
🌁Perusahaan Deandra🌁
Di tengah acara meeting penting pagi ini,ponsel Dean beberapa kali berdering membuat cliennya menyuruh Dean untuk menerima panggilan tersebut.Dia menghentikan persentasenya dan langsung antusias setelah melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
📲Via telfon📲
"Ya halo..!"
"Emm tuan tadi telah terjadi masalah besar,itu tadi nona Keysila bertengkar hebat dengan Dion dan sekarang posisi nona keysila berada di bus,Nino sudah saya suruh naik bus untuk mengikutinya,Nino tadi bilang pada saya jika nona Keysila berniat akan menuju sebuah jembatan gantung."Tutur Alex yang menjelaskan secara terburu-buru.
"Maksudnya bagaimana..!!"Suara Dean membuat para clien merasa sedikit takut pada Dean saat ini.
"Saya tidak bisa jelaskan sekarang tuan tapi saya merasa jika nona keysila akan berbuat yang tidak-tidak."Alex mengatakan arti dari penjelasannya tadi.
"Baik suruh Nino Aktifkan GPS nya agar saya bisa tahu posisinya di mana..!!"
"Hmm baik tuan..."
Dean mengengam erat ponselnya dan langsung berjalan ke arah Elena."Hubungi Martin,suruh dia melanjutkan persentase ini."Tutur Dean berbisik.
"Tapi pak Martin tidak tahu konsepnya seperti apa.."Dean menatap Lena tajam dan itu cukup membuat Lena mengerti arti dari semua itu."Baik pak saya akan menghubungi pak Martin."Imbuh Elena yang segera keluar dari ruangan.
"Emm maaf semuanya,saya ada urusan mendadak jadi terpaksa tidak bisa melanjutkan persentase ini.Nanti saya akan suruh kaki tangan saya untuk melanjutkan persentase nya Maaf permisi semua.."Tanpa persetujuan cliennya Dean langsung melangkah keluar ruangan tersebut.
***
Keysila berjalan menyusuri trotoar jembatan gantung sambil memperhatikan sungai yang mengalir deras di bawahnya.Pikiran keysila sedang berada di titik yang paling bawah,rasa kecewa,dan merasa sudah tidak berharga membuat dia berfikir jika mengakhiri hidupnya adalah cara terbaik saat ini.Keysila merasa jika tidak ada yang perlu di harapkan jika dia terus hidup,terlintas sejenak pikiran tentang nama Dean,namun pikirannya kembali gelap saat dia mengingat kejadian di malam saat Dion telah merenggut kesuciannya.
Mana ada lelaki yang mau dengan barang bekas sepertiku,dulu tuan Dean menharapkanku karena aku memang tidak pernah tersentuh oleh siapapun,tapi sekarang..!! Jangankan tuan Dean,lelaki manapun tidak akan ada yang mau denganku yang kotor ini..Aku ikhlas Tuhan jika hidupku akan berakhir seperti ini.
Keysila duduk di tepian jembatan serayap sesekali mengusap air mata yang sejak tadi tidak henti-hentinya menetes.
"Nona kau mau apa??"Teriak Nino yang tengah berdiri cukup dekat dengan Keysila.
"Jangan campuri urusanku..!!"Balas Keysila ikut berteriak.
"Mari kita bicarakan ini baik-baik nona,di sekitar sini ada tempat bagus.Mari mengobrol,agar pikiranmu sedikit tenang."Ucap Nino dan perlahan berjalan mendekati Keysila.
"Tetap di situ tuan..!!!"Keysila menujuk Nino membuat Nino menghentikan langkahnya."Aku ingin menyusul ibu dan Ayahku."Tutur Keysila lirih.
"Nona aku mohon kita bicarakan ini baik-baik."Ucap Nino serayap melihat sekeliling jembatan yang terlihat sepi. Jika dia terjun,aku tidak tahu harus berbuat apa,arusnya sangat deras,aku juga tidak pandai berenang,astaga kenapa yang lain belum juga sampai di sini.
"Aku sudah tidak ada tujuan untuk terus hidup tuan, bukankah lebih baik aku mengakhiri penderitaan ini,agar aku tidak harus merasakan dunia yang begitu kejam."
"Bunuh diri bukan penyelesaian dari masalah nona,bicaralah padaku,mungkin aku bisa membantu masalahmu.."Tutur Nino mencoba mengulur waktu serayap menunggu Dean sampai di tempat tujuan.
"Aku dulu pernah punya semangat hidup untuk satu orang yang ku cintai tapi dia telah membuat hatiku sehancur ini,tidak ada yang ku harapkan di sini,jadi untuk apa aku hidup."Tersenyum tipis.
Mobil mewah Dean terlihat baru saja tiba,dia segera turun saat melihat Keysila duduk di tepian jembatan tersebut.
"Keysila...Apa yang sedang kau lakukan..."Teriak Dean berdiri di samping Nino.
"Aku tidak masalah untuk itu Key, jangan seperti itu,diam di situ aku akan kesana."Tutur Dean.
"Jangan mendekat tuan..!!! Aku hanya minta maaf saja kepadamu,aku tidak butuh simpati mu, terimakasih sudah memaafkanku."Tangan Keysila bergetar serayap melihat ke bawah,dia takut untuk terjun namun ingatan soal Dion kembali membuat dia menghilangkan ketakutan tersebut.Keysila menarik nafas panjang sebab dia ingin merasakan segarnya udara untuk yang terakhir kalinya.
Byuuuuurrrrrrrr....
Keysila benar-benar terjun saat Dean akan meraih pergelangan tangannya,tanpa berfikir panjang Dean langsung ikut terjun ke arus sungai tersebut tanpa memikirkan keselamatannya sendiri.
"Tuan....!!!"Teriak Nino panik."Aku harus menghubungi tim SAR."Nino segera menghubungi nomer darurat yang bisa menghubungkannya langsung dengan tim SAR.
Dean mencoba mencari keysila di aliran air yang sangat keruh,hal itu membuat dia kesulitan mencari keberadaan keysila saat ini.Beberapa kali arus deras akan membawanya namun dia mencoba bertahan setelah mengingat jika nyawa keysila harus di selamatkan.Sesekali Dean mengambil nafas panjang lalu kembali menyelam namun belum ada tanda apapun dari keberadaan Keysila.
Tidak Key..Kau tidak boleh pergi,jika kau pergi bagaimana dengan aku,apa kau tega membiarkanku hidup sendirian selamanya...
Samar-samar Dean melihat kain yang mirip dengan baju yang di pakai keysila tadi mengambang tidak jauh dari tempatnya sekarang,Dean segera menyelam dengan sisa tenaganya dan tersenyum saat melihat jika itu memang tubuh Keysila.Dengan sisa tenaga yang ada Dean membawa tubuh keysila ke pinggiran sungai,dia meraih gagang kayu yang cukup besar sehingga dia bisa merambat dengan tangan kanan yang memeluk erat tubuh keysila.
Setibanya di tepian sungai Dean segera memeriksa denyut nadi tangan serta leher,dia tersenyum saat semuanya masih terlihat normal.Dean memberikan pertolongan pertama dengan memompa tubuh keysila dan Sesekali memberikan nafas buatan berharap keysila akan segera sadar.Setelah beberapa saat melakukan hal itu keysila batuk-batuk dan mulai mengeluarkan air sungai yang sempat tertelan tadi.Nafas keysila terlihat sudah kembali normal,Dean ambruk di sisi samping tubuh keysila sebab merasa kelelahan setelah tadi melawan arus yang sangat deras.Lirih terdengar suara Nino memanggil-manggil membuat perasaan Dean merasa aman sebab akan ada bantuan setelah ini.Tangan Dean perlahan meraih jemari Keysila yang saat ini masih tidak sadarkan diri meski dia sudah bisa bernafas dengan baik.
"Astaga tuan ..!!"Pekik Nino yang langsung berjalan ke arah Dean.
"Tolong dia,aku baik-baik saja."Tutur Dean yang masih memejamkan matanya.
Nino langsung mengangkat tubuh keysila setelah membungkusnya dengan selimut tebal.
"Mari tuan saya bantu."Ucap Alex yang langsung membantu Dean untuk berdiri serayap memakaikan selimut tebal.
"Kau sudah memanggil ambulance?"
"Hmm sudah tuan."Ucap Alex.
"Kau yakin jika Dion yang sudah membuatnya sesedih itu?"
"Saya sangat yakin Tuan."
Aku tidak akan melepaskanmu Dion...!!-
Silahkan like 👍
Komentar 💬
Klik♥️
Vote juga please 😘
Terimakasih 😘
Salam you are mine keysila ♥️