
Arya mengangkat panggilan dari ponsel nya dan melangkah menjauh dari James.
Anna keluar dari kamar sambil memegang rambutnya. "Jimmy, loe punya pengering rambut nggak?"
James mendongak, "Ambil di kamar gue" Anna berlalu dari hadapan James.
"Loe ngapain James?" Arya memasukkan ponsel ke dalam saku nya. "Gue mau masak buat makan malam kami" James memeriksa bahan bahan yang ada di dalam kulkas.
"Anna nginap di sini?" James mengangguk membenarkan ucapan Arya. "Gue balik duluan ya, gue mau lembur malam ini"
"Arya loe nggak makan dulu?" Anna duduk di salah satu kursi sambil mengambil sayuran yang ada di tangan James. Arya terpana dengan kecantikan Anna. Arya tidak pernah melihat penampilan Anna tanpa kacamata dan kupluk.
"Wah rambut loe bagus By" James mengusap kepala Anna dengan lembut membuat Arya emosi. "Singkirin tangan loe James!" mereka bertiga tertawa setelah itu.
"Loe bisa masak Jim?" Anna bertanya sambil memotong bawang dengan telaten. "Loe nantangin gue?" Anna mendelik. "Kalau orang nanya di jawab bukannya nanya balik" Anna mengejek James secara terang terangan.
"Anna gue balik duluan ya, jaga diri loe baik baik, jangan nangis lagi" Arya tersenyum tipis. "Loe nggak pamit sama gue kambing?" James melempar sisa sayuran kepada Arya. "Good night my Anna" Arya berlalu dari hadapan mereka tanpa menjawab ucapan James.
"Jimmy"
"Apa?" James menjawab dengan nada kesal. "Arya tampan kan?" Anna bertanya dengan mata berbinar. "Loe suka sama dia?" James melempar Anna dengan tatapan cemburu. "Nggak juga sih" Anna menghidupkan kompor.
"Kalau nggak suka nggak usah ditanya, gue lebih tampan dari pada dia"
Anna tidak bertanya lagi setelah itu.
***
James terbangun dari tidurnya karena mendengar isak tangis. James mendudukkan tubuhnya dan menatap dinding. Di sana tertera pukul 02.00, James menghela nafas berat. James turun dari king size dan berjalan ke kamar Anna.
Ceklek
"Jimmy"
"Hem" James mengusap rambut panjang milik Anna.
"Arya kelihatan beda kalau nggak pake kacamata, lebih tampan"
James menghela nafas, "Sama kayak loe" James berbicara sambil memejamkan matanya dan membukanya kembali.
"Maksud loe?" Anna menegakkan kepalanya sehingga James bisa melihat wajah Anna yang di banjiri air mata. Mata Anna sudah sembab akibat terlalu banyak menangis.
"Gaby loe juga kelihatan beda kalo loe nggak pake kacamata sama kupluk"
Anna terdiam sebentar, "Terus apa yang harus gue lakukan?"
"Loe jangan nangis lagi dan loe nggak usah pake kacamata dan kupluk itu lagi" James membuka matanya lebar. James melihat wajah Anna yang tidak berhenti menangis. Wajah memerah Anna sangat membuat James merasa sesak.
"Lepasin aja Anna" James menarik Anna ke dada nya lagi. Terdengar tangis memilukan dari Anna yang membuat hati James semakin sakit mendengar nya.
Anna menceritakan seluruh kejadian yang membuat dia mengganti gaya nya hingga PTSD yang dia idap. James tertegun, penyakit seperti itu dia pendam sendiri tanpa ada orang yang mengetahuinya.
"Gue takut kalau gue nggak pake kacamata"
"Kan ada gue Gaby, gue bakalan jaga loe, kalau perlu gue bakalan nyuruh pengawal buat jaga loe" James menghapus sisa sisa air mata yang ada di wajah Anna.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂
Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗