
Gue melihat Bella Belinda, ratu gosip di sekolah gue, lagi kenalan sama cowok yang disamping gue.
Wait! Semenjak kapan nih cowok duduk disini? Ganteng juga sih, ih apaan sih gue.
Gue melihat tatapan elangnya tengah menatap gue. Glek! Gue benar benar nggak tau mau berbuat apa dan gue juga nggak tau kenapa dia natap gue kayak gitu. Kok gue jadi merinding.
*****! Kok jadi canggung gini sih
"Hello! Loe anak baru kan?"
Bella mencoba bersabar menghadapi cowok aneh ini. Gue pura pura nggak dengar omongan yang nggak penting mereka, tapi kok gue nggak mendengar suara balasan dari cowok aneh itu sih. Gue mencoba mencuri curi pandang, What? Cowok itu tidak melihat Bella sedikitpun malahan dia memasang headset dan memejamkan matanya. Bella menghentakkan kakinya kesal dan meninggalkan kami.
Kok gue pengen ngakak ngelihat ekspresi kesal Bella Belinda, most wanted in my school di abaikan
Gue berusaha keras buat nahan tawa gue. Kok kayak ada sepasang mata yang lagi natap gue. Ah! Pujaan hati datang, gue merapikan kacamata dan topi rajut gue.
"Pagi Anna" Dean nyapa gue dengan semangat.
"Pa-pa, ekhm ekhm pagi" gue menampilkan senyum termanis gue. Semoga aja dia luluh.
Kok senyum semanis itu sih? Ya iya lah, Dean Robert Anderson adalah cinta pertama gue. Dia ketua kelas kami semenjak kelas sebelas. Gue nggak tau semenjak kapan cinta ini tumbuh. Tau apa sih gue tentang cinta.
Gue cinta sama Dean semenjak kami sering ikut lomba bersama, sering belajar bersama, pokoknya kami sering melakukan kegiatan bersama deh. Tapi gue nggak tau dia suka sama gue atau nggak. Gue sih berharap cinta gue nggak bertepuk sebelah tangan.
Gue juga salah satu yang paling terkenal di SMA Garuda ini. Gue terkenal karena gue sering mewakili sekolah ikut olimpiade matematika. Oh iya! Bella juga nggak kalah terkenal loh, dia pintar bahasa Inggris, dia sering lomba debat bahasa inggris.
Sebenarnya gue juga pandai bahasa inggris karena gue emang native speaker, nggak mungkin lah gue nggak pinter bahasa inggris, gue kan emang berasal dari negara Amerika Serikat. Tapi gue nggak pernah pake bahasa inggris kecuali dengan keluarga gue atau kalau gue tinggal di Amerika. Alhasil tidak ada satupun yang tau kalau gue pintar bahasa inggris.
Bella juga menyandang predikat most wanted, karena Bella nggak pernah nggak menghias diri. Gue kadang heran sama si Bella, kok mau mempersulit diri sih. Kan cuma mau ke sekolah kok harus dandan kayak mau pergi kondangan sih.
Gue ngambil buku gue yang memang udah gue siapin dari tadi buat dibaca di waktu senggang.
Ketika hendak bangkit gue nggak sengaja senggol tangan cowok aneh itu, alhasil headset nya terlepas. Dia natap gue dengan tatapan tidak suka.
"Girl"
Wait! Kok suaranya kayak native speaker ya
"Maaf" gue minta maaf dengan sungguh sungguh.
"Don't disturb me"
Tuh kan, gue nggak salah denger, dia emang native speaker
Sesama native speaker biasanya tau kalau orang lain native speaker juga. Gue rasa dia bukan orang Indonesia. Gue bisa jamin itu, kalau nggak bisa jadi dia juga blasteran sama kayak gue.
"Why do you look me like that?" dia berteriak sehingga semua orang menatap ke arah kami.
"Nggak usah teriak juga kali" gue melihat sekitar gue yang udah siaga melihat adegan selanjutnya.
"Girl, girl" dia menggelengkan kepalanya.
"Hei" gue menggamit lengannya.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂
Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗