What's Wrong With Destiny?

What's Wrong With Destiny?
Episode 20



Dean terdiam tidak tau harus memulai dari mana. "Kok loe diem? Nggak jadi nanya ya?" Dean memandang Anna dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Anna, gue ada salah ya sama loe?"


Anna tertawa terbahak bahak mendengar pertanyaan Dean. Tak lama Anna menangis membuat Dean keheranan. Dean tidak menyangka akan dapat respon seperti ini.


"Loe nganggap gue sebagai pacar nggak sih?" Anna tak bisa membendung air matanya.


Dean mendekap tubuh Anna dan membiarkan Anna menangis sepuasnya di dadanya. Anna melepaskan pelukan Dean ketika dia sudah merasa puas.


"Dean kita belum pernah dinner" Anna menggigit ibu jarinya. Dean tersenyum tipis, "Kapan loe bisa?"


"Malam sabtu bisa?" seketika Dean terdiam bisu tak bisa menjawab pertanyaan yang seharusnya sangat mudah untuk di jawab.


"Gue nggak bisa Na, keluarga nyokap gue datang dari Australia"


"Kita cuma makan aja kok Dean, kita nggak bakalan jalan jalan habis itu"


"Sorry, gue nggak bisa malam sabtu, gu-gue ada urusan"


Anna meneteskan air matanya perlahan. Kristal bening itu jatuh lagi membasahi wajah cantik Anna, bahkan wajah Dean terlihat kabur di mata Anna.


"Gue ngerti kok" Dean menatap Anna.


"Kapan loe bakal undang gue ke pesta ulang tahun nyokap loe?" Anna bertanya dengan nada pilu sehingga siapapun yang mendengar akan merasakan hatinya teriris.


"Siapa yang ngasih tau loe? Bella?" Dean mengguncang bahu Anna.


Anna terisak, "Atau loe malu punya pacar cupu kayak gue?" Anna menatap mata Dean. "Sedikit pun gue nggak malu Anna"


"Atau loe nggak mau gue datang ke ultah nyokap loe?" Anna tak berhenti menangis membuat Dean kebingungan. "Gue lagi nyiapin waktu yang tepat Na"


"Gue udah undang loe Anna"


"Undangan untuk seluruh warga kelas, gue nggak ada spesialnya di mata loe"


"Anna dengerin gue"


Anna mengusap air matanya dengan kasar. "Anna gue minta maaf, gue tau gue salah, tapi gue mohon satu hal ke loe, gue mau loe nggak usah dengerin kata kata Bella lagi, loe kan tau dia suka sama gue"


Anna mengangguk, Dean memeluk Anna. "Loe nggak cupu Na, bagi gue loe cantik, pintar..." Anna memotong ucapan Dean membuat Dean terdiam. "Loe boleh membuat hati orang senang tapi jangan dengan kebohongan"


Anna melepaskan pelukan mereka, "Gue duluan" Anna meninggalkan Dean di rooftop. Tak lama Dean turun dan berjalan menuju kelas. Dean melihat semua warga kelas yang sedang sibuk dengan aktivitas mereka menunggu kedatangan guru.


Dean mengedarkan pandangan nya ke sekeliling ruangan kelas, dia tidak mendapati Anna di sana. Dean merasaΒ  panik, Dean berjalan ke dekat kursinya dan merogoh tas. Setelah mendapatkan ponselnya tiba tiba kegiatan Dean terhenti ketika James berbicara dengan nada sinis.


"Anna cabut duluan, dia mau nenangin pikiran dulu" James memejamkan matanya kembali.


Dean menatap James dengan emosi. Darah Dean mendidih mendengar ucapan yang keluar dari mulut James. Tanpa aba aba Dean langsung memberikan bogeman mentah di wajah James membuat sudut bibir James berdarah.


"Apa yang loe inginkan?" James bertanya dengan nada yang tenang sehingga mereka berdua menjadi pusat perhatian.


"Apa hubungan loe sama Anna?" Dean tidak perduli kalaupun ada yang mendengar kan mereka saat ini. James tergelak. "Kok loe nanya sama gue, tanya tuh sama Anna" James berkata dengan nada tidak suka.


BERSAMBUNG πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚


Budayakan RLCS ya readers! πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! πŸ€—πŸ€—πŸ€—