You Are Mine...!!Keysila

You Are Mine...!!Keysila
Chapter 26



Siang itu mobil Dean sudah terparkir rapi di dalam bagasi runahnya,.Keysila memperhatikan dari jendela kamarnya dan Dean sempat melihat ke arah keysila lalu tersenyum sejenak sebelum masuk dengan menjinjing tas kerjanya.Keysila langsung keluar kamar untuk menyambut kedatangan Dean agar dia cepat percaya jika Key sudah sepenuhnya menerima semua kenyataan ini.


"Kenapa sudah pulang tuan, apa tuan ingin makan siang di rumah?"Tutur keysila sambil membawakan segelas air putih untuk Dean.


"Tidak sayang..Aku ingin cepat bertemu denganmu jadi aku pulang cepat setelah perkerjaanku selesai.."Tersenyum ke arah keysila dan mengambil minuman dari tangan key.


Deg...!!


Keysila tersenyum ke arah Dean sambil memperhatikan Dean yang tengah minum air putih darinya serayap melihat ke arahnya.


"Air putih ini rasanya sangat segar karena kau yang memberikannya key."Tersenyum dan meletakkan gelas kosong pada meja."Kamu sudah makan siang key?"


"Belum tuan."


"Apa bik Ira tidak memasakan sesuatu untukmu?Kenapa belum makan?"


"Aku menunggumu tuan."Tutur keysila yang mulai merangkai sebuah rencana.


Ucapan keysila sontak membuat hati Dean merasa sangat senang."Apa kamu serius berucap seperti itu key?"


"Hm iya tuan..Aku kan sudah berjanji untuk belajar menyukaimu."Tersenyum ke arah Dean.


"Tapi tetap saja jika Dion masih ada di hatimu Sekarang?"


"Hmm iya tuan maaf.."Keysila mengangguk pelan.


"Aku punya sesuatu untukmu keysila.."Dean mengambil amplop dan memberikannya pada keysila.


"Apa ini?"Menerima amplop tersebut.


"Lihatlah sendiri."


Tangan lentik keysila perlahan mengeluarkan isi amplop tersebut dan melihat foto Dion saat bersama dua orang wanita berbeda.Dan salah satu wanita tersebut adalah budhe Rani meski saat ini foto tersebut belum terlihat jelas dan hanya menampakkan punggung budhe Rani saja.Perasaan keysila langsung kecewa saat melihat foto tersebut meski keysila tahu jika Dion memang orang yang seperti itu.Namun key mencoba menyembunyikan perasaannya pada Dean yang saat ini tengah melihat ke arahnya.


Deg...!!


Perubahan seseorang membutuhkan waktu bukan?Aku yakin Dion melakukan semua ini sebab dia ingin melampiaskan perasaan kecewanya saat ini.


"Apa kau masih mencintai lelaki seperti dia key?"Tanya Dean melihat ke arah wajah keysila yang terlihat kebingungan.


"Aku sudah mengetahui ini semua tuan."Meletakkan amplop pada meja.


Deg...


"Maksudnya?"Tanya Dean terkejut dengan jawaban keysila.


"Dion memang lelaki yang tidak cukup dengan satu wanita,aku sudah mengetahuinya sejak bangku SMA.Jadi ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan untuk aku lihat.Maaf tuan jika kamu beranggapan aku akan membenci Dion karena ini,itu salah besar.Aku sangat mencintai Dion meski dia seperti itu."Ucap keysila menjelaskan.


"Kau suka di duakan??Apa itu maksudnya??"


"Dion hanya mencintaiku tuan,semua wanita itu hanya untuk penghibur baginya."


"Astaga...Aku tidak memahami mengapa orang bisa menjadi bodoh karena cinta?"Runtuk Dean kesal sebab bukti itu ternyata tidak berguna sama sekali.


"Cinta memang sering membuat orang menjadi bodoh tuan,termasuk tuan sendiri.."


"Kau benar Key,lantas apa itu berarti kau tidak akan pernah mencintaiku?"Kata Dean bertanya.


"Aku kan sudah berjanji akan berusaha untuk itu tuan,jadi aku akan mencoba kubur perasaan ini dalam-dalam."Tersenyum menatap Dean.


Dean kembali kecewa dengan apa yang sudah di dengarnya saat ini,seumur hidup dia tidak pernah jatuh cinta namun harus merasakan hal seperti ini.Bahkan dengan ketampanan dan kekayaannya tidak cukup untuk membuat keysila bisa melihat ke arahnya.


***


🏠Rumah budhe Rani🏠


Budhe Rani bersolek di depan kaca sebab sebentar lagi Dion akan menjemputnya.Pak Yanto hanya melihat ke arah sang istri yang sudah tidak bisa di kendalikan lagi,bahkan setiap malam budhe Rani sudah tidak pernah tidur sekamar dengan pak Yanto yang tak lain adalah suami syahnya.


"Kamu mau ke mana lagi ma?"


"Aku suamimu ma,sudah seharusnya aku bertanya seperti ini."


"Suami tidak berguna maksudnya!!Memuaskanku saja kau tidak bisa..!Jadi wajar kan jika aku mencari kepuasan di luar!!"


"Kau sadar dengan ucapanmu itu ma?Astaga ma itu dosa besar ma,kamu sadar ma jangan seperti itu."Ucap pak Yanto yang sudah sangat lelah menghadapi tingkah laku sang istri.


BIP...BIP ..BIP...


Suara klakson mobil Dion terdengar,budhe Rani segera mengambil tasnya dan keluar begitu saja dari kamar tersebut.Pak yanto mengekori sang istri dan menarik tangan budhe Rani untuk mencegahnya keluar.


"Lepas pa..!!"


"Aku berdosa jika tidak mencegahmu melakukan ini ma."


"Lepas atau aku akan mengasarimu tua Bangka..!!!"Pak Yanto masih berusaha mencegah budhe Rani dan dengan tega budhe Rani menendang perut pak Yanto dengan sandal heels miliknya sehingga pak Yanto terjatuh di lantai."Dasar ..!!!"Runtuk budhe Rani yang tetap melangkah keluar.


"Astaga tuan.."Pekik bik Iyem yang langsung membantu pak Yanto untuk duduk."Kenapa nyonya jadi semakin menjadi tuan..."


"Aku sudah gagal bik,aku sudah gagal mendidik istriku sendiri,"Tutur pak Yanto lirih.


"Saya rasa nyonya sudah sangat keterlaluan tuan,bukahkan sebaiknya tuan pergi ke rumah saudara sementara,mungkin dengan seperti itu nyonya bisa sadar tuan."Kata bik Ratih memberi saran.


"Aku sudah tidak punya keluarga bik."Mencoba tersenyum."Sebenarnya aku juga tidak kuat melihat ini semua,tapi aku binggung harus pergi kemana?bibik kan tahu sejak aku terserang diabetes aku sudah tidak pernah bisa berkerja lagi.Andai aku tahu keysila dimana?aku mau hidup bersama dia meski hanya di rumah sederhana bik daripada harus di sini."Tutur pak Yanto memelas.


"Emm tuan boleh saya jujur..."


"Silahkan bik,apa bibik tahu keysila ada di mana?"


Bik Iyem menceritakan kejadian saat dia menolong keysila dulu,pak Yanto mendengarkan penjelasan itu dengan mata berkaca-kaca sebab merasa berdosa pada keysila.


"Lantas dia di mana bik sekarang?"


"Saya juga nggak tahu tuan,sebab non keysila nggak pernah cerita masalah itu,tapi dia kadang-kadang masih berkunjung di tempat saya.Apa perlu saya bercerita soal ini ke non keysila tuan?"


"Bibik punya nomer ponsel?"


"Ada tuan punya anak saya,"


"Sebentar.."Pak Yanto mengambil secarik kertas di laci dan menuliskan nomernya."Hubungi saya jika keysila main ke rumah bibik."Memberikan kertas tersebut pada bik Iyem.


"Baik tuan ..Saya akan kasih tahu tuan jika keysila datang berkunjung."


"Terimakasih ya bik."Tersenyum.


"Sama-sama tuan..Emm apa tuan butuh sesuatu?Mau di buatkan minuman hangat atau apa?"Ucap bik Iyem menawarkan.


"Tidak perlu bik saya hanya ingin beristirahat."Pak Yanto berjalan ke arah kamarnya berniat untuk istirahat.


"Kasian sekali pak Yanto."Mengusap air mata yang keluar karena merasa sangat iba."Non keysila harus tahu ini semua agar non keysila bisa bawa pak Yanto pergi dari sini."Gumah bik Iyem yang berjalan kebelakang untuk melanjutkan aktivitas memasaknya.-


Meski belum di revisi aku update aja😁


Terima kasih yang masih setia 😘


Silahkan like 👍


Komentar💬


Klik ♥️


Vote juga please...


♥️Salam sayang♥️


You Are mine!!! Keysila ♥️