Win Direction

Win Direction
10



Wajah Pelayan Wanzel memerah saat membaca surat perintah Pangeran. "Mulai hari ini Saya yang akan kembali memegang jabatan pelayan pribadi untuk Putri Yuki. Tanpa mengurangi rasa hormat, Saya mohon Pelayan Wanzel dapat mengerti"


"Aku akan berbicara dengan Ibu Suri mengenai hal ini" Ujar Pelayan Wanzel lantang, Dia kembali mengeluarkan ancamannya dengan menyebut nama Ibu Suri.


"Silahkan, Saya hanya bertindak atas perintah langsung Pangeran. Sebagai seorang pelayan Saya tidak berani membantah perintah beliau" Jawab Rena tenang. Aku sangat senang mendengar kabar ini. Tapi lebih senang lagi ketika melihat reaksi Pelayan Wanzel. Rena sangat keren. Dia berani melawan Pelayan Wanzel.


"Kalau begitu Aku tidak perlu belajar lagi hari ini. Ayo Rena...Kita pergi" Aku mendorong bahu Rena, menuntunnya keluar ruangan dengan cepat, Tidak ingin menyia-nyiakan kebebasanku ini.


"Kau sangat hebat, berani melawan Pelayan Wanzel" Ujarku ketika Kami sudah menjauhi Tempat berlatih. Kami berjalan berdua, menyusuri lorong untuk kembali ke kamar.


"Saya hanya berbicara kebenaran" Jawab Rena pelan.


Aku menatap Rena, Dia tampak aneh. Biasanya orang yang baru keluar penjara akan bahagia, Dia memang bahagia tapi...ada sesuatu yang lain di matanya. Dia lebih bertambah dewasa dan tenang dari sebelumnya, Matanya memancarkan gairah hidup yang besar.


"Apa yang Kau sembunyikan dariku ?" Pertanyaanku membuat Rena terkejut. Pipinya memerah seketika.


"Sepertinya ada hubungannya dengan seorang Pria" Tebakku cepat. Aku tidak mungkin salah


Dia seperti seorang gadis yang sedang jatuh cinta. "Siapa Dia ?"


"Kami bertemu di penjara" Aku Rena tersipu malu. "Dia adalah penjaga di sana. Dia pemuda yang baik. Saat Aku keluar penjara, Dia melamarku. Jika Putri mengizinkan Aku berencana menikah dengannya"


"Omong kosong apa itu, Kenapa Kau harus meminta izinku untuk menikah. Aku sangat senang mendengarnya" Kataku tulus.


"Selamat Rena"


"Terimakasih Putri, Tapi Jika Aku menikah nanti, Aku tidak mungkin bisa melayani Putri kembali" Ujar Rena ragu.


"Aku tidak pernah menganggapmu sebagai pelayan, Kau adalah temanku. Jika Kau menemukan kebahagiaanmu maka Kau berhak untuk mendapatkannya.Kapan kalian akan melangsungkan pernikahan, Izinkan Aku untuk membantu persiapannya"


"Kami berencana menikah setelah ulang tahun Pangeran"


"Ulang tahun Pangeran ?" Kataku terkejut.


"Apa putri tidak mengetahuinya ?" Kini Rena yang bertanya padaku dengan penuh keheranan.


"Tidak. Tidak ada yang bercerita padaku soal ini. Aku baru mendengarnya darimu"


"Apa maksudmu ?" Tanyaku tak mengerti.


Pangeran Riana tidak pernah mau merayakan pesta ulang tahunnya karena bersamaan dengan hari kematian ibunya, Ratu Almira. Sudah 26 tahun lamanya kerajaan tidak pernah lagi mengadakan perayaan kelahiran untuk Pangerannya. Mood Pangeran Riana sendiripun sangat buruk jika mendekati hari kelahirannya. Sepertinya Dia masih menyalahkan Dirinya, Atas kematian ibunya. Ratu Almira meninggal dunia sesaat setelah melahirkannya..


Pangeran walaupun seperti itu, Aku banyak berhutang budi padanya. Aku ingin membalas kebaikannya biarpun hanya sedikit. Aku terus memikirkan apa yang pantas untuk kuberikan pada Pangeran Riana, Rena dan pelayan lain menolak mentah-mentah keinginanku untuk memberikan kejutan ulang tahun pada Pangeran. Mereka menganggap keinginanku sama saja seperti sedang cari mati dengan Pangeran. Namun Aku bertekad melakukannya. Aku ingin membalas kebaikannya. Hanya hal seperti ini saja yang dapat kulakukan untuknya.


"Gererou ?" Tanyaku pada Rena yang sedang merapikan rambutku. Dia akhirnya menyerah untuk tidak membantuku dalam aksiku di hari ulang tahun Pangeran.


"Benar Putri, Gererou adalah jimat yang dibuat oleh seorang wanita kepada kekasih, suami atau keluarga laki-lakinya. Tujuannya untuk memberikan keselamatan pada pemiliknya. Pangeran tidak pernah menerima Gererou seumur hidupnya. Aku rasa putri bisa memberikannya"


"Baiklah kita akan membelinya dimana ?"


"Gererou harus dibuat sendiri, tidak boleh dibuatkan apalagi di wakilkan kepada orang lain. Karena setiap jalinan dari Gererou adalah doa dari pembuatnya."


"Baiklah Aku akan membuat itu saja. Rena apa Kau bisa mengajariku membuatnya ?"


"Tentu saja Putri, Kita bisa membuatnya bersama"


"Untuk calon suamimu" cubitku menggoda. Wajah Rena memerah karena malu. "Kau harus memperkenalkan padaku"


"Pasti Putri"


Aku belajar membuat Gererou.Hiasan ikat pinggang terbuat dari benang dan manik kayu khusus yang diuntai dengan pola rumit. Sering, Aku harus membongkar beberapa ayaman karena Aku salah menghitung. Ternyata mengerjakan Gererou tidak semudah yang kubayangkan.


"Apa yang Kau lakukan akhir-akhir ini ?" Tanya Pangeran yang curiga saat Aku sudah menguap di pagi hari. Aku rela beberapa hari bergadang hanya untuk menyelesaikan Gererou tepat waktu.


"Tidak ada, Apa lagi yang kulakukan didalam kamar ketika Kau mengurungku di sana, selain membaca buku dan pekerjaan yang membosankan lainnya" Jawabku dengan wajah setengah mengantuk.


Pangeran tidak banyak bertanya lagi. Aku melanjutkan membaca buku sedang Pangeran mengkoreksi pekerjaannya di meja kerjanya.


Akhirnya hari yang ditunggu tiba. Aku berhasil membuatnya tepat pada waktunya. Tidak sebagus hasil buatan Rena tapi tidak cukup buruk menurutku.


Gurerou buatanku memiliki manik berwarna biru es, persis seperti Pangeran Riana. Terkesan Dingin dan gelap. Aku cukup puas dengan hasilnya.


Aku memasukkan ke dalam kotak kecil dan membungkusnya dengan kain bermotif burung murai biru. Senang rasanya telah berhasil menyelesaikan satu misi.