Win Direction

Win Direction
27



"Dia memperkenalkan diri sebagai pelayanmu pada pengawal yang menjaga gerbang istana" Jelas Pangeran Sera kalem.


"Tugas hamba adalah mengikuti dan melayani kemanapun Putri Yuki pergi"


"Tapi Kau sedang mempersiapkan pernikahanmu" Kataku masih kebingungan.


"Selama Saya belum menikah, Saya masih mengemban amanat perdana menteri Olwrendho untuk melayani Putri Yuki"


Aku menghela nafas. Terharu akan kesetiaan Rena padaku. Dia tau disini sangat berbahaya katena statusnya sebagai orang Garduete. Tapi Dia rela menempuh resiko itu hanya untuk bersamaku.


Aku turun dari tempat tidur dan memeluknya senang. "Terimakasih Kau mau datang kemari" Bisikku tulus. Aku menatap Pangeran Sera yang juga menatapku. Dia menilai reaksiku. Aku tersenyum senang. "Terimakasih Pangeran sudah memperbolehkan Rena datang". Kataku padanya.


Pangeran Sera mengizinkan Rena untuk menjadi pelayan pribadiku. Aku sangat bersyukur Rena ada disini. Setidaknya Aku mempunyai teman yang bisa diajak bicara. Pangeran Sera dapat melihat hal itu.


Dari Rena, Aku akhirnya memperoleh kejelasan mengenai peristiwa di pengungsian. Pangeran Riana yang dihadang oleh pasukan Argueda saat mengejarku. Dia berhasil meloloskan diri, Namun Aku sudah terlanjur jauh dibawa oleh Pangeran Sera. Saat Dia dan pasukannya menuju laut amura, Kapal yang kutumpangi telah berada di tengah lautan.


Pangeran harus menghindari pasukan Argueda yang berusaha menghalau Dia menuju ibukota. Namun Pangeran berhasil mengecoh dan sampai sekarang belum diketahui dimana Pangeran Riana berada.


Aku menghela nafas saat mendengar cerita dari Rena. Aku sangat bersyukur tidak terjadi pertumpahan darah di pengungsian.


"Para pengungsi sudah mendapatkan pertolongan yang lebih baik. Mereka sudah mulai membangun kembali kehidupan mereka." Ujar Rena ketika menemaniku mengobrol di taman, di sebuah gazebo. Di luar gerimis mulai turun. Kami hanya berdua disini. Tapi Aku tau dari jauh pengawal dan pelayan Pangeran Sera mengawasi setiap gerak-gerik kami.


"Bagaimana dengan anak-anak"


"Anak-anak yang masih mempunyai orang tua dan sanak keluarga yang bisa merawat dikembalikan kepada mereka, Tapi bagi anak-anak yang sudah kehilangan keluarga dibawa ke panti asuhan, Yang langsung dibawah oleh negara, Kehidupan mereka akan dijamin sampai mereka cukup umur dan dapat menghidupi diri mereka sendiri"


Aku menganggukan kepala mengerti.


"Rena, bisa Kau ceritakan padaku mengenai negeri Argueda ?" Pintaku kemudian.


"Tentu saja Putri"


Negeri Argueda adalah salah satu dari empat negeri terbesar, dan juga satu dari dua negerj terkuat selain garduete. Negeri ini berkembang pesat dari hasil emas dan lautnya. Dijaga oleh Dewi skakala, Dewi kemakmuran. Di negeri ini sekarang diperintah oleh Raja Jafar Madza, Raja Jafar Madza seperti Raja Bardhana juga mempunyai istri dan kekasih lain selain Ratu. Ratu Warda, adalah istri ketiga Raja Jafar saat Raja masih sebagai Putra mahkota. Dia berhasil menaikan kedudukannya dengan menyingkirkan dua istri raja lainnya. Aku terkejut mendengarnya.


Aku melihat keseriusan di wajah Rena dan mengerti masalah ini tidak sesederhana kelihatannya.


"Apakah perebutan kekuasaan itu sangat menyeramkan"


"Ratu Warda harus membunuh dan menyingkirkan kedua istri Raja Jafar ketika Pangeran Sera lahir. Jika tidak, Dialah yang akan tersingkirkan dan anak-anaknya dapat terbunuh"


Aku tidak percaya, Kejadiannya seperti film-film yang selama ini ku tonton. "Apakah Raja Jafar tidak marah istrinya dibunuh ?"


"Yang Hamba dengar waktu itu Putri, Ratu Warda nyaris terbunuh saat berusaha menyelamatkan Pangeran Sera ketika mereka sedang berada jauh dari istana. Beruntung Dia bertemu dengan Putri Ransah. Putri Ransahlah yang melindungi Ratu dan Pangeran hingga sampai ke istana dengan selamat. Setelahnya Ratu bergerak dibantu keluarganya untuk menyerang balik dan memanfaatkan situasi sehingga kedua Istri dijatuhi hukuman mati"


"Mama ikut terlibat" Tanyaku tak percaya. Aku juga pernah mendengar hal ini sekilas dari Pangeran Sera. Karena pertolongan mama, Pada Akhirnya Ratu mengadakan perjanjian, Jika nanti Anak yang dikandung Putri Ransah adalah laki-laki maka Dia akan menjadi saudara Pangeran Sera. Namun Jika yang dikandung adalah perempuan, Maka Dia akan dinikahkan dengan Pangeran Sera. Tapi Aku tidak menyangka masalah yang terjadi jauh lebih mengerikan daripada yang Aku sangka.


"Ratu sangat berhutang budi pada Putri Ransah, Karena selain menyelamatkan nyawanya, Putri Ransah juga memenangkan pertarungan kekuasan yang sedang terjadi. Ada desas desus yang mengatakan bahwa Putri Ransahlah otak dibalik kemenangan Ratu Warda."


Apa ?.


Mama ikut terlibat dalam konspirasi kerajaan. Apa yang Mama pikirkan waktu itu, bukankah dengan melibatkan diri,Dia turut andil dalam pembunuhan yang terjadi didalamnya. Aku membayangkan Mama dalam benakku. Seseorang yang penuh kasih sayang dan cinta. Bukan seperti seorang pembunuh berdarah dingin.


"Tidak ada yang ingin hidup dengan membunuh orang lain Putri" Ujar Rena seolah mengerti jalan pikiranku.


"Baik Ratu atau Putri Ransah terpaksa melakukannya untuk menyelamatkan diri. Jika tidak, Merekalah yang akan dikorbankan dalam hal ini. Saya harap putri bisa memahami hal ini"


Aku diam.


"Rena, Apakah suatu hari nanti Aku akan seperti mereka ?"


Rena terdiam beberapa saat. Dia kemudian menatap lurus kearahku dengan penuh ketegasan yang tidak pernah ditunjukan padaku sebelumnya.


"Jika saat itu tiba, Apa yang Putri akan lakukan ?, Mengorbankan hidup keturunanmu atau Menyelamatkan mereka ?"