
Setelah sampai di Amerika mobil milik keluarga Anna langsung melaju dari bandara menuju mansion utama milik Anna.
Anna berfirasat buruk menjelang mobil itu sampai. Anna tidak bisa menerka apa yang akan terjadi tapi hatinya diliputi kegelisahan. Anna sudah lama tidak pulang ke Amerika. Mungkin sudah hampir dua tahun.
Mobil masuk ke halaman utama, "Gaby" James memegang tangan Anna dengan lembut seraya menampilkan senyum nya.
Sampai di mansion Anna tidak mendapati seorang pun di ruang tengah, biasanya mereka selalu menyambut kepulangan Anna, mendapati hal itu membuat hati kecil Anna berdenyut. James tetap memegang tangan Anna dengan erat seakan ingin menyalurkan energi positifnya.
Anna meletakkan kopernya di kamar miliknya. Alangkah terkejutnya Anna saat mendapati barang barang milik orang lain di sana. Bukannya ini kamar gue, kok ada barang orang lain?
Anna melihat walk in closet di samping kamar mandi, mata Anna terbelalak melihat jejeran pakaian yang bukan milik Anna. Wajah Anna seketika merah menahan emosi dalam dadanya.
Anna mencari keberadaan penghuni mansion itu dengan tergesa. James hanya duduk di ruang tamu. Anna mencari ke seluruh ruangan dan kakinya terhenti ketika melihat anggota keluarga nya sedang makan bersama seorang gadis yang tak lain adalah kakak Bella.
Anna menitikkan air matanya. Penghuni mansion seakan tak mengenal dirinya bahkan pelayan sekalipun tidak ada yang menyapanya.
"Mami" Anna mengusap air matanya sebelum menyapa ibunda tercinta.
"Sudah datang?" Liana_Mami Anna tak melirik Anna sedikitpun.
"Mami siapa yang menempati kamar Anna? Kok mami bolehin orang lain tidur di sana?" Anna tak memedulikan sikap mami nya yang sedikit dingin.
"Hmmm" Liana menengguk habis air putih yang ada di gelas itu.
"Kau bisa tidur di kamar yang lain, bukankah di mansion ini banyak kamar yang kosong" Liana menyeka mulut nya dengan serbet.
"Tante, biar Megan aja yang tidur di kamar lain, Megan nggak tau kalau itu kamar nya Anna" Megan berucap dengan sedih. Megan sudah tau apa yang terjadi dalam keluarga ini sehingga Megan merencanakan hal ini dengan matang agar ia bisa menjadi anggota keluarga Mackenzie.
"Kamar di mansion ini kan banyak, loe bisa milih Anna, loe nggak harus di kamar itu" Daniel berkata dengan ketus membuat hati Anna mencelos. Anna baru sadar ternyata inilah jawaban ketika ia mengantar keluarganya ke bandara ia merasa sesak.
Anna tak dapat membendung air matanya lagi, "I wait for you on your room right now" Anna menatap Adam yang lebih banyak diam dari tadi.
"Nggak usah di pikirin Megan, makan yang banyak" Liana menambah beberapa sayuran ke piring Megan seperti seorang ibu yang menyayangi putrinya.
"Makan dulu!" Adam menatap putrinya dengan lembut. Anna yang sudah terbawa emosi tak menatap Adam sedikitpun.
"Anna tidak selera makan dengan orang lain" Anna melangkah kan kakinya menuju ruang kerja sang ayah.
"Sari" Adam memanggil kepala pelayan perempuan.
"Iya tuan" Sari datang dengan tergesa gesa.
"Antarkan makan malam untuk Anna di ruang kerja ku" Adam melanjutkan makan malam nya.
Anna tak henti menangis karena perlakuan keluarganya kepada nya.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂
Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗