
Siang harinya.
Saat jam istirahat, Shena, Dinar dan Chery keluar kantor untuk makan siang. Mereka berjalan beriringan sambil menggoda Shena yang setatusnya kini adalah pengantin baru, juga karena mereka berdua melihat jejak kepemilikan yang Sean tinggalkan.
Mereka berdua terus menertawakan dan menggoda Shena, hingga klakson mobil menghentikan langkah mereka bertiga. Mereka menoleh ke arah mobil merah mewah yang berhenti di depan mereka.
Lalu, keluarlah Samuel dan wanita cantik dari dalam mobil itu. "Kakak ipar," panggil Samuel dengan sebuah senyuman, membuat Shena, Dinar dan Chery mengerutkan kening mereka karena bingung.
Mereka saling menoleh dan bertanya dalam diam, entah karena kehadiran Samuel, atau karena panggilan laki-laki itu pada Shena yang membuat ketiga orang itu bingung.
"Kakak ipar, kebetulan sekali bertemu dengan kakak ipar di sini," kata Samuel.
Kebetulan? Bahkan jika anak kecil yang mendengar ini pasti tidak akan percaya, karena apartemen Samuel dan WLC Corp itu berlawanan arah. Bagaimana bisa laki-laki itu mengatakan jika kebetulan? sudah pasti dia sengaja ke sana untuk mencari Shena.
Melihat ekspresi bingung dari ketiga orang itu membuat Samuel terkekeh, dia sadar jika ucapannya mungkin saja tidak dipercaya. "Oke baiklah, sebenarnya aku ke sini untuk bertemu dengan kakak ipar," kata Samuel.
"Aku?" gumam Shena sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Ya!"
"Untuk apa kamu mencariku lagi?" tanya Shena, nadanya sedikit terdengar tidak suka, meskipun Samuel sudah memanggilnya kakak ipar. Namun, Shena tetap saja masih menyimpan kekesalan pada laki-laki itu atas apa yang pernah dia lakukan.
"Kakak ipar jangan salah paham dulu, sebenarnya aku mencarimu karena ingin bertanya soal keberadaan kakak, tadi aku ke villa kalian, tapi kakak tidak ada di sana," ucap Samuel, Shena kembali mengerutkan keningnya.
Samuel ingin bertemu dengan Sean? Lalu kenapa dia tidak meneleponnya dan membuat janji? Mengapa harus mencari Shena?
"Kenapa kamu tidak menelponnya?" Shena kembali bertanya, karena ucapan Sean cukup janggal.
Samuel tersenyum. "Semenjak kejadian semalam, aku tidak bisa menghubunginya," jawabnya.
Shena masih terdiam sambil melirik wanita yang berdiri di samping Samuel, dan dia kembali mengernyitkan dahinya saat menyadari jika wanita itu sedikit mirip dengannya. Bahkan bukan hanya wajah, tapi dari gaya rambut dan penampilan pun benar-benar agak mirip.
Samuel mengikuti arah pandang Shena, dan tersenyum lagi. "Sebenarnya dia yang ingin bertemu dengan kakak, dia adalah teman dekat kakak, sangat dekat," kata Samuel dengan menekankan kata dekat.
"Shena kamu ...."
"Kak Sean!" Belum selesai Sean berkata, suara wanita yang di samping Samuel berseru, membuat ucapan Sean terhenti dan menoleh padanya.
"Bunga?" gumam Sean dengan mata membulat sempurna, dan wanita itu tersenyum sambil melangkah mendekat pada Sean.
"Iya, ini aku, sudah lama kan kita tidak bertemu?" kata wanita itu, senyum wanita itu sangat manis dan menawan, seperti bunga yang baru saja mekar, sangat indah.
Wajah Sean terlihat sedikit kebingungan, tapi bibirnya langsung mengulas senyum manis pada wanita itu. Semua ekpresi Sean pun tak luput dari pandangan Shena yang menatapnya dengan tidak suka.
Sementara Samuel yang melihat itu tersenyum menyeringai, jika semua orang menganggap Rina adalah orang yang sangat dekat dengan Sean itu adalah salah.
Sebenarnya orang yang sangat dekat dengan Sean adalah Bunga, kedekatan Sean dengan Rina tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kedekatan Sean dan Bunga, juga kedekatan Bunga dengan keluarga Kendrick.
Ibunya Bunga adalah anak angkat tuan besar Kendrick saat beliau masih hidup karena ibu dari Bunga sangat berjasa pada tuan besar Kendrick. Sean, Samuel dan Bunga dulunya pun sering bersama, Sean juga sangat menyayangi Bunga karena dia sudah menganggapnya sebagai adik.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Sean pada Bunga dengan suara pelan dan lembut.
Shena mengernyit, bertanya-tanya dalam hati, tentang apa hubungan Sean dengan wanita yang bernama Bunga itu, karena keduanya terlihat cukup dekat, dan Sean terlihat begitu lembut pada wanita itu.
"Aku baik, kakak sendiri bagaimana kabarnya?"
"Aku juga baik, kamu menghilang tiba-tiba saat masih sekolah dulu, dan baru kembali? Ke mana saja kamu selama ini?" tanya Sean lagi, karena terlalu banyak bertanya atau bertegur sapa dengan Bunga, Sean jadi lupa jika di sana ada Shena, dan itu membuat Shena sedikit merasa marah.
Shena tidak berkata apa pun, dia langsung melangkahkan kakinya hendak pergi, tapi sepertinya Samuel tidak ingin membiarkan dia pergi begitu saja dan seperti ingin balas dendam juga.
Dia malah menghentikan langkah Shena yang ingin meninggalkan Sean dan Bunga. "Kakak ipar, kamu mau ke mana?" tanya Samuel dengan senyuman penuh kemenangan, karena berhasil membuat Shena cemburu atau mungkin akan salah paham.
BERSAMBUNG...