What's Wrong With Destiny?

What's Wrong With Destiny?
Episode 42



"Loe ngapain ikutan emosi? Lebih baik loe pulang deh" Bella menunjuk Anna dengan tangan kanannya. "Harusnya loe yang pulang bukan gue" Anna berkata dengan sinis. "Jimmy kayaknya nanti kita harus sewa cleaning service deh, gue aja takut mau duduk di sofa sebelah sana nanti" James terkekeh. Dean juga tak urung tersenyum mendengar perkataan Anna.


"Maksud loe apa Hah?" Bella berdiri menarik rambut Anna. "Aaaaaa sakiiiittt" Anna meringis. Bella menyeret Anna ke tengah ruangan. Dean segera menghampiri mereka disusul James dan Arya. "Loe pikir gue membawa virus Hah? Loe belum tau loe berurusan dengan siapa"


Anna segera mencubit tangan Bella dengan kuat lalu Bella melepaskan tangannya dari rambut Anna, sedetik kemudian Anna langsung menarik rambut Bella dengan kuat bahkan lebih kuat dari Bella tadi. Air mata Bella berjatuhan, "ANNA" Dean membentak Anna membuat tubuh Anna mematung.


Dean menarik tangan Anna dan melepaskan nya dengan kasar. "Loe benar benar berubah Na" Dean berdesis. "Gue berubah karena loe Dean" Anna menarik rambut Bella namun James memeluk tubuh Anna dengan kuat.


"Gaby sayang, nanti Bella bisa mati loh, dia bukan tandingan kamu, aku nggak mau kamu jadi pembunuh"


Semua terkejut mendengar ucapan James apalagi Dean.


"Gue harus ngasih dia pelajaran Jimmy, lepasin gue!" Anna memberontak dengan kuat. James membalik posisi Anna, sekuat apapun Anna dia tetaplah perempuan yang akan kalah dengan kekuatan laki laki.


James mengecup pipi Anna dengan lembut membuat Anna malu bukan main. Dean melayangkan tinjunya ke arah James namun ditahan oleh Arya.


Iris membantu merapikan rambut Bella yang berantakan.


"Gaby loe sakit? Wajah loe merah" James mengusap pipi Anna. "Apaan sih?" Anna menepuk dada bidang James membuat James terkekeh.


"Anna gue antar loe pulang" Dean menarik tangan Anna keluar mansion diikuti seluruh yang ada di disana. "Gue nggak mau, mendingan loe antar tunangan loe pulang, gue yakin dia merasa terpukul sekarang" Anna menepis tangan Dean dengan kasar.


"Loe cemburu?" Dean menatap manik biru milik Anna membuat Anna terdiam namun sentuhan di bahu Anna menyadarkan Anna akan perasaannya sebenarnya. Anna menggeleng. "Ngapain juga gue cemburu? Gue juga udah punya-... " James membungkam mulut Anna dengan tangannya.


"Punya apa?" Dean menatap tajam.


"Fatan loe antarin mereka pulang" Dean masuk ke dalam mobilnya lalu melaju meninggalkan kawasan mansion James. Fatan berdecak sebal, Fatan mengantarkan mereka pulang satu satu, di perjalanan pulang menuju rumah Amel.


"Amel, gue mau kita putus, gue nggak serius berhubungan dengan loe, gue cuma di suruh Iris"


"Apa maksud loe Hah?"


"Gue harap loe ngerti, gue nggak suka ngulang perkataan"


"Turunin gue di sini!" Amel berkata dengan nada bergetar menahan tangis. Fatan menghentikan mobilnya, "Maaf" ucap Fatan tanpa menoleh kepada Amel. "Gue benci sama loe Fatan" Amel keluar sambil menutup mobil dengan keras.


Amel menangis, Biasanya selalu ada Anna yang menemaninya dikala sedih. Namun sekarang hubungan mereka bahkan bisa dibilang tidak baik. Amel baru menyadari perkataan Anna dulu ketika dia begitu antusias menceritakan hubungan nya dengan Fatan namun Anna tidak merespon. Amel menyesal memperlakukan Anna seperti itu.



Visual James Alferd Scott


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂


Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉


Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗