
James Pov
Gue melihat cowok itu masuk ke kelas di ikuti Gaby di belakangnya. Tak berapa lama wali kelas gue datang. Gue tersentak saat wali kelas meminta gue untuk memperkenalkan diri di depan kelas. Iihh kok gue males ya.
Tapi tak urung gue juga berjalan ke depan kelas. Gue melihat semua mata memandang ke arah gue dengan pandangan yang berbeda beda, termasuk Gaby.
"Hai"
"Nama gue James Alferd Scott"
"Anak anak namanya adalah James ada yang ingin bertanya?" wali kelas langsung mengambil alih ketika dia melihat gue agak canggung nggak tau mau ngomong apa di depan.
"Saya mau nanya buk"
"Iris silakan bertanya"
"Makasih buk cantik" kok gue rada jijik ya denger tuh cewek muji sesama jenis.
"Hai James, nama gue Iris Jolicia, gue boleh minta nomor whatsapp loe nggak?" what? dia cuma mau nanya hal sepele gini. Nggak bakalan gue kasih.
"Maaf nona Iris, gue nggak ngasih nomor whatsapp ke sembarangan orang" gue menampilkan senyum terbaik yang pernah gue punya. Dari sebelah sudut banyak yang berteriak karena gue senyum terlalu manis. Ah! Pesona gue benar benar kelewatan.
Gue melihat Gaby yang pura pura muntah melihat gue tersenyum. Kok gue kesel ya.
"Masih ada yang ingin bertanya?"
"Tidak buk"
"James apa tidak masalah duduk di belakang?"
"Tidak apa apa buk" gue menundukkan kepala sedikit dan berjalan ke bangku gue.
Author Pov
Selesai memperkenalkan murid baru, guru pun mengakhiri pertemuan mereka hari ini dan keluar dari kelas. Begitulah kebiasaan SMA Garuda, mereka memang tidak akan langsung belajar di hari pertama sekolah, karena akan sangat sulit bagi siswa untuk nyambung dengan pelajaran sementara sebagian mereka pasti masih banyak yang belum konsentrasi dengan pelajaran mereka.
Bukankah jika kita belajar kita sangat membutuhkan konsentrasi, buat apa belajar kalau nggak konsentrasi, buang waktu aja kan.
"Anna, mau pulang bareng nggak?" Dean nawarin gue pulang. So sweet banget sih.
"Kayaknya nggak deh Dean, Anna mau ke bandara, ngantar bokap sama nyokap" gue menampilkan senyum manis yang gue punya. Bukan tanpa sebab gue senyum manis. Karena bagi gue hanya Dean seorang yang boleh menikmati senyuman gue. Gue bucin banget yah?
"Kalau gitu hati hati ya" Dean mengusap kupluk gue pelan. Gue langsung blushing begitu Dean mendaratkan tangannya di kupluk gue. Walaupun dia nggak megang kepala gue secara langsung, tapi efeknya benar benar bikin gue deg degan.
"I-iya Dean"
"Gue duluan ya!" Dean berlalu dari hadapan gue.
"Gitu aja kok blushing" James mengejek gue.
"Loh, loe masih disini" gue benar benar jadi diri gue di depan James. Gue malahan nggak malu buat ngomong pake loe gue sama James.
"Loe masih di sini" James meniru gaya gue ngomong.
"Iiihhh Jimmy" gue mutusin kalau gue bakal panggil James dengan panggilan spesial karena dia orang pertama yang manggil gue dengan panggilan yang berbeda. Gue melihat dia sedikit senyum.
"Jimmy?" beo James.
"Iya, loe juga manggil gue Gaby apa salahnya gue manggil loe Jimmy dengan begitu kita impas"
"Loe mau nomor whatsapp gue nggak?"
"Nggak"
"Oh ayolah, loe adalah teman pertama gue"
Gue menyipitkan mata gue pertanda gue curiga pada Jimmy, namun dia hanya mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya seakan menandakan dia serius saat ini.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂
Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗