
"Kau pasti mengerti aku Ann, aku belum bisa hidup dengan satu cewek" Anna menyeringai mendengar ucapan Justine.
"Semoga kau bahagia, jika dia mencampakkan mu, datanglah kepadaku! Kita bisa menjadi teman baik, maksudku benefit friend" Justine mengedipkan sebelah matanya. "Sialan kau" Anna berujar dengan kesal membuat Justine tergelak.
"Aku kesana, nikmati pesta nya"
Justine mengangguk. Anna berjalan mendekati James yang sedang berbincang dengan seorang wanita paruh baya namun masih cantik dan terlihat muda.
Anna menyadari kedatangan James, "Gaby kemarilah!"
"Siapa dia?"
Wanita paruh baya itu tersenyum lembut ke arah Anna, "Hai aku mom Jimmy, kemarilah! Bisakah aku mendapatkan pelukan" Anna menatap wajah dari nyokap James dan mengangguk ragu.
Rose_Mom James merengkuh tubuh Anna, wajah James sedikit sendu menatap Mom nya, James tau betul kalau Mom nya sangat menginginkan anak perempuan namun Daddy nya sangat sibuk sehingga mereka jarang bertemu.
"Kamu cantik Ann"
"Terima kasih tante" Anna tersenyum lembut melepas pelukan mereka.
"Panggil aku Mom, kau adalah anakku mulai hari ini Ann"
"Mom dia tunangan ku bukan anak mom"
"Mom tau"
Anna tersenyum melihat interaksi James dan ibunya.
"Sudah ya, Mom harus pergi, Mom juga sudah menyapa besan Mom"
"Mom"
Anna menatap wajah James yang kian sendu. Situasi macam apa ini?
Rose tetap berjalan meninggalkan James yang terdiam menatapnya dari belakang. James bahkan belum memeluk ibunya. Selalu seperti itu, ibunya bahkan tidak pernah punya waktu yang lebih untuk anak nya.
James berjalan ke lantai atas menuju balkon, Anna yang merasa khawatir segera mengikuti James.
Anna melihat bahu James bergetar karena menangis. Anna membiarkan James menangis.
Setelah selesai menangis James di kejutkan dengan sepasang tangan yang memeluknya dari belakang.
"Bukan begitu Gaby" James membalikkan badannya. "Terus?" Anna menyandarkan kepalanya di dada James. "Tidak a-... " Anna hendak mendongakkan kepalanya namun ditahan James. "Tetap seperti ini Gaby" Anna terpaksa mengikuti kemauan James.
Sementara itu, Edward_Papa Dean menelepon Adam dengan tidak sabaran. Begitu terhubung Edward langsung mencecar Adam dengan pertanyaan beruntun.
"Adam berita apa yang aku lihat barusan? Kenapa kau memutuskan rencana pertunangan anak kita secara sepihak? Apa begini cara pemimpin perusahaan terbesar dalam memutuskan hubungan? Apa aku punya salah? Adam kenapa kau diam saja?"
"Pertanyaan mana yang harus aku jawab duluan Edward?, senang mendengar suara mu kembali"
"Ck, jawab saja semuanya!"
"Berita itu benar, aku tidak akan menyerahkan anakku kepada mu, belum apa apa istri sialan mu itu sudah menampar anakku, aku saja belum pernah menampar anakku Edward"
"Apa maksudmu Adam? Aku tidak mengerti"
"Harusnya dulu kau tidak perlu menikah lagi, Risa_Mama tiri Dean menampar putriku sebanyak dua kali ketika pesta sabtu lalu"
"Apa? Dia putri mu? Kenapa-... "
"Dia ingin memakai gaya seperti itu, tapi sekarang dia sudah mengganti gaya nya"
"Benarkah?" Edward memegang kepalanya yang berdenyut.
"Adam, maafkan aku atas nama Risa, bisakah kita makan malam keluarga minggu depan atas nama permintaan maaf kami"
"Nanti aku kabari lagi"
"Adam"
"Ya, nanti aku atur jadwal dulu"
"Terima kasih"
Edward menatap kosong ke arah jendela kamarnya. Edward tidak pernah mencintai Risa, posisi Mama kandung Dean tidak bisa bergeser di hatinya.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂
Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗