When Love Comes

When Love Comes
Kedatangan Samuel



Baru Shena masuk beberapa langkah ke dalam rumah, Samuel yang entah sejak kapan ada di halaman rumah itu langsung menghampiri dia. "Shena, kamu dari mana? Kamu tau, aku menunggumu dari empat jam lalu," tanya Samuel.


Shena melirik pada Hana yang tengah duduk di kursi halaman rumah itu dengan santai sambil bersedekap, sedangkan Pram dan Gita berdiri di ambang pintu dengan wajah yang sulit diartikan.


"Untuk apa kamu menungguku?!" tanya Shena kesal. Bahkan Samuel berani mendatangi dan menunggunya di depan Hana? Laki-laki itu sepertinya memang tidak waras.


"Shena, aku hanya ingin tanya padamu, apa yang Hana katakan soal pernikahan dan perjodohanmu, itu tidak benar 'kan? Kamu tidak mungkin kan menduakan aku?" tanya Samuel lirih, matanya terlihat berkaca-kaca, wajah dan rambutnya terlihat sangat kusut.


"Itu benar atau tidak, itu bukan urusanmu! kamu urus saja urusanmu sendiri, untuk apa mengurusku? Lagi pula, siapa yang menduakan siapa kamu tau akan hal itu. Jadi, jangan bertingkah seolah aku yang salah di sini!"


Gita menghampiri Shena dengan wajah bingung. "Shena, sayang, laki-laki ini mengatakan jika dia pacarmu, apa benar?" tanya Gita, sudah Shena duga, Gita dan Pram pasti salah paham, dan pasti mereka akan merasa bersalah karena ternyata dia memiliki kekasih.


"Tidak, kami sudah berakhir," jawab Shena dengan tegas seraya menatap tajam Samuel.


"Shena, bukankah sudah kukatakan padamu, aku tidak ingin putus." Samuel meraih lengan Shena hendak menggenggamnya, tapi Shena langsung mundur beberapa langkah.


"Dan bukankah sudah kukatakan juga padamu jika aku tidak peduli! Kamu sudah selingkuh, lalu untuk apa datang padaku lagi?" bentak Shena dengan kesal. Baru saja dia merasa suasana hatinya lebih baik karena sudah menikah dengan Sean.


Akan tetapi, kehadiran Samuel membuat suasana hatinya kembali buruk! Gita dan Pram terlihat bingung, tapi sedikitnya dia mulai mengerti. "Shena, kalau kamu mau, aku akan menikahimu sekarang juga, agar kamu percaya jika aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi," tutur Samuel, dia terlihat sangat lemah hari ini.


Sangat berbeda jauh dengan Samuel yang sebelum-sebelumnya, yang terlihat selalu gagah, tampan dan berwibawa. Walaupun tidak setampan dan segagah Sean.


Shena melototi Samuel, dia tidak percaya dengan apa yang laki-laki itu katakan, apakah hubungan di mata Samuel adalah sebuah lelucon saja? Sehingga dia bisa dengan santai mengatakan itu di hadapan Hana.


Shena melirik pada Hana, wanita itu terlihat diam saja karena dia sudah tau dari Pram jika setelah fitting baju pengantin, kemungkinan Shena dan Sean akan pergi catatan sipil.


Jadi, Hana tidak takut akan Shena kembali pada Samuel, karena kemungkinan kakak sepupunya itu sudah resmi menjadi istri orang lain. "Tidak! aku tidak ingin menikah denganmu!" kata Shena.


"Kenapa tidak mau? Aku yakin kamu masih mencintaiku, kan? Ayok kita pergi ke catatan sipil dan menikah." Samuel benar-benar kalut, pikirannya hari ini adalah menikahi Shena sebelum besok. Agar tidak ada laki-laki lain yang bisa menikahi wanita tercintanya itu.


"Apa kamu lupa dengan apa yang aku katakan kemarin? aku sudah tidak mencintaimu lagi Samuel! aku tidak pernah mentolerir kebohongan dan perselingkuhan! Dan lagi, aku sudah mendapat akta nikah, aku sudah menjadi istri orang lain saat ini," teriak Shena.


Samuel terkejut, dia bagai disambar petir di siang bolong, dia terlalu syok, hingga terhuyung beberapa langkah ke belakang dan akhirnya terjatuh dengan kaki menyentuh lantai. Kakinya seperti tak bertulang sehingga tidak kuat menopang tubuhnya.


Sementara Hana, ketika mendengar jika Shena sudah menikah, dia mengulas senyum penuh kebahagiaan. Dia merasa senang, karena akhirnya tidak ada lagi penghalang untuknya memiliki Samuel.


"Shena, kamu bohong, kan? kamu bohong kan? Bagaimana bisa kamu sudah menikah dengan orang lain secepat ini? Apa kamu selingkuh dariku sebelumnya?" lirih Samuel masih dengan posisi yang sama.


Shena menundukkan kepalanya menatap Samuel. "Aku bahkan sudah pergi ke catatan sipil dan mendapatkan akta nikah. Lalu untuk apa aku berbohong? sudahlah. Lebih baik sekarang kamu fokus pada hubunganmu dengan Hana saja, jangan ganggu aku!" kata Shena, kemudian dia pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.


Melihat Shena yang hendak pergi, Samuel buru-buru berdiri dan hendak mengejarnya tapi langsung ditahan oleh Hana. "Samuel, sudah kukatakan padamu bukan, Shena sudah memiliki calon suami. Aku tidak berbohong, kamu yang tidak percaya padaku. Tidak, bahkan ternyata dia sudah menikah," ucap Hana semakin memperkeruh dan memperkelut pikiran Samuel.


"Diam! Ini semua juga karena kamu! Jika kamu tidak selalu menempel padaku, hari ini tidak akan pernah terjadi," bentak Samuel pada Hana.


"Kenapa kamu jadi menyalahkan aku? Bukankah kamu yang mengatakan jika Shena itu membosankan?" Hana tidak terima dengan apa yang Samuel katakan, sehingga dia ikut berteriak.


Shena yang belum jauh masuk ke dalam rumah, menghentikan langkahnya saat mendengar perkataan Samuel, dia pun menoleh ke belakang dan terlihat bayangan Samuel dan Hana yang tengah berdiri berhadapan dari balik garden.


"Kamu yang tidak bisa menahannya, kenapa harus aku yang disalahkan?"


"Itu karena kamu menjebakku, kamu pasti menaruh sesuatu diminuman ku, iya kan?" Samuel dan hanas masih berdebat.


Sementara Shena masih mencerna setiap perdebatan antara Samuel dan Hana. Dia pun masih memperhatikan bayangan mereka yang terlihat dari dalam itu. Hati Shena terasa nyeri ketika mendengar itu semua.


"Benarkah semua itu hanya jebakan?" gumam Shena pelan. Dia ingin keluar kembali, tapi saat teringat jika dirinya kini sudah menikah, Shena mengurungkan niatnya dan langsung berlari menaiki anak tangga dengan menahan tangisannya.


Pram dan Gita yang masih di luar terdiam saja mendengarkan perdebatan antara Samuel dan Hana, mereka tidak habis pikir jika Shena ternyata sudah memiliki kekasih, yang direbut oleh anaknya.


Mereka pun berpikir, bagaimana jika kemarin Sean dan Grace tidak datang dan tidak membicarakan perjodohan? Bukankah mungkin sekarang Shena masih terluka karena Hana dan Samuel?


Ini berarti takdir yang sudah Tuhan ciptakan untuk Shena, di saat dia terluka karena cinta, Tuhan mendatangkan cinta yang lain padanya. Walaupun mungkin saat ini Shena belum mencintai Sean, tapi mereka sudah menikah dan lambat laun, cinta pasti akan tumbuh di antara mereka.


"Shena! Shena! Aku mohon maafkan aku, aku yakin kamu masih cinta sama aku kan? Keluar Shena! ayok kita mulai semuanya dari awal lagi." Samuel berteriak memanggil pujaan hatinya itu.


"Untuk apa kamu memanggil istri orang lain? Bukankah seharusnya kamu bertanggung jawab padaku?" kata Hana.


Samuel hanya melirik padanya, kemudian kembali mengabaikannya, dan hendak menyusul Shena ke dalam. Namun, langkahnya ditahan oleh Pram.


"Paman, aku mau bertemu dengan Shena, aku yakin jika dia masih mencintaiku, ijinkan aku menemuinya," ucap Samuel, tapi Pram menggeleng.


"Tidak, kamu sudah tidak memiliki hubungan apa pun lagi dengannya, dan dia juga sudah menjadi istri dari orang lain, kamu tidak boleh bertemu dengannya, lebih baik kamu pergi!" Walaupun Hana adalah anak kandungnya, tapi Pram tidak mau ikut campur dengan urusan asmara Hana.


Selain itu, alasan lainnya adalah dia juga sedikit kecewa, karena ternyata Hana merebut kekasih sepupunya sendiri.


"Tapi Paman ...."


"Sudahlah pergi! tidak ada tapi-tapi," usir Pram, kemudian dia pun masuk ke dalam diikuti oleh Gita.


Samuel terlihat tidak percaya dengan semua yang terjadi, tapi dia menahannya, dan berpikir akan kembali lagi nanti. Samuel melirik pada Hana, kemudian melangkahkan kakinya pergi dari halaman rumah itu.


Kemarin Hana tidak mengatakan apa pun soal perjodohan Shena, dia malah selalu menempel pada Samuel, sehingga Samuel tidak bisa menemui Shena.


Lalu hari ini, pagi-pagi sekali, tiba-tiba saja Hana mengatakan jika Shena akan menikah, sontak Samuel terkejut dan langsung mendatangi kediamannya. Namun, Shena sudah pergi entah ke mana, lama dia menunggu. Saat Shena kembali dia malah mendapat kabar jika wanitanya itu sudah menikah?


Samuel yang masih memendam cinta untuk Shena tentu saja merasa terpukul, dan merasa sangat hancur. Namun, dia tidak akan menyerah, Samuel yakin jika Shena pasti juga masih mencintainya.


BERSAMBUNG...