
Hari Selasa berjalan dengan lancar, namun wajah Anna sedikit pucat, ditambah keringat nya yang mengucur dari pelipis nya menambah spekulasi kalau Anna sekarang sedang sakit. Beberapa kali Anna meringis sambil memegang perutnya. James melirik dan sedikit terkejut.
"Gaby, loe mau gue antar pulang apa gimana nih?"
"Kenapa emangnya?" Anna menggigit bibirnya menahan rasa nyeri dari perutnya.
"Wajah loe pucat, kayaknya loe sakit deh kalau gue nggak salah prediksi" James mengusap keringat Anna dengan saputangan miliknya. "Gue nggak apa apa kok, ini udah biasa" James makin mengerutkan keningnya.
"Maksud loe penyakit tahunan?"
"Nggak, siapa bilang? Asal aja ngomong" Anna berlalu dari hadapan James.
Dean tak henti hentinya menguping pembicaraan James dan Anna, seakan mereka membuat jiwa kepo Dean berlipat ganda. Sesekali Dean melihat Anna dengan gelisah sampai Dean melihat sosok Anna menghilang di balik pintu. Dean mengikuti Anna dari jarak yang aman.
Tak terasa Anna melangkah hingga ke lapangan, Anna merasa kan pusing yang luar biasa, Anna memegangi kepalanya, Dean dengan sigap memegangi tangan Anna agar tidak jatuh ke tanah. Anna kehilangan kesadaran ketika dia merasa tubuhnya dibawa entah kemana.
Dean membawa Anna ke UKS dan segera mencari petugas UKS hari itu. Dean merasa sangat cemas. Tak lama Dean mendengar langkah kaki menuju ruangan UKS itu. Rupanya anak kelas nya yang datang yaitu James.
Anna terbangun oleh usapan lembut di pipinya. Dean sempat merasa cemburu dengan kelakuan James kali ini, James dengan santai mengusap pipi mulus Anna.
Anna menatap James, "Kita pulang sekarang ya! Gue antarin loe" James mendudukkan tubuh Anna tanpa persetujuan dari Anna. "Kalau dia nggak mau pulang nggak perlu di paksa juga James" Dean berkata dengan ketus. Anna melirik raut marah Dean.
"Berjalan apa di gendong?" James tidak menghiraukan ucapan Dean. James sudah mengetahui penyebab utama sakit Anna saat ini. Pantasan tadi Anna mengatakan kepada James kalau itu udah biasa.
"Gaby"
"Gaby"
"Gue bilang nggak usah di paksa!" Kali ini Dean meninggikan suaranya. "Loe nggak usah ikut campur urusan kami, mending loe balik ke kelas, belajar yang rajin, kami berdua mau bolos dulu" James sengaja memprovokasi Dean.
Dean menggertakkan giginya. Anna menatap ragu ke arah James.
"Sayang, berjalan sendiri apa di gendong?" James mengusap rambut Anna dengan pelan. Dean merasa gusar, dan langsung pergi sambil menghempaskan pintu UKS.
"Nggak tau" Anna memalingkan wajahnya. James terkekeh melihat tingkah malu malu Anna, dengan tidak membuang waktu James menggendong tubuh Anna di ikuti oleh Arya dan Amel. Dean melihat mereka berempat lewat di depan mereka. Dean makin cemburu dengan yang dia lihat.
Bisa bisanya James lebih selangkah daripada dia batin Dean.
Dean tetap mengikuti pelajaran sampai selesai namun pikiran nya sedang tidak bersamanya. Dean berulang kali menghela napas dengan kasar.
Di mansion James segera menyiapkan minuman yang terbuat dari kunyit itu untuk mengurangi rasa nyeri pada perut Anna. Amel memberitau kebiasaan Anna jika sudah mendekati tanggal tamu bulanan. James membawa minuman itu ke kamar Anna.
Segera Anna menghabiskan minuman itu, Anna merasa heran kenapa James repot repot membuatkan dia minuman, tapi yang penting dia harus menghabiskan minuman itu agar rasa nyeri itu segera mereda.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂
Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗