bukankah pertanyaan itu tidak ada hubungannya dengan membeli ponsel?
"Maksud tuan?"Balas pegawai tersebut mencoba bersikap ramah.
"Aku tidak ingin pegawai lelaki yang melayaniku saat ini,tapi pegawai wanita,apa kamu paham?"Jawab Dean dengan nada serius.
Apa wanita di sampingnya tidak cukup cantik?Dasar orang kaya,hobinya di kelilingi banyak wanita,bahkan beli ponselpun harus wanita yang melayaninya..
"Maaf tuan jika tuan mencari pegawai wanita tuan bisa datang besok pagi,soalnya jika jam segini semua pegawainya pria."Mencoba tetep tersenyum meski permintaan Dean sangat aneh.
"Sayang kita cari tempat lain saja."Ucap Dean menatap ke arah keysila.
"Baik tuan.."
Dean pun mengiring keysila berjalan ke arah luar outlet ponsel tersebut namun ada perkataan lirih yang terdengar menusuk di telingannya.
"Alasan saja mencari pegawai wanita,bilang saja tidak mampu membeli ponsel,ternyata cuma gayanya yang keren tapi uangnya Zonk."Gumah pegawai itu kesal.
Dean langsung berbalik arah lagi dan menatap tajam ke arah pegawai tersebut.
"Siapa bosmu..!!!"Ucap Dean lantang serayap mengebrak meja yang terbuat dari kaca sehingga membuat keysila tertunduk takut hanya dengan mendengar ucapan tersebut.
"Maaf tuan apa maksud anda berbicara seperti itu?"Jawabnya terbata-bata.
"Aku mendengar semua ucapanmu s#alan!! panggil bos mu,aku akan berbicara padanya untuk memecat pegawai tidak sopan macam kamu..!!"
"Anda berbicara apa tuan?sa...saya minta maaf sudah berbicara seperti tadi."Jawabnya dengan wajah ketakutan.
"Saya tidak mau tahu...!! Cepat panggil bosmu sekarang atau aku..."Dean berhenti berucap saat merasakan tangan keysila yang gemetaran.
Astaga...Aku lupa jika mengajaknya... Dean menarik nafas lembut dan memegang jemari keysila.
"Maaf sayang ... aku lupa..."Ucapnya lirih.
"Sebaiknya kita pergi saja tuan..Emm masalah ini sungguh tidak penting daripada harus membuatmu marah seperti ini."Jawab keysila serayap menunduk.
"Baik kita pergi."
Tanpa memperdulikan pegawai tersebut Dean mengiring keysila untuk pergi dari sana.Di dalam mobil suasana kembali hening,Dean sadar jika keysila berdiam karena takut dengan kejadian tadi.Itu sifat asli Dean,arogan dan kasar,dia memang sudah jadi lelaki terhormat tapi sifat kasarnya sulit untuk di kendalikan.Namun setiap kali dia melihat raut wajah keysila ketakutan,emosinya langsung menciut mirip kerupuk yang sudah terlalu lama berada di luar toples.
"Aku bekas bad boy keysila.."Ucap Dean tiba-tiba.
"Maksudnya tuan??"Tanpa melihat ke arah Dean.
"Bekas anak nakal key,waktu masih muda dulu aku sering ikut organisasi menyimpang.Beberapa kali masuk penjara meski tidak ada yang mengetahui hal itu sebab Ayahku menyumpali uang para pemilik media untuk uang tutup mulut.Jadi emm...Maaf key,aku masih tidak bisa mengendalikan emosiku terkadang."
"Tapi aku selalu membuatmu takut."Melihat ke arah keysila sekilas.
"Sedikit tuan tapi aku tidak apa-apa."Tersenyum.
"Maukah kamu melakukan sesuatu untukku keysila??"
"Hmm apa itu tuan??"
"Tetaplah di sampingku,agar aku bisa mengendalikan amarahku lewat wajah cantikmu.."Ucapan tersebut terdengar seperti rayuan namun Dean bukanlah orang yang pintar merayu jadi bisa di pastikan itu ucapan dari dalam hatinya saat ini.
Deg...!! Jantung keysila masih saja merasa aneh saat Dean berucap soal perasaanya.
Aku harus bisa berkata iya..Ini semakin mengampangkanku untuk mendapatkan kepercayaanya.. Keysila belum menyadari jika jantungnya merespon panggilan dari perasaan Dean.
"Baik tuan...Sebisanya aku akan terus di sampingmu."Jawab keysila lirih.
"Benarkah itu sayang?"Ucap Dean senang.
"Hmm ya Tuan..."Tersenyum.
Apa ini pertanda lampu hijau darinya...Astaga aku sangat senang..
***
🖍️Club🖍️
Dion meneguk minuman keras beberapa botol hingga membuat tubuhnya ambruk di atas meja club milik om Iwan tersebut.Om Iwan yang mengetahui hal itu langsung duduk di samping Dion untuk memastikan keadaan Dion.
"Beri aku satu botol lagi s#alan..!!!"Umpatnya pada pelayan.
"Hentikan Dion!! Kamu bisa mati jika terus minum."
"Rasanya memang seperti itu,aku hampir saja tidak bernafas melihat keysila di sentuh oleh pria lain seperti itu..Jika dia orang biasa,akan ku bunuh dia saat ini juga...!!"Teriaknya menggila.
"Lupakan Keysila Dion..Dia sudah tidak bisa bersamamu lagi,bukankah kau mempunyai banyak stok wanita kenapa kau masih memikirkan dia?"
"Aku mencintainya om..!!! Sudah ku bilang aku mencintainya..!! Wanita-wanita itu hanya budak s#ks ku..! Aku berhubungan dengan mereka sebab aku tidak ingin menyentuh Keysilaku sampai aku resmi menikahinya,tapi lihatlah sekarang,dia bahkan sudah kau jual pada orang lain!!"Menatap tajam om Iwan dengan mata merahnya.
"Jangan salahkan om atas semua ini Dion,om juga terpaksa melakukan itu,sudahlah...ayo om antarkan ke kostan mu,"Meraih bahu Dion.
"Aku ingin sendiri..!! pergi..!!! Jangan menyentuhku..!!"Dion menampis kasar tangan om Iwan.
"Baik terserah padamu,minum saja terus biar kamu sekalian menyusul orang tuamu..!!"Ucap om Iwan yang merasa kesal pada sikap Dion akhir-akhir ini.
Dion hanya terdiam dan tidak menjawab dengan ucapan om Iwan padanya, sepulangnya dari penyelidikan ke kediaman keysila tadi membuat harapan Dion untuk mendapatkan Key terlihat semakin sulit.
Aku sudah tidak bisa berfikir jerni keysila..Kediamanmu bahkan di jaga ketat seperti itu,aku tidak tahu lagi harus berbuat apa?maafkan aku keysila,aku menyesal sudah menyia-nyiakan waktu bersamamu dulu...-
NB:
Maaf belum bisa update setiap hari soalnya masih revisi cerita"Om Yuan"😭😭Revisinya nggak kelar-kelar soalnya Author juga lagi banyak kegiatan di dunia nyata😩mohon pengertiannya🙏🙏
Silahkan like 👍
komentar 💬
klik'♥️
Vote juga 😁
Terimakasih 😘