
"Kau ingin pulang"
"Ya...Beri Aku sedikit waktu untuk memikirkan keputusanku"
"Baiklah, Aku akan meminta serfa untuk memulangkanmu besok sebelum Aku berubah pikiran. Tapi Kau harus berjanji padaku untuk segera kembali begitu Kau menemukan jawabannya"
"Apakah Pendeta Serfa akan setuju ?" Tanyaku tak yakin Pangeran menyetujui permintaanku secepat ini.
"Tidak, Tapi ini perintahku. Dia tidak akan bisa menolaknya"
Aku menganggukan kepalaku mengerti.
"Terimakasih" Bisikku tulus.
Pangeran mengelus bahuku yang terlanjang. "Hari masih sangat malam, dan besok Kau akan pergi meninggalkanku lagi dalam waktu yang lama. Tidakkah Kau ingin sedikit mencicil hutang padaku ?"
"Hutang ?" Kataku tak mengerti.
"Ya, menemaniku seperti ini" Aku merasakan tangan Pangeran kini mengelus punggungku. Wajahku memerah saat mengetahui apa maksudnya.
Malam itu Kami melewati dengan bersama semalaman. Paginya Aku bersiap untuk kembali ke Duniaku lagi. Aku memakai seragamku. Melepaskan semua atribut Putri dari tubuhku. Kembali menjadi gadis SMU biasa.
"Yuki terimalah cincin ini" Pangeran Riana memberiku sebuah cincin bermata biru es. "Suatu saat jika Kau ingin kembali kemari, letakkan mata batu itu ke cermin didekatmu dan Pintu penghubung Dunia ini akan terbuka. Namun sekali Kau membukanya Kau juga tidak akan bisa kembali ke dunia itu lagi karena Cincin ini juga akan menguncinya untuk selama-lamanya. Apa Kau mengerti ?"
Aku menerima cincin itu dan memakainya di jari manisku. Menganggukan kepala tanda mengerti. Pangeran Riana membawaku ke kuil, sepanjang jalan Kami bergandengan tangan. Genggaman tangan Pangeran begitu erat menggengamku. Pendeta Serfa sudah bersiap merampalkan mantera. Pintu terhubung terbuka. Aku melihat kearah Pangeran Riana dengan keyakinan penuh.
Tunggu Aku kembali....Aku akan kembali dengan sebuah jawaban.
Perlahan, Aku melangkahkan kaki memasuki pintu penghubung. Sontak sebuah tekanan menghempasku masuk kedalam. Seperti jatuh ditimbunan jelly yang besar dan tak berujung. Rasanya membuatku mual. Perlahan kesadaranku menghilang...
***************END*********************
Karena sebuah mimpi, Aku memutuskan mempercepat kepulanganku kembali ke Dunia tempatku berasal. Walaupun dengan Resiko Aku tidak akan bisa kembali ke duniaku yang sekarang.
Namun saat Aku kembali, Aku menemukan seorang wanita cantik bersama dengan Pangeran Riana. Seketika hatiku hancur mengetahui kenyataan itu. Aku merasa dikhianati.
Dengan perasaan gundah Aku bertemu dengan Prajurit Argueda yang membawaku kembali ke Negeri tempat Pangeran Sera. Disana, Aku mendapati kenyataan bahwa Mimpi buruk yang membawaku kembali ke dunia ini adalah nyata. Aku tidak bisa menutup mata mengetahuinya, Namun sebelum Aku bisa membantu Pangeran Riana sudah membawaku kembali ke negerinya.
Pertengkaran demi pertengkaran mewarnai hariku dengan Pangeran Riana semenjak kemunculan gadis itu. Rasanya sakit saat mengetahui gadis itu adalah bagian dari masa lalu Pangeran Riana. Dia kembali untuk menikah dengan Pangeran. Ketika hatiku dilanda kesedihan, Aku mendapati sesuatu tak terduga terjadi dalam diriku.
Namun sesuatu yang mengembirakan ini justru menjadi petaka ketika sebuah berita menyebar bagaikan hantu di malam hari. Ketidakpercayaan Pangeran Riana membuatku semakin jatuh dalam jurang kesedihan. Sehingga pada Akhirnya kebahagiaan menjadi duka.
Disaat seperti itulah, Pangeran Sera kembali datang dan membersihkan namaku. Disaat semua sudah terlambat, Pangeran Riana memintaku kembali...
Tapi hatiku sudah terlanjur sakit.
Aku sudah tidak mungkin menerima Pangeran Riana kembali. Ketidakpercayaannya merebut kebahagiaanku, Hal yang paling berharga untukku.
Namun tampaknya satu kesedihan tak cukup untuk kutanggung. Sebuah fakta membuatku tersadar akan pengkhianatan dari seseorang yang kupercaya.
Akankah Kebahagiaan bisa menjadi akhirku atau itu hanya sebuah angan ?.
Ikuti kisah Yuki dalam buku ke tiga dari Morning Dew "Water Ripple"
nb : Water Ripple akan mulai rilis pada tanggal 28 desember 2019