
Di tempat lain.
Lebih tepatnya di taman belakang gereja, dimana tempat itu cukup sunyi dan tak jarang yang ke sana. Begitu sampai di tempat itu Shena langsung melepaskan genggaman tangan Sean dengan kasar.
"Apa-apaan ini? apa maksudnya semua ini? kamu adalah kakak Samuel? apa karena itu kamu menerima perjodohan ini?" tanya Shena tidak sabaran.
Sean menatap dengan tatapan dingin. "Apa dia adalah mantan kekasihmu yang berselingkuh itu?" tanya Sean, rahangnya mengeras, giginya bergemulutuk menahan sesuatu yang membuat Shena mengernyit.
"Bukankah aku yang bertanya padamu lebih dul ...."
"Jawab!" bentak Sean menyela ucapan Shena.
"Ya!" kata Shena spontan.
Sean terdiam, tapi dari sorot matanya terlihat jika laki-laki itu tertekan. Lalu, tak berselang lama Grace dan Samuel sudah berhasil menyusul mereka.
Samuel yang sejak tadi sudah sangat penasaran dengan alasan Shena menikahi kakaknya, begitu sampai langsung ingin menghampiri wanita itu, tapi dihalangi oleh Sean.
"Kakak, dia tidak mencintaimu kak, dia menikahimu hanya ingin balas dendam padaku saja! tolong menepi, aku ingin bicara padanya untuk berhenti bermain gila dan segera bercerai denganmu," ujar Samuel. Namun, Sean tidak bergerak, dia masih menghalangi Samuel yang ingin mendekati Shena.
"Bagaimanapun sekarang ini dia adalah istriku, yang berarti dia adalah kakak iparmu, tolong hargai aku sebagai suaminya! dan tolong hargai dia sebagai kakak ipar, kamu juga tidak boleh asal mendekatinya," ucap Sean dengan dingin, membuat Samuel tidak percaya.
"Kakak, aku dan dia saling ...."
"Hubungan kalian sudah selesai, untuk apa kamu masih ingin membahasnya?" Sean menyela perkataan Samuel.
Samuel ternganga tidak percaya dengan Sean yang bukan berada dipihaknya. "Kakak, apa kamu gila?! Meskipun kamu tau dia memanfaatkanmu hanya demi aku, kamu masih membelanya?"
"Dia tidak memanfaatkanku, dia tidak kenal aku dan begitu juga sebaliknya, kami dijodohkan," sahut Sean. Matanya dan mata Samuel bertemu pandang, tapi kali ini tatapan kakak beradik itu memancarkan aura musuh yang kentara. Sebenarnya bukan tatapan keduanya, tapi hanya Samuel yang seperti itu.
"Kalau begitu ceraikan Shena Kak! Dan biarkan kami bersama."
"Dia adalah pacarku," jawab Samuel singkat tapi membuat Grace sakit kepala dan merasakan sesak.
"Omong kosong apa yang mau katakan? Hubunganmu denganku sudah berakhir, dan itu karena kamu berselingkuh dengan Hana," ketus Shena. Dia berdiri di samping Sean dan menatap Samuel dengan dingin.
Samuel menatapnya. "Tapi bukankah sudah kukatakan padamu jika aku tidak mau putus, dan aku ingin memperbaiki semuanya," tutur Samuel, tangannya terulur hendak menyentuh Shena, tapi dengan sigap Sean menepis tangannya.
"Dia adalah istriku, kamu tidak berhak menyentuhnya," kata Sean.
"Kenapa kalian begitu kejam?! kalian sengaja bermain api untuk membalasku?"
"Samuel, hubungan kita berakhir sebelum aku bertemu dengan Sean, dan itu karena ulahmu sendiri. Jadi, jangan bertingkah seolah kamu adalah orang tersakiti di sini." Walaupun Shena ingin bertanya sesuatu pada Sean, tapi kali ini hal yang harus dia lakukan adalah bekerjasama dengan Sean. Dia juga tidak terima dituduh.
Samuel yang semula menatap Shena kini beralih menatap Sean. "Kak, setelah kamu tau jika dia adalah mantanku, apa kamu masih ingin menerimanya?" tanya Samuel.
"Kalau tidak?," jawab Sean dengan santai.
Samuel mengerang pelan, dan tiba-tiba tangannya terulur mencengkram kerah baju Sean. "Kamu ini kakak macam apa, hah?! yang dengan tega merebut kekasih adik sendiri," geram Samuel.
Melihat itu Grace sakit kepala. "Stop! Sean, Samuel, stop!" teriak Grace, napasnya sudah naik turun, matanya pun sudah memerah menahan tangis.
Dia menoleh menatap Shena dengan tatapan kecewa dan sarat akan luka. "Shena, sebelumnya bukankah aku sudah bertanya padamu, apa kamu punya kekasih? kamu jawab tidak, lalu apa ini Shena? kamu bukan hanya punya kekasih, tapi orang itu adalah adik Sean," kata Grace.
"Tante, saat itu kami memang sudah putus, dia berselingkuh di belakang dengan sepupuku sendiri, aku tidak bohong! Dan lagi, aku sama sekali tidak tau jika Samuel adalah adik Sean, jika tau soal ini, aku tidak akan mungkin mau menikahi Sean," jawab Shena jujur.
"Yang dikatakan Shena itu benar!" ucap orang tiba-tiba membuat semua orang yang tadi terlibat pertengkaran itu spontan menoleh.
BERSAMBUNG...