
"Kok telinga loe merah bro?" James mengusap telinga Arya dengan sengaja. James tau kalau semenjak awal Arya suka sama Anna. Arya menatap tajam ke arah James yang mengejek nya.
"Gue nggak apa apa" Arya melepaskan tangan James dari telinga nya. Mereka bertiga tertawa. Mereka mendengar beberapa perempuan yang tengah bergosip tentang Anna.
"Loe lihat cewek cupu yang itu nggak?" Salah satu di antara mereka menunjuk Anna secara terang terangan tapi hal itu tak berpengaruh bagi Anna karena sudah biasa dengan hal itu.
"Iya ya, masa ke pesta masih kayak gitu aja gaya nya" yang lain ikut menimpali. "Woi! Loe pikir dengan gaya loe yang seperti nenek lampir itu pantas di bawa ke pesta" Arya membentak perempuan itu. Mereka menunduk sebagai tanda minta maaf dan berlalu dari sana.
"Biarin aja Arya" Anna berbicara tanpa menatap Arya, namun mata Anna terpancar kesedihan yang mendalam. James memegang bahu Anna memastikan cewek itu baik baik saja. "Don't worry, I'm oke" Arya tercengang mendengar perkataan Anna.
Arya tercengang bukan karena Anna yang tegar tetapi karena mendengar pronounciation Anna yang terdengar sama dengan native speaker. Sedangkan James menghela napas mendengar jawaban Anna.
Mereka bertiga terlalu larut dalam pikiran mereka masing masing hingga mereka tidak menyadari acara terus berjalan. Tetapi yang mengherankan mereka adalah saat ini.
Bella dan Dean tengah berdiri di samping nyokap Dean.
"Kalian pasti bertanya tanya, siapa gadis yang ada di samping anak saya, bukan begitu?" mama Dean berbicara dengan senang.
"Dia adalah Bella Belinda, saya rasa kalian pasti mengenal nya. Dia adalah pacar Dean anakku dan dalam waktu dekat mereka akan bertunangan" Mama Dean tersenyum kepada Bella.
Bella memegang lengan Dean, tidak ada rasa risih dari wajah Dean. Yang ada hanya senyum bahagia yang ia tampilkan untuk semua orang.
Arya mendapat telepon dari nyokap nya. "Anna nyokap gue nelpon gue, nanti gue balik kesini lagi ya" Anna mengangguk sebagai jawabannya. Anna tidak bisa berpikir lebih jernih lagi. Mata Anna tidak hentinya mengeluarkan air mata. Seakan akan itulah yang dirasakan oleh Anna saat ini.
Dean melihat Anna yang berulang kali mengusap air matanya. Dean menegang melihat raut kesedihan terpatri jelas di wajah Anna.
Iris dan Amel tertawa senang melihat kondisi Anna. Mereka mendekati Anna. Iris menarik gaun Anna sehingga menampilkan perut rata milik Anna. Gaun itu memang sudah di siap kan oleh Bella bukan Dean.
Anna terkejut mendapati gaun nya yang terbuka di bagian perutnya. Anna sekarang terlihat seperti penari striptis di bar. Dean menegang melihat Anna saat ini. Ingin rasanya Dean memeluk Anna saat ini tapi kakinya terasa berat untuk di langkahkan. Tak bisa dipungkiri Dean masih sedikit kesal dengan Anna.
Anna yang merasa tidak nyaman dengan penampilan nya saat ini menutupi perutnya dengan kedua tangannya. Sementara itu James sekarang sedang berusaha membuka pintu gudang. Ya, James di jebak oleh Fatan dan berakhir di dalam gudang.
Amel mendekati Anna dengan wajah pura pura bersimpati. "Anna loe nggak apa apa?" Anna melihat Amel yang menutupi perut nya dari belakang. "Gue nggak apa apa" Jawab Anna.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂
Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗