What's Wrong With Destiny?

What's Wrong With Destiny?
Episode 6



Dean Pov


Nama gue Dean Robert Anderson, biasanya orang orang manggil gue Dean.


Hari ini adalah hari pertama gue sekolah, rasanya sudah lama sekali tidak menginjakkan kaki di SMA Garuda ini. Fiiuuh benar benar kangen belajar di kelas.


Gue masuk ke kelas Dua Belas IPA Satu. Baru aja gue datang gue udah di sambut dengan senyuman manis dari Anna, dia teman gue, kami sempat dibilang pacaran sama orang orang karena kami sangat dekat. Kami selalu belajar bersama dalam pelajaran apapun, bukan tanpa sebab kami dekat.


Gue yakin seratus persen kalau Anna suka sama gue, sebenarnya gue adalah tipe orang yang mudah peka sama perasaan cewek. Gue juga punya feeling kalau bukan hanya Anna yang menaruh hati sama gue.


Gue sebenarnya masih ragu sama perasaan gue ke Anna, gue nggak tau apakah gue ini cinta atau cuman rasa nyaman semata. Gue juga sebenarnya nggak mau ambil resiko, kalau gue pacaran sama Anna tentu saja itu akan menyakiti hatinya karena gue belum bisa memastikan perasaan gue.


Tapi hari ini gue merasa cemburu karena ada anak pindahan dari sekolah lain yang sedang duduk di samping Anna. Terlebih Anna dan cowok itu berinteraksi dengan lancar kayak udah kenal lama aja. Dan lagi dia berteriak di telinga Anna. Oh My! Gue nggak bisa terima dong, masa Anna gue di gituin.


Gue merasa sekarang kalau cowok itu adalah saingan gue. Selama ini hanya gue teman laki laki Anna, karena memang tidak banyak yang mau berteman dengan Anna.


Bagiku Anna adalah seorang cewek cupu yang lugu, polos dan kutu buku. Dia bisa dibilang jenius karena dia mengetahui semua pelajaran, dia bahkan bisa melahap berbagai bahasa. Namun, sangat disayangkan Anna nggak mau ikut lomba debat, katanya mau ngasih kesempatan pada Bella yang memang jago English.


Gue dan Anna biasanya lomba di bidang eksakta dan kadang kadang gue juga ikut lomba basket dan lain lain. Gue termasuk anak yang aktif disekolah makanya nggak heran kalau gue bisa sepopuler sekarang.


Gue keturunan dari Italia dan Australia, tapi kami tinggal di Indonesia karena permintaan kakek gue. Gue tinggal dengan keluarga besar gue di Indonesia.


Gue berjalan mendekati mereka dan menarik tangan Anna supaya cowok itu tau kalau Anna adalah teman gue. Anna berlari terseok seok mengikuti langkah panjang gue, Gue adalah cowok yang termasuk proporsional di kelas gue menurut gue dan menurut Anna, Hehe.


Gue punya kaki yang panjang, rambut hitam, dagu lancip, dan pokoknya gue adalah cowok populer yang digadang gadangkan oleh sekolah gue. Gue tadi itu gentleman nggak sih.


Gue membawa Anna ke rooftop, disana hanya orang orang khusus yang boleh menginjakkan kaki ke rooftop ini. Anna bisa kesini karena gue.


"Anna gue suka sama loe"


Gue kali ini benar benar ingin mengikat Anna dalam sebuah hubungan, gue nggak mau Anna keburu diembat sama cowok lain. Gue udah dekat sama Anna udah satu tahun masa dia pacaran sama yang baru kenal kan nggak lucu.


Gue melihat Anna tersentak kaget mendengar pernyataan gue.


Duh diterima nggak ya, kok gue deg degan gini, mana tangan udah keringetan lagi. Fiiiuuuhhhh, pokoknya nanti siang mau makan ice cream deh.


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂


Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉


Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗