
"Dean serius?"
Gue nggak salah liat nih. Kok dada gue menghangat begitu melihatnya bertanya dengan wajah merona. Itu tandanya dia benar benar suka sama gue.
Gue mengangguk kuat menandakan kalau gue nggak main main dengan omongan gue.
"Loe mau nggak jadi pacar gue?"
Gue melihat Anna mengangguk dengan semangat. "Iya, Anna mau".
Kami saling memandang dalam waktu yang cukup lama sambil tersenyum bahagia layaknya remaja pada umumnya yang lagi dimabuk cinta.
"Ke kelas yuk! Nanti ibuk keburu dateng"
Gue langsung menggandeng tangan Anna begitu dia mengajak kami kembali ke kelas.
Anna Pov
Mimpi apa gue semalam, Eh ini jantung nggak bisa kompromi banget sih. Nanti kalau Dean dengar bisa malu kan. Tapi ini beneran apa mimpi ya? Ah! Kalaupun ini sedang mimpi gue harap gue nggak bangun lagi supaya gue tetap bisa bersama dengan Dean.
Hari ini adalah moment yang nggak bakalan gue lupain seumur hidup gue. Hari ini juga hari jadi kami, ini adalah pengalaman pertama gue buat pacaran. Selama ini gue nggak pernah mikir buat pacaran. Siapa sangka hari ini hal yang nggak ada dalam tujuan hidup gue terjadi begitu saja. Seakan takdir sudah menyiapkan moment ini dengan begitu apik.
Gue sebenarnya agak risih, karena di sekolah gue pacaran itu dilarang, karena sekolah gue nggak mau siswanya dilanda rasa malas. Pacaran bisa menjadikan siswa malas belajar. Siswa yang pacaran bisa menggunakan waktu belajar untuk saling berkirim SMS atau telepon bersama sang kekasih.Β Dan sekolah gue nggak mau itu terjadi.
Tapi masih banyak siswa siswi di sekolah gue yang pacaran sembunyi sembunyi. Lain halnya jika sudah tunangan, sekolah gue memberikan hak penuh bagi pasangan yang udah tunangan.
Siapa yang nggak cemas coba, gue kan anak teladan yang bersih dari hal hal yang buruk. Gue merupakan satu diantara siswa lainnya yang tidak pernah terjerat kasus ke ruangan BK.
Ah! Jalanin aja dulu
Kami sampai di depan kelas. Gue dan Dean melepaskan pegangan satu samaΒ lain dan Dean masuk duluan sementara gue ngikut di belakang Dean. Gue melihat tatapan tidak suka dari Bella. Gue sadar kalau sebenarnya banyak cewek yang suka sama Dean. Termasuk Bella. Dia suka sama Dean semenjak kami bertiga sekelas.
Mungkin gue adalah salah satu cewek yang beruntung karena punya kesempatan buat pacaran sama Dean.
Gue melihat James tengah memejamkan matanya sambil mendengarkan musik dari headset yang ia colokkan ke ponsel pintarnya.
Begitu gue udah duduk di bangku gue, guru kami datang, kayaknya dia wali kelas kami. Ya you know lah, di hari pertama sekolah pasti wali kelas adalah orang yang pertama yang akan masuk ke kelas.
"Pagi anak anak"
"Pagi buk"
"Seperti yang telah kalian lihat, ibuk masuk ke kelas ini karena ibuk di tugaskan oleh wakil kepala sekolah untuk menjadi wali kelas Dua Belas IPA Satu. Jadi kedepannya, apapun yang terjadi di kelas ini, ibuk harap anak anak semua bisa melaporkan kepada ibuk selaku wali kelas"
"Iya buk"
"Oh! Ibuk hampir lupa, kita juga punya murid pindahan dari sekolah lain, James kenalkan dirimu di depan!"
"Iya buk" menundukkan kepalanya sedikit.
BERSAMBUNG πππ
Budayakan RLCS ya readers! πππ
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! π€π€π€