
Dean merasa sangat senang saat dia melihat keysila melingkarkan tangannya ke lengannya saat ini,meski ini hanya sebuah skenario namun dia berharap ini akan menjadi awal yang baik untuk hubungan mereka kedepannya.
Keysila yang sudah cukup terkenal di mata para pengusaha muda,terlihat melaksanakan tugas dengan baik.Raut wajah bahagia yang terpancar di wajahnya menandakan jika dia tidak sedang berbohong saat ini.Apa kalian tahu??keysila bahkan merasa heran karna dia merasa tidak sedang berakting.Hmm dia sangat bahagia mendengar doa dari para rekan bisnis Dean,yang mengucapkan semoga hubungan keduanya langgeng.Bibir keysila seolah tersenyum dengan sendirinya,memanggil Dean dengan sebutan sayang yang menurutnya sangat mudah untuk di ucapkan, tangan yang saling mengengam seolah tidak ingin terlepas satu sama lain,membuat para rekan bisnis Dean percaya jika Dean sudah berhasil menaklukkan wanita yang terkenal tidak dapat di sentuh oleh siapapun.
aku merasa aneh dengan diriku sendiri..kenapa sikapku jadi berlebihan begini...?
"padahal tuan Deandra di kenal sangat dingin terhadap wanita,tapi lihatlah dia bisa menakhlukan rose kita jadi seperti ini,"ucap salah seorang rekan bisnis Dean."bagi-bagi tips tuan,saya juga ingin mendapatkan wanita secantik nona Rose."semua menatap kagum ke arah rose yang saat ini memakai gaun putih sederhana yang di pilihkan oleh Dean sendiri.
"nona rose..apa saya boleh tau..kenapa anda menumpukan hati anda kepada tuan Dean?"
"hmm itu tuan Dean pria yang dewasa dan sangat tampan,dia memperlakukan saya sangat baik,dan selalu menghargai seorang wanita seperti saya.Padahal sebenarnya saya bahkan tidak pantas untuk berdiri di sampingnya seperti sekarang.."tangan keysila masih sangat nyaman berada di gengaman jemari Dean.
"astaga sayang,kenapa kamu berbicara seperti itu,sudah seharusnya aku menghormati wanita yang ku cintai seperti ini,"tangan Dean melingkar mesrah ke pinggang ramping keysila dan anehnya keysila membiarkan itu semua.
Deg...Deg...deg....
Wajah keysila mulai memerah dengan perlakuan Dean saat ini,padahal biasanya dia merasa jijik jika ada yang menyentuhnya seperti sekarang.Dia menarik nafas panjang mencoba menyembunyikan perasaanya yang bergemuruh saat ini.
Dari arah pintu masuk terlihat Diego baru saja datang dan langsung menatap lekat ke arah keysila yang terlihat begitu intim dengan Dean.
kenapa saat di sentuh Dean dia diam saja?? Sialan..!!!pantas aku sudah tidak bisa menyewanya sekarang?? apa ini penyebabnya?
Tangan Diego mengepal kuat lalu mempercepat langkahnya menuju keysila.
"astaga...aku tadi datang ke club' itu dan hendak menyewamu ternyata kamu sudah lebih dulu di sewa olehnya,"ucap Diego memecah perbincangan hangat di sana.
aku lupa jika si mesum ini adalah teman Deandra..aku selalu jijik melihat dia..
"berapa jam kamu menyewanya Dean?"ucap Diego yang makin geram saat melihat tangan kekar Dean yang melingkar mesrah di pinggang ramping keysila.
"Selamanya...Dia milikku Diego,"jawab Dean tersenyum tipis.
"Anda sedang berakting kan??seperti yang saya lakukan dulu?"
"terserah jika anda mau menilai seperti itu,saya tidak masalah,yang pasti Anda sudah tidak bisa menyewanya lagi di tempat itu,karna dia sudah jadi milik saya."ucap Deandra sambil melempar senyuman pada keysila yang berada tepat di sampingnya.
"hahaha saya tidak percaya dengan hal itu,karna saya cukup lama menaruh hati padanya namun dia selalu menolak saya.Berapa jumblah uang yang anda keluarkan sehingga dia mau di sentuh oleh anda seperti itu?"
Keysila menarik nafas panjang karna merasa sangat tersinggung dengan ucapan Diego.
"saya tidak mengeluarkan biaya apapun,bukan begitu sayang?"Dean makin mengeratkan dekapannya agar keysila semakin menempel padanya.
"hmm iya,"ucap keysila membalas tatapan Dean padanya.
"kenapa kamu lebih memilih dia Rose..!!"tanya Diego yang tersulut api cemburu.
"tuan lebih baik kita pergi dari sini,saya tidak mau membuat anda malu di sini,"bisik keysila yang memang sudah hafal betul dengan sikap Diego yang terkadang keterlaluan.
"kamu tenang aja sayang..biar aku selesaikan,"jawab Dean menatap Diego tenang.
"jawab aku rose?kenapa kamu diam saja..!!"kata diego yang mulai meninggi sehingga membuat ketiganya menjadi sorotan di sana.
Dean melepaskan dekapan tangannya dari pinggang keysila lalu berjalan ke arah Diego dan langsung mencengkram erat kerah kemeja Diego."ayo coba bentak lagi??aku akan merobek mulut anda menjadi lebih lebar dari sebelumnya,"sementara tangan kiri Dean mencengkram erat kerah baju Diego sedangkan tangan kanan Dean mencengkram erat pipi Diego hingga bibir Diego mengeluarkan darah segar.
"sayang aku mohon lepaskan,"keysila memegang lengan Dean dengan kedua tangannya dan memasang ekspresi wajah memohon.
Dean melepaskan cengkraman tangan pada pipi Diego dan membersihkan darah yang menempel di tangannya dengan mengusapkan jari-jarinya ke jas mahal yang Diego pakai."saya akan benar-benar membunuhmu jika saya dengar anda berucap seperti itu kepada wanita saya..!! kontrak kerja kita batal..!! saya tidak mau berkerja sama dengan seseorang yang tidak bisa menghargai wanita,besok akan saya kirim ganti rugi karena sudah membatalkan proyek itu sepihak,"ucap Dean serayap akan melangkah pergi.
"tuan acaranya bahkan belum selesai,"cegah si penyelengara acara.
"saya pulang duluan,maaf tidak bisa berlama-lama,urusan dana biar Martin saya suruh transfer ke rekening anda,bisa di mengerti tuan??"
"hmm iya tuan Dean,terima kasih atas partisipasinya,"
"sama-sama..saya permisi,"Dean melangkah pergi bersama keysila sementara Diego meringis kesakitan karna merasakan perih yang hebat pada mulutnya.
aku bakal balas rasa malu ini Dean..!! lihat aja nanti..!! karna merasa malu ,Diego pun pergi dari tempat tersebut.
Di dalam mobil keheningan kembali menyapa,keysila sangat kaget saat melihat adegan tadi.Dean bahkan tanpa basa basi langsung memperlakukan Diego seperti itu padahal Diego hanya melontarkan ucapan yang bernada tinggi saja.
"kamu takut padaku key??"
"tidak tuan,,saya hanya tidak ingin anda berbuat hal bodoh seperti tadi,anda lelaki terhormat tidak seharusnya anda berbuat itu di depan para relasi anda,saya hanya takut jika itu membawa pengaruh buruk pada bisnis anda,"jawab keysila lirih.
"aku lebih baik kehilangan semuanya daripada harus melihat kamu di bentak seperti tadi key.."
Deg..!!
Deg..!!
"anda sadar dengan apa yang anda ucapkan tuan ?? anda masih ingat kan kalau itu tadi hanya sekenario.."
"hmm iya...tapi aku berharap jika itu tadi semua bukan sekenario,"jawab Dean tersenyum sambil masih fokus melihat ke arah jalan.
"saya tidak mencintai anda.."
"biar aku yang membuatmu jatuh cinta padaku,aku paham keysila...aku bukan seseorang yang pintar merayu,karna seumur hidup aku tidak pernah dekat dengan wanita manapun,semua yang aku ucapkan dari bibirku itu adalah yang aku rasakan sekarang...jika kamu mau,menikahlah denganku key,aku tidak akan memaksamu tapi aku sangat berharap kamu bisa menerima perasaanku."ucap Dean dengan intonasi yang tenang.
"saya tidak menyukai anda tuan,maaf.Bahkan saat ini yang saya fikirkan hanyalah Dion, dia pasti sedang bersedih karna mencari saya."jawab keysila lirih.
"besok aku antar kamu ke sana sesuai janjiku tapi setelah itu kamu harus tinggal bersamaku di sini,"
"sampai kapan saya harus tinggal dengan anda??"
"sampai kamu percaya jika semua ucapan saya itu benar..sebelum itu terjadi aku tidak akan melepaskanmu keysila."jawab Dean yang sedang menyembunyikan kekecewaannya atas kenyataan pahit bahwa keysila mencintai pria lain.
Apa kalian percaya jika keysila masih mencintai Dion??atau keysila belum menyadari jika ada benih cinta yang mulai tumbuh di hatinya untuk Dean.
***
Sepulang dari pertemuannya dengan budhe Rani,Dion terlihat pergi memeriksa ke apartemen keysila.Emosinya naik ke ubun-ubun saat dia masih tidak menemukan keysila di sana.
"Di mana si brengsek itu membawa wanitaku..!!! keysila..aku merindukanmu,, kamu di mana??"
***
Sementara di kediaman budhe Rani,pak de Yanto terlihat menunggu kedatangan sang istri di ruang tamu rumahnya.Beberapa saat menunggu terlihat budhe Rani muncul dengan gaya pakaiannya yang semakin terlihat tidak pantas.Dia melirik malas pak de Yanto dan berjalan melewati pak de Yanto begitu saja.
"tunggu ma..!!"teriak pak de Yanto yang mulai geram dengan kelakuan istrinya.
"ada apa??aku capek mas mau tidur,"
Pak de Yanto menghadang langkah istrinya membuat sang istri merasa kesal."kita harus bicara ma,"ucap pak de Yanto tegas.
"ya udah bicara..!!"jawab budhe Rani serayap melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"kamu sampai kapan begini?"
"maksud kamu apa mas aku gag ngerti."
"kamu main di belakang aku dengan berondong itu kan ma..!!"
"iya...terus kenapa!? kamu gag terima gitu mas,aku berbuat ini karna jenuh mas,aku udah bosen sama kamu,",jawab budhe Rani yang sama sekali tidak merasa bersalah.
"ya Tuhan ma kenapa kamu jadi seperti ini??apa kamu gag hargai aku sebagai kepala rumah tangga di sini??"
"apa ini bisa di sebut rumah tangga mas,kamu aja gag bisa ngasih keturunan kok,apa ini bisa di sebut keluarga jika sampai saat ini kita tidak di karuniai anak satu pun..!!"
"tapi gag kayak gini juga ma,hati aku sakit lihat kamu setiap hari kayak gitu ke aku??dulu keysila kamu usir karna kamu curiga dia mengodaku,tapi kenapa kamu sekarang jadi seperti ini?apa kamu serius menyalahkanku atas tidak adanya keturunan pada rumah tangga kita??atau ini adalah teguran dari Tuhan karna kamu memang tidak pantas di panggil seorang ibu..!!!"
"terserah ya mas kamu mau ngomong apa soal aku,kalau kamu keberatan sama sikap aku,ceraikan aku tapi ingat!!! jangan bawa harta apapun dari sini,karna semua usaha dan rumah ini sudah atas nama aku..!!aku capek!!mau tidur!!"budhe Rani meninggalkan pak de Yanto begitu saja.
Bik iyem yang melihat semua ini merasa iba dengan pak de Yanto yang hilang wibawa nya di depan istrinya.
"sabar tuan.."ucap bik Iyem lirih.
"andai keysila masih ada bik,saya akan pergi bersama dia saja,tapi saat ini saya bahkan tidak tau dia dimana??"
ya Tuhan apa aku harus cerita semua ini pada non keysila??kasian juga pak Yanto di perlakukan seperti ini..-
NB.deandra โฅ๏ธ keysila ๐
**silahkan like dan komentar di bawah
minta Votenya donk biar Author makin semangat dalam berkarya ๐ค
makasih ๐**