
James Pov
Gua nggak nyangka bisa ketemu sama Gaby di depan mini market. Tanpa malu dia langsung nyamperin gue. Dia nanya kenapa gue nggak sekolah, gue kaget dong, seumur umur nggak ada yang peduli sama gue. Mau gue sekolah atau nggak, tidak akan ada yang nanya gue, meskipun orang tua gue.
Gue terharu tau nggak, gue nanya Gaby dengan nada yang lembut, gue jarang ngomong kayak gitu, bukannya Gaby senang dia malahan menatap horor ke arah gue.
"Gue duluan ya, kayaknya loe belum makan deh" Gaby menepuk bahu gue dan berlalu. Gue melihat punggung nya yang semakin menghilang dan gue mengusap bahu gue yang di tepuk Gaby sekilas. Gue nggak tau apa yang terjadi sama gue tapi efek dari perbuatan Gaby membuat semua orang juga menatap heran dengan tingkah gue.
Gue nggak berhenti senyum semenjak Gaby pergi dari mini market itu.
Selesai belanja makanan ringan gue rasa ada yang lupa, gue baru ingat gue mau beli coklat yang banyak. Gue tau Gaby suka sama coklat makanya gue berniat ngasih coklat sama Gaby besok di sekolah. Gue tersenyum membayangkan wajah Gaby yang berseri menerima coklat gue.
Selesai belanja gue pulang ke mansion. Gue langsung ke kamar dan tidur di atas king size. Gue emang tinggal sendiri di mansion yang seluas ini. Pembersih mansion hanya akan datang siang setelah pekerjaannya selesai dia akan pulang.
***
Author Pov
Lagi lagi Dean di buat kesal oleh Bella, pagi ini Bella merengek kepada Dean minta agar mereka berangkat bareng. Bella bahkan datang ke mansion keluarga Dean pagi pagi sekali. Hal itu membuat Dean jengkel. Dean memang semenjak awal tidak suka dengan kelakuan Bella. Tapi karena nyokapnya sayang kepada Bella sehingga Dean enggan untuk menolak permintaan ibu tercinta. Alhasil mereka berangkat bersama.
Bella kesal melihat respons yang diberikan Anna. Bella berharap Anna akan menghampirinya dan marah padanya, tapi nihil.
Dean keluar dari mobil nya, semua cewek melirik kagum kepada nya, mereka bahkan tidak lelah memuji Dean berulang ulang. Dean meninggalkan mereka yang memujinya, karena memang seperti itu biasanya.
Dean masuk ke dalam kelas. Sekilas Dean melihat wajah Anna yang datar, tidak seperti biasanya. Jujur saja Dean begitu rindu ingin berbicara dengan Anna, tapi Dean masih memikirkan cara agar hubungan mereka bisa diterima oleh keluarga besarnya.
Hingga detik ini Dean belum memberi tau keluarga nya tentang Anna. Dean takut nyokap nya tidak menerima Anna, Dean sangat paham dengan keinginan orang tua nya. Nyokap Dean menginginkan Dean mempunyai pasangan yang berasal dari kelas atas sehingga tidak membuat keluarga malu jika di bawa ke pesta.
Tak lama Dean di kejutkan dengan suara James yang berteriak di depan pintu kelas. "Gue sekolah hari ini"
Anna tersenyum tipis melihat kelakuan James membuat Dean merasa emosi. James duduk di kursinya.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂
Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗