What's Wrong With Destiny?

What's Wrong With Destiny?
Episode 5



"Girl, girl" dia menggelengkan kepalanya.


"Hei" gue menggamit lengannya.


Dia menatap gue dengan tatapan seolah olah menyatakan "apa?"


"Gue mau nanya, loe blasteran kan?"


Wah wah wah, dia natap gue dengan tatapan yang nggak bisa gue artikan. Gue hanya menampilkan senyum formal gue karena nggak tau mau ngapain.


"Kok loe tau?"


Dia bisa ngomong pake bahasa Indonesia ternyata, kenapa nggak dari tadi sih?


"Ya iyalah, gue bisa bedain mana yangΒ  native dan yang nggak"


Dia hanya mengangguk kecil.


"Siapa nama loe?" James mengulurkan tangannya.


"Nama gue Anna Gabriella M" gue menjabat tangannya, gue harus terkesan baik nih ceritanya, dia kan anak baru.


"Gue panggil Gaby ya?"


Gue tersentak mendengar panggilan baru yang terucap dari bibir tipis nya.


"Biasanya semua orang manggil gue Anna" gue melihat ke arah lain, mata gue nggak sengaja bertatapan dengan Dean yang menatap tidak suka ke arah kami.


"Gue manggil loe Gaby, gue nggak mau jadi orang biasa dalam hidup loe"


"Terserah"


"Loe nggak mau nanya nama gue?"


Dia menggeram marah, "Nama gue James Alfred Scott"


"Cih! Gue nggak nanya"


"Gaby" dia berteriak dekat telinga gue. Dean melihat kami seolah olah ingin melahap James hidup hidup.


James Pov


Gue memang sengaja nggak mau nyapa semua warga kelas ini, gue tau mereka pasti mengagumi ketampanan gue. Bentar lagi juga pasti akan ada yang nyapa gue duluan.


Gue melihat wanita menor yang lagi mendekati bangku gue. Gue nggak merespon sedikit pun karena memang gue nggak niat ladenin wanita kayak gituan. Dia pergi dengan kesal karena gue nggak melihat dia sedikitpun. Gue sengaja milih bangku belakang karena gua rasa cewek cupu itu nggak bakalan berani ganggu gue.


Siapa sangka, wanita cupu itu malahan seperti pengganggu bagi gue, apalagi headset gue kebuka gara gara dia.


Dia menatap gue dengan rasa bersalah yang nggak dibuat buat. Dan wah nya lagi dia malahan tau kalau gue ini blasteran. Ya gue blasteran Amerika dan Sunda, bokap gue orang Amerika dan nyokap gue orang sunda. Tapi gue tinggal sendiri di Indonesia.


Gue nggak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tua gue, mereka sibuk dengan dunia mereka masing masing. Gue anak tunggal. Sebenarnya gue malas sekolah, karena gue nggak tau apa tujuan gue sekolah. Semua orang mempunyai tujuan membahagiakan orang tua mereka makanya mereka belajar dengan rajin agar mendapat nilai yang bagus.


Lah gue, mau dapat nilai bagus atau jelek nggak akan ada yang merhatiin gue. Nggak guna.


Gue sedikit tertarik dengan wanita cupu ini, gue rasa dia orangnya baik. Dan gue bisa jamin sebenarnya dia nggak cupu. Tapi gue bakalan cari tau itu pelan pelan.


Saat gue berteriak dekat telinga Gaby, ya gue mau manggil dia Gaby, nama itu terdengar bagus di telinga gue, ada sepasang mata yang tengah natap gue secara terang terangan seakan ingin menguliti gue. Siapa sih ini, mau dicongkel ya tuh mata.


Gue melihat Gaby menatapnya seolah mengatakan maaf, buat apa minta maaf, atau jangan jangan itu pacarnya Gaby ya, nggak mungkin lah. Rasanya Gaby masih jomblo deh.


BERSAMBUNG πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚


Budayakan RLCS ya readers! πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! πŸ€—πŸ€—πŸ€—