
"Serius Bel?"
"Ya iya lah masa gue bohong? unfaedah tau nggak bohong zaman now"
"Semenjak kapan?"
"Semenjak hari pertama sekolah, Dean yang ngasih tau gue, tapi ya ris, kalau gue sebagai Anna gue mungkin nggak bakalan terima tuh si Dean"
"Loh kok gitu?"
"Ya iyalah, loe nggak tau ya, Anna itu kayak pacar yang tak dianggap, masa iya Nyokap Dean bakalan ulang tahun malam sabtu sampai hari ini Dean bahkan belum mengundang Anna"
"What? Jadi ceritanya Anna yang nggak tau diri nih?"
Bella tertawa mendengar respon dari sahabatnya itu, Bella dan Iris sudah bersahabat semenjak mereka paud, mereka berteman karena sama sama berasal dari keluarga terpandang di Jakarta. Mereka sering bertemu di acara acara yang di hadiri oleh orang tua mereka.
"Loe pergi ke ulang tahun nyokap Dean?"
"Pergi dong Bel, loe kayak nggak tau aja"
"Iya ya, gue nggak enak kalau nggak pergi, gue udah dapat undangan sebulan yang lalu"
"Serius loe? Parah banget tuh Dean, loe aja udah dari sebulan yang lalu sementara Anna pacarnya belum di undang, Ck ck ck Dean suka sama loe kali"
"Hahaha, balik yuk"
Mereka meninggalkan toilet, sementara Anna sudah berlinang air mata mendengar percakapan Bella dan Iris. Anna menghidupkan air kran agar tangisannya tak terdengar keluar.
Samar samar Arya mendengar suara tangisan dari toilet perempuan.
Arya Septian adalah salah satu teman Anna, tapi mereka hanya menyapa saja jika bertemu atau berpapasan, mereka tak pernah berbicara satu sama lain karena memang dari dulu tak ada yang ingin berteman dengan Anna selain Amel.
Arya menunggu Anna di depan toilet, Arya sudah menduga kalau Anna akan menangis melihat ekspresi nya saat bertengkar dengan Amel tadi.
Anna terlonjak kaget ketika Arya bertatapan dengannya di depan toilet.
"Anna"
"Gue nggak apa apa Arya" Anna membenarkan kacamata dan kupluknya.
"Arya, gue duluan!" Anna berlalu dari hadapan Arya.
Anna masuk ke kelas, beruntung ibu guru belum kembali, Anna duduk di kursinya dan melanjutkan tugas kelompok. Anna melihat sekilas kepada Amel yang sedang bercanda dengan Bella dan Iris, hati Anna sedikit pilu melihat Amel dekat dengan Bella.
Setelah habis jam pelajaran, "Teman teman ibuk Mita berpesan bahwa, tugas kelompok di kumpulkan kepada saya, jadi silakan letakkan tugas itu di atas meja saya" Dean berbicara dengan lantang. Dean memperhatikan reaksi yang akan di berikan Anna, tapi nihil. Anna bahkan pura pura tak mendengar ucapan Dean.
"Anna, coret aja nama gue di kelompok loe, gue masuk ke kelompok Bella aja" Amel berkata dengan sinis.
Tanpa basa basi Anna langsung mencoret nama Amel dari kelompok nya. "Anna, masukin nama gue ke kelompok loe dong na!" Arya menghampiri Anna dengan wajah memohon. Anna mendongak ke depan melihat wajah Arya yang seakan memohon kepadanya.
"Loe tulis aja nama loe sendiri, tapi jangan lupa di kumpul ya! Gue cabut duluan" Anna menepuk bahu Arya. Arya mengernyit heran, Kok Anna ngomong pake loe gue ya sekarang? Dari tadi dia ngomong kayak gitu deh perasaan, ah! Mungkin masih kebawa emosi
Dean menatap nanar punggung Anna yang semakin menghilang di balik pintu.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂
Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗