When Love Comes

When Love Comes
Menikahinya untuk balas dendam?



Spontan Shena pun langsung menoleh ke arah sumber suara, matanya langsung melotot tidak percaya dengan kehadiran Samuel dan juga dengan Grace yang menghampiri Samuel lantas merangkulnya lembut.


Shena yang semula duduk kini spontan berdiri seraya menatap Samuel, yang kebetulan laki-laki itu pun sedang menatapnya dengan sendu. Melihat kedatangan Samuel, Sean pun ikut beranjak dari duduknya dan hendak menyambut adiknya itu.


Akan tetapi, mata Samuel hanya fokus pada Shena, membuat Sean mengernyit. Apalagi saat langkah Samuel bergerak ke arah Shena tanpa menoleh atau melihat ke arah Grace dan Sean.


"Samuel!" panggil Sean, karena dia pikir Samuel tidak fokus. Namun tidak, adiknya itu sepertinya benar-benar berniat untuk menghampiri Shena.


"Shena," panggil Samuel sesaat setelah dia sudah berdiri menjulang di hadapan wanita si pemilik hati, tapi sekarang wanita itu justru berstatus kakak iparnya itu.


Melihat Samuel yang berdiri di depannya, Shena tampak gugup dan takut. "Shena, aku tau kamu sangat kecewa padaku, tapi bukan seperti ini Shena! Ini sangat keterlaluan! Ini sangat kejam!" teriak Samuel tepat di depan gadis itu.


Samuel berpikir jika Shena sengaja menikahi kakaknya demi membalaskan rasa sakit hatinya. Tadi di saat yang lain hendak berangkat ke pemberkatan, Samuel sengaja tidak ikut karena ingin pergi menemui Shena agar gadis itu tidak jadi menikah.


Akan tetapi siapa sangka, saat sampai rumah Pram, ternyata Shena sudah berangkat ke pemberkatan, dia yang panik dan takut terlambat dalam menghalangi pemberkatan itu pun langsung memaksa Hana untuk mengantarnya.


Hati Samuel yang sejak kemarin sudah sangat gelisah, semakin gelisah saat Hana memberikan alamat gereja yang kebetulan itu adalah tempat kakaknya melakukan pemberkatan juga. Sesampainya di depan gereja, Samuel sempat bertanya pada keamanan yang ada di sana, mungkinkah hari ini ada dua orang yang melakukan pemberkatan pernikahan?


Hati kecil Samuel berharap mendengar jawaban 'ya' tapi ternyata tidak, penjaga keamanan justru menjawab 'tidak' karena hari ini memang hanya ada satu acara pemberkatan saja.


Bagai ditusuk ribuan belatih, hati Samuel ketika mendengar itu langsung terasa nyeri dan sesak, lalu dengan langkah gontai dan pikiran yang harap-harap cemas dia pun masuk ke dalam.


Selangkah demi selangkah Samuel masuk ke dalam, dia pun dibuat tidak bisa berkata-kata, dan mendadak seluruh tubuhnya kaku saat melihat Sean menggandeng lengan Shena sambil memperkenalkan wanita itu ke kolega dan keluarga.


Shena masih bergeming bingung, dia masih belum mengerti ke mana arah pembicaraan Samuel. Memangnya siapa yang akan membalas rasa sakit hatinya? dia saja bahkan tidak merencanakan hal yang Samuel katakan.


Samuel menggenggam tangan Shena dan kembali berteriak dengan lantang. "Kenapa kamu harus menikahi Kakakku? kenapa harus dengan cara ini Shena! ini benar-benar keterlaluan!"


Mendengar itu Shena terkejut dan spontan menoleh pada Sean dengan wajah menuntut penjelasan. Sean yang memang orang cerdas dapat langsung mengerti dari ucapan Samuel, kemungkinan adiknya itu adalah mantan kekasih Shena yang bejat.


Sean pun bergerak maju dan langsung melepaskan genggaman tangan Samuel pada istrinya itu, kemudian menggenggam tangan Shena dan berkata, "jika ingin bicara hal pribadi, ayok kita bicarakan di tempat lain."


Samuel melirik pada genggaman tangan Sean dan Shena dengan bibir terangkat, hatinya benar-benar sakit melihat itu semua. Dia pun jadi teringat tentang rencananya tadi pagi, yang katanya gagal karena beberapa pria pengawal rumah itu datang membantu.


Awalnya Samuel berpikir jika mungkin Pram sengaja menyewa pengawal untuk berjaga-jaga, tapi kini dia sadar dan tau kenapa ada pengawal di rumah itu. Tentu saja itu karena kakaknya, karena di vila kakaknya yang besar terdapat banyak pengawal. Sial! Samuel menyesal karena baru menyadari ini semua.


"Kamu sudah berhasil membalaskan rasa sakitmu Shena, kamu sudah berhasil, kamu berhasil!" lirih Samuel saat Sean baru melangkahkan kakinya.


"Samuel kamu salah paham! Dan lebih baik ikut kakak, kita bicarakan ini di tempat lain," tegas Sean dengan tatapan mata tajam yang dingin dan menakutkan itu.


Samuel pun mau tidak mau mengikuti mereka berdua, karena dia ingin tau alasan Shena menikahi kakaknya. Grace yang sejak tadi bingung pun memilih untuk mengikuti mereka juga.


BERSAMBUNG...