
Anna Pov
Wah baru tiga hari pacaran tapi gue Udah nggak di anggap. Miris sekali kisah cinta gue. Nyesek tau nggak. Tapi hari ini gue mau hubungi nenek tercinta gue dulu. Gua udah lama nggak berkomunikasi dengan beliau.
Seampainya di apartemen gue langsung mengambil ponsel dan mendial nomor telepon genggam nenek. Terdengar bunyi tuut tuut tuut, itu tak berlangsung lama, nenek langsung mengangkat panggilan itu dan menyapa gue dengan hangat.
"Halo, Anna"
"Halo nenek cantik" gue balas seceria mungkin. Nenek gue adalah sosok yang paling peka sama gue. Dialah satu satunya yang mengerti gue dibanding nyokap sama bokap gue. Karena dari kecil nenek lah yang selalu mengurus gue, sementara orang tua gue sibuk mengembangkan bisnis.
"Anna sayang apa kabar?" nenek bicara dengan aksen Amerika yang kental.
"Anna baik kok nek" gue juga pake aksen Amerika, tapi bukan berarti gue nggak pandai aksen British ya. Gue lebih sering pake aksen Amerika karena memang gue kan American bukan Britania hehe.
"Nenek tidak percaya, nenek yakin Anna ada masalah sekarang"
"Iihh nenek sok tau deh"
"Bukannya sok tau Anna, memang kebiasaan kamu kayak gitu, kalau ada masalah baru mau hubungi nenek yang tua ini" terdengar nada sedih dari ucapan nenek.
"Anna minta maaf deh nek, nanti Anna bakalan sering sering teleponan sama nenek, satu lagi nenek belum tua tau, nenek masih cantik"
"Ya iyalah nenek masih cantik kalau nggak, Anna nggak bakalan secantik itu"
"Iih nenek, tapi Anna nggak keriput tuh"
"Cucu kurang ajar"
Gue tertawa terpingkal pingkal, gue tau ekspresi kesal nenek gue saat ini, pasti dia pengen nyubit gue saat ini, nenek sering cubit gue kalau dia merasa kesal karena tingkah gue.
"Anna minta maaf deh nek"
"Anna apa PTSD mu masih sering kambuh?" gue menegang seketika mendengar pertanyaan nenek gue.
"Da-dari mana nenek tau?" gue tergagap.
"Huh? Iya ya, tapi apa papi sama mami udah tau nek?" gue bertanya dengan hati hati.
"Kamu ini" nenek berteriak keras membuat gendang telinga gue serasa berdengung.
"Nenek Anna serius ini loh"
"Mereka belum tau"
"Aah! Syukurlah, nenek nggak usah kasih tau mereka ya, lagian Anna nggak pernah kambuh lagi kok" gue meyakinkan nenek.
"Iya"
"Janji ya nek!"
"Iya tapi Anna harus janji sama nenek, kedepannya apapun yang terjadi Anna harus kasih tau nenek"
"Iya nek, Anna janji, nek udah dulu ya, Anna mau masak, belum makan siang nih"
"Iya, jaga diri kamu Anna"
"Iya nenek sayang, udah ya dadah" gue menutup panggilan kami. Bukan tanpa sebab gue menutup panggilan itu secepat mungkin, karena saat ini gue teringat lagi PTSD gue.
Sekedar informasi PTSD (post-traumatic stress disorder) atau gangguan stres pascatrauma adalah gangguan mentalΒ yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang tidak menyenangkan.
Gue terjangkit PTSD setelah gue mengalami pelecehan seksual saat gue masih kelas tiga smp, semenjak itu gue mengubah penampilan gue habis habisan. Gue takut hal itu terulang lagi.
Gue menuju dapur untuk masak siang ini, gue memasak sayur bening sama goreng ikan tuna ditambah cabe rawit. Wuih! Masakan lokal. Ya gue suka makanan lokal, entah mengapa makanan di Indonesia ini enak enak menurut gue, beda sama negara gue. Mungkin karena Indonesia memakai rempah rempah kali ya.
BERSAMBUNG πππ
Budayakan RLCS ya readers! πππ
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! π€π€π€