
"Sampai jumpa di sekolah" Dean mengedipkan matanya sebelah, Oh my! Jantung gue rasanya mau melompat keluar. Gue melihat mobil Dean yang menjauhi apartemen gue. Gue masih senyum senyum sendiri sampai masuk ke dalam apartemen. Jadi gini rasanya pacaran.
Author Pov
Anna memasuki apartemen dan meletakkan belanjaan nya di atas pantri. Anna bergegas mandi dan memasak makanan. Setelah selesai Anna pergi ke kamar untuk mengecekΒ ponselnya barangkali ada notifikasi dari Dean.
Anna mencoba menelepon Dean. Anna sudah sangat merindukan kekasihnya itu, baru satu hari mereka resmi pacaran, tapi Anna benar benar menyayangi Dean sepenuh hati. Terdengar bunyi Tuut...Β Tuut... Tuut... Namun Dean tak mengangkat panggilan dari Anna.
Setelah tiga kali menelepon Anna memutuskan untuk mengirim pesan saja.
To : Dean
Dean apa kau sedang belajar? Maaf kalau Anna mengganggu, baiklah kalau begitu belajar yang rajin ya tapi jangan sampai larut malam, perhatikan kesehatan mu!!! Miss you so bad π€π€π€
Setelah menekan send Anna naik ke ranjang dan memejamkan matanya.
Kriing kriing kriing
Bunyi alarm yang berdering membangunkan Anna dari tidur panjang nya, Anna membuka matanya perlahan sambil mengumpulkan kesadaran nya, matahari masih belum muncul ke permukaan sehingga udara terasa menusuk hingga ke tulang rusuk. Membuat Anna enggan untuk bangun dan beraktifitas.
Anna mengecek ponselnya berharap ada balasan dari Dean, namun apa yang ia dapatkan hanya tanda centang biru dua buah yang menghiasi layar ponsel nya yang berarti Dean hanya membaca pesan nya tanpa niat membalas atau semacamnya. Mood Anna menjadi buruk pagi ini.
Banyak sekali spekulasi negatif yang tengah berlalu lalang di dalam kepala Anna.
***
Anna duduk di halte bus menunggu bus lewat yang sejurusan dengan sekolahnya, Anna lebih suka naik bus daripada naik taxi, karena baginya melihat orang yang begitu sibuk dengan pekerjaan nya membuat semangat Anna tumbuh kembali untuk belajar. Anna berpikir orang lain saja punya tujuan kenapa Anna tidak.
Motor yang dibuat dengan edisi terbatas itu hanya diproduksi sekitar 75 unit saja di dunia, dan James memiliki salah satunya. Oh My! Anna bukan orang bodoh karena memang sudah bergelimang harta semenjak lahir jadi wajar saja Anna mengetahui segala hal tentang mode.
"Naik!" James berbicara dengan nada angkuh nya.
Tanpa banyak bicara Anna langsung menyetujui setelah James memberikan helm kepada Anna. Bukan tanpa sebab Anna menerima ajakan James karena Anna sudah menganggap James sebagai temannya,Β bukankah kita tidak akan menolak ajakan teman kita sendiri.
Anna naik ke atas motor James, sedangkan James mulai mengendarai motornya setelah dirasa Anna duduk dengan nyaman di belakangnya.
Tanpa sepengetahuan Anna ada sepasang mata yang tengah mengamati nya dari dalam mobilnya. Ya dia adalah Dean.
Dean bahkan melajukan mobilnya dengan cepat agar bisa mengikuti Anna dari belakang. Terlihat Anna memegang pinggang James dengan erat hal itu membuat Dean emosi.
"Kenapa kau cepat sekali?" Anna bertanya sambil berteriak dekat telinga James.
"Nanti kita bisa telat, berpegangan lah yang kuat!"
Anna mencibir James tapi tak urung Anna makin mempererat pelukannya karena merasa takut, Anna belum pernah naik kendaraan secepat itu.
Dean membelokkan mobilnya mencari jalan pintas.
BERSAMBUNG πππ
Budayakan RLCS ya readers! πππ
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! π€π€π€