
Anna dan James sudah kembali ke Jakarta setelah berdebat panjang dengan keluarga mackenzie dan akhirnya Anna balik ke Jakarta tapi dengan syarat Anna harus tinggal bersama dengan James.
Arya mencari James dengan wajah emosi, "Loe nikung gue, maksud loe apa hah?" Arya menarik kerah seragam James dengan kuat. "Gue nggak bermaksud Arya, semua diluar dugaan gue, loe dengarin semua penjelasan gue, nggak usah main tarik tarik kayak gini" suara James terdengar pelan namun bernada dingin membuat Arya sedikit merinding.
Anna datang ke kelas sambil berjalan santai, Anna melihat kelas sudah penuh terisi termasuk Dean, Anna berjalan masuk tanpa memedulikan tatapan heran dari seluruh warga kelas. Nggak pernah lihat bidadari ya?
"Pa-pagi" Anna tersenyum canggung menatap James yang tersenyum lebar menyambutnya. Anna merasa gugup seketika, kakinya tidak bisa digerakkan, James menghampiri Anna. "Kenapa?" James berdiri tepat di depan wajah Anna.
"Tidak ada" Anna menarik lengan James agar mereka duduk di kursi mereka. "Siapa dia?" Dean bergumam.
"Anna, mana oleh oleh untuk ku?" Arya berjalan ke bangku Anna dan James. Sontak seluruh warga kelas menganga mendengar ucapan Arya. Mereka tidak menyangka bisa sekelas dengan cewek cantik.
Anna tidak memakai kacamata dan kupluknya lagi, sesuai dengan permintaan James. Rambut Anna juga tidak di warnai dengan warna hitam seperti rambut siswa lainnya. Anna juga tidak memakai softlens lagi sehingga matanya yang sebiru safir terlihat dengan jelas dan cantik.
"Nanti datang ke mansion gue!" James menjawab dengan santai.
Tak lama guru pun datang dan memulai pelajaran namun Dean tidak bisa fokus sedikit pun. Pikirannya dipenuhi oleh Anna seorang.
"Dean apa kau mendengar ibuk?"
Dean mengerjap, semua mata menatap ke arahnya.
"Maaf buk" Dean menunduk.
"Kumpulkan tugas kelompok ke meja ibuk besok"
"I-iya buk" Dean mengangguk.
"Kamu cantik Gaby" James mengusap rambut Anna dengan lembut sambil mengacak acaknya sehingga rambut Anna menjadi kusut.
"Rambut gue" Anna menepis tangan James membuat James tergelak. James mengeluarkan sisir rambut dari tasnya. Tanpa Anna sadari James menyisir rambut nya dengan lembut membuat darah Dean mendidih melihat pemandangan itu.
"Mesra amat kambing" Arya melempar kertas ke arah James sambil melirik Dean. Arya sudah mengerti alasan James dan Anna bertunangan. Arya tidak mempermasalahkan hal itu, bagi Arya dia masih punya kesempatan.
Bella menatap sinis kepada Anna, terlihat tatapan yang dilontarkan oleh Bella makin tajam. Seakan kebencian yang dihatinya makin menggunung.
"Anggota kelompok gue mana sih?" Anna menyernyit heran. Anna menatap kertas yang berisikan nama nama anggota kelompok nya sekali lagi. Anna menghela napas berat.
Anna sekelompok dengan Dean, Amel, Iris, Bella, James dan Fatan. Anna merasa malas membuat tugas kelompok kali ini. Guru tidak pernah meletakkan dia sekelompok dengan Dean tapi kali ini dia bahkan sekelompok dengan geng bar bar juga.
"Dean" Anna memanggil Dean dengan sedikit berteriak sehingga membuat Bella, Iris dan Amel juga menatap Anna. "Dimana kita buat tugas kelompoknya?"
Dean masih tetap bungkam, Dean meneliti wajah Anna yang begitu cantik, Dean tidak pernah menyangka wajah polos dan cupu di balik kacamata itu bisa menjelma menjadi wanita cantik bahkan Anna jauh lebih cantik dari pada Bella dan geng nya.
Visual Anna Gabriella Mackenzie
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂
Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗