What's Wrong With Destiny?

What's Wrong With Destiny?
Episode 45



Bella melirik ke arah kedatangan Dean dan segera berlari mendekati Dean. "Dean ini bukan seperti yang loe lihat, Anna yang mendorong bahu gue makanya gue ngomong kayak tadi" Bella sengaja menitikkan air matanya agar menambah kesan aktingnya. Dean menatap Anna dengan perasaan campur aduk.


Anna menangkap tatapan keraguan dari mata Dean dan segera meninggalkan mereka. Dean menatap punggung Anna yang semakin menjauh tanpa menoleh ke belakang meskipun sekali.


Dean mengalihkan pandangannya ke arah kran yang sedang hidup. Bella dan Iris mengikuti arah pandangan Dean dan buru buru menjelaskan.


"Itu baju olahraga gue, Anna nggak sengaja hidupin kran nya" Bella menarik narik ujung baju olahraga yang di pakai nya. Rahang Dean mengeras mendengar ucapan Bella.


"Dean jangan marah sama Anna ya, mungkin dia nggak mau ada yang menyainginya untuk mata pelajaran olahraga ini, loe kan tau sebentar lagi kita mau ngambil nilai pelajaran menunggangi kuda" Iris berkata sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Bella.


Dean mengepalkan tangannya dengan kuat. Bella dan Iris tersenyum sinis.


Anna berjalan ke lapangan dengan santai, James dan Arya mengernyit heran.


"Kok nggak jadi ganti baju?" James menatap lembut ke arah Anna membuat Anna memalingkan wajahnya. "Gue nggak enak badan Jimmy".


James tersenyum tipis, dia tau kalau Anna berbohong saat ini, "Ya udah, kalau gitu nggak usah ikut olahraga kali ini" James mengusap rambut panjang Anna. Dean menatap tajam ke arah pasangan yang sedang bermesraan di lapangan itu. Anna merasakan ada sepasang mata yang mengawasi nya. Anna melirik ke arah Dean yang bergandengan dengan Bella.


Anna berusaha menahan air matanya kala ingatan di pesta itu mencuat kembali, seperti kaset yang dengan lincahnya berputar kembali. Anna buru buru menetralkan emosinya.


Tak lama kemudian Pak Beni datang. Pak Beni selaku guru olahraga mengernyit heran menatap Anna yang masih memakai seragam sekolah. Anna menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena gugup bercampur kesal, semua mata menatap ke arahnya.


Bella dan Iris menyeringai menatap Anna.


"Anna kenapa kamu tidak pakai baju olahraga?" Pak Beni bertanya dengan nada galak seperti biasanya.


"Anna menunggangi kuda nggak terlalu sulit kok, segitunya loe ketakutan sampai sampai nggak mau pakai baju olahraga" Bella menatap Anna dengan tatapan provokasi. Rahang Pak Beni mengeras mendengar ucapan Bella.


Pak Beni terkenal disiplin, semua orang wajib mengikuti pelajaran nya sekalipun mereka takut akan olahraga itu.


"Anna, apa benar yang dikatakan Bella?" Pak Beni menaikkan nada suaranya. "Bapak kenal sama Adam Frans Mackenzie?" Anna balas bertanya.


"Semua orang tau kalau Tuan Mackenzie adalah donatur terbesar di sekolah ini" Iris menarik alis matanya ke atas.


Arya maju ke depan Pak Beni dan segera berbisik di telinga Pak Beni. Cukup dengan melihat ekspresi terkejut dari Pak Beni membuat Anna yakin kalau Pak Beni tau siapa dia sekarang.


"Anna, kamu bisa duduk di kursi tribun atau... " nada ucapan Pak Beni berubah seketika.


"Saya ikut James aja pak" semua orang terbelalak mendengar bantahan Anna.


"Baik lah, sekarang kalian silakan pemanasan dulu setelah itu pergilah mengambil kuda yang kalian inginkan" Pak Beni mengisyaratkan agar semua orang bubar. Pak Beni mendekati Anna.


James memeluk tubuh Anna dari belakang membuat Pak Beni salah tingkah. "Jimmy tunangan saya pak" Anna buru buru melepaskan pelukan James sambil berbicara dengan Pak Beni.


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂


Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉


Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗