What's Wrong With Destiny?

What's Wrong With Destiny?
Episode 22



"Gue mau nemenin loe beli gaun besok" Anna mendongak. "Buat apa?" Anna pura pura tidak tau. "Bukannya kita mau ke pesta nyokap nya Dean ya?" James bertanya dengan keheranan.


"Gue nggak ikut" Anna menutup kotak P3K.


"Loh kok nggak ikut? Kewajiban kita sebagai manusia adalah memenuhi undangan" Anna menatap James dengan kesal.


"Gue nggak ada teman kesana"


"Lah tadi loe bilang gue teman loe ke Dean" James memperlihatkan wajah sedih.


"Ck! Iya deh, tapi kita hanya sebentar ya!"


"Iya"


Anna memasukkan kotak P3K ke dalam laci.


"Kayaknya gue balik dulu deh By"


"Loe balik sekarang?"


"Iya, makasih ya buat ini" James menunjuk sudut bibirnya yang sudah di obati oleh Anna.


"Sama sama, hati hati ya" Anna mengantarkan James hingga ke depan pintu. Setelah James pergi Anna membuka kupluk nya dan mengambil ponsel. Anna berulang kali membaca pesan itu. Ada rasa bersalah di hati Anna, dia memang tidak kepikiran membuat nama kesayangan untuk Dean.


Anna mengambil buku matematika serta alat tulisnya untuk mengalihkan pikirannya. Anna berlatih mengerjakan soal soal yang ada di buku itu. Selalu begitu, entah kenapa sekolah Anna selalu terlambat memberi informasi tentang perlombaan. Terkadang Anna merasa kesal.


Setiap sekolah pasti menginginkan yang terbaik bagi sekolahnya, tak bisa di pungkiri sekolah juga butuh popularitas supaya di akui oleh sekolah lain. Sekolah tidak menuntut untuk selalu menang dalam setiap perlombaan tetapi mereka sangat berharap supaya menang.


Anna bisa saja menang dalam setiap perlombaan tetapi Anna harus berlatih. Apapun itu harus dilatih. Pisau tumpul sekalipun bisa tajam jika sering di asah. Begitulah yang selalu di pikirkan Anna, kita bisa karena terbiasa.


Mustahil bagi Anna untuk menang jika waktu yang tersisa hanya tiga hari dari sekarang, kecuali jika Anna adalah seseorang yang jenius. Tapi Anna tetap mencoba yang terbaik.


"Hooaamm" Anna merasa mengantuk, Anna membereskan buku nya dan bergegas ke kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka. Selesai dengan kegiatannya Anna naik ke atas ranjang dan segera memejamkan matanya.


***


Di sekolah Anna di kejutkan dengan paper bag yang ada di atas mejanya. "Dari siapa Na?" Arya bertanya begitu ia duduk di kursi Amel sebelumnya. Well you know lah, Amel nggak duduk di depan Anna lagi, Amel udah sebangku dengan Bella semenjak mereka bertengkar. Anna tidak ambil pusing dengan hal itu.


"Nggak tau Arya"


"Nggak ada nama pengirim gitu?"


Anna mengedikkan bahunya. "Dari siapa By?" James bertanya dengan heran. "Gue juga nggak tau Jim"


"Anna kok James manggil loe By?" Arya bertanya dengan heran. Dari mata Arya terpancar rasa cemburu.


Anna menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Kita buka ini aja gimana?" Anna mengalihkan perhatian mereka. Arya tersenyum. Arya membantu mengeluarkan kotak dari paper bag itu.


"Gaun?" Arya mengernyit kebingungan. "Apa isinya?" James merebut gaun itu dari tangan Arya dan mencocokkan gaun itu di tubuh Anna.


"James ada stileto juga"


James menyerahkan gaun itu ke tangan Anna dan melihat isi paper bag yang lain.


"Wah ada tas juga" James melihat ada kertas menempel di bagian depan tas.


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂


Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉


Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗